RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 55


__ADS_3

Dokter Zaki mengoyak rambutnya karena frustasi melihat tingkah Sisi. Belum sempat dia mengunci pintu kamarnya, ternyata Sisi nyelonong masuk lagi kembali ke kamarnya.


“Dokter baguskan kalau aku pakai yang ini, ini yang rusak aku kembalikan.”


Sisi dengan tanpa berdosanya memakai kemeja putih polos milik dr.Zaki tanpa ada bawahan yang dipakainya, hingga menampakkan paha putih mulus dan kaki jenjangnya, lehernya juga terlihat jenjang dan sangat sexi di hiasi dengan rambut hitam panjang di bawah baju lurus yang terurai rapi.


Tiba-tiba dr.Zaki yang tidak bisa menahan diri, mengambil baju kemeja dari tangan Sisi seraya mendorongnya ke tepian tembok dan mengungkung tubuh Sisi dengan tubuhnya yang kekar.


“Kamu itu polos, apa tidak tau!? Aku laki-laki normal yang bisa menerkammu kapan saja di sini, kenapa kamu malah menggodaku dengan baju kemeja yang kamu pakai.”


Sisi hanya diam dan memejamkan matanya, dia begitu ketakutan dengan kelakuan dr.Zaki.


“Lepaskan..!”


“Aku tidak akan melepaskanmu, karena kamu sudah berani membangunkan senjataku yang sudah sangat lama aku tidurkan.”


Sisi berusaha mendorong tubuh dr.Zaki, tapi apalah daya kekuatannya tidak seimbang dengan tubuh kekar laki-laki yang mengungkungnya itu. Dokter Zaki malah beraksi dengan menekan tubuh Sisi ke tembok sambil mengeksplor leherjenjang Sisi.


“Lepaskan Sisi.., Dokter jangan seperti ini, kita harus menikah dulu, Sisi tidak mau berhubungan denga laki-laki di luar nikah!”


Sisi berupaya menyelamatkan dirinya sekali pun dia juga memberi respon dengan sesekali berdesis karena sentuhan dan tingkah tangan dr.Zaki.


Mendengar kata-kata Sisi dr.Zaki yang hampir hilang kendali langsung melepas tubuh Sisi, dia berusaha mengendalikan diri, karena memang dia juga berkomitmen tidak akan berhubungan intim sebelum ada ikatan pernikahan dengan seorang perempuan.


Sisi yang melihat tingkah lelaki tanpan dan kekar di hadapannya menjadi iba, dia tau kalau libido sudah naik, memag sangat susah untuk diturunkan dia sangat paham, karena urusan seperti ini sangat akrab di terangkan dalam ilmu kedokteran.


“Maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan diriku, kembalilah ke kamarmu, dan tidurlah segera, aku juga mau tidur!.”


Sisi kembali ke kamarnya meninggalkan dr.Zaki yang terlihat begitu menahan gejolak peluncuran amunisi, Dia bagitu tegang dan langsung lari menuju kamar lalu mengunci kamar tidur yang dipakainya.


Malam yang tidak akan terlupakan oleh Sisi dan dr.Zaki, karena sekali pun meraka termasuk orang kaya, tapi karena lingkungan yang membentuk mereka tetap menjaga tradisi kesucian diri, atau tidak akan bercampur dengan lawan jenis sebelum ada pernikaha sah, membuat mereka berdua begitu tegang dan tidak akan melupakan kejadian malam ini.


Dua anak manusia yang dilanda rasa kenyamanan surga dunia itu berusaha menepis apa yang mereka rasakan, tidak ada yang mengerti dengan perasaan masing-masing, karena Sisi dan dr.Zaki juga sama sama baru membuka diri untuk menerima perkenalan mereka, sekali pun pada awalnya Sisi sangat menginginkan hubungan ini.

__ADS_1


Malam yang sudah menunjukkan pukul 1 pagi membuat Sisi dan dr.Zaki larut dalam rasa yang belum pernah mereka rasakan, mereka saling gelisah dan sama sama tidak bisa memejamkan mata, tapi karena lelah seharian beraktivitas, ahirnya Sisi dan dr.Zaki tertidur juga.


***


Keluarga Rama sudah pulang dari kediaman Indah dan semua telah beristirahat, sedangkan Arka juga sudah menuju alam mimpi bersama istri kesayangannya, malam ini juga malam pertama untuk Luna dan Arka, karena malam ini mereka tidur sekamar selama menempati rumah baru yang sudah sekitar 2 bulan ditempati.


Malam yang begitu berharga, malam penyatuan beberapa Insan menuju mahligai rumah tangga, malam yang tidak akan dilupakan Rama dan Indah, serta malam yang akan menjadi sejarah rindu dan galau Sisi dan dr.Zaki.


Pagi menjelang, semua terbangun dengan sumringah, hanya Lia yang galau karena chat-nya di group macasaw belum juga mendapat respon, beberapa kali mengecek balasan, ternyata belum ada satu balasan pun. Ahirnya Lia menuju dapur untuk membantu Ibunya memasak untuk sarapan pagi.


Beberapa menit kemudian Hp Lia tidak henti-hentinya berbunyi, banyak pesan yang masuk termasuk group macasaw.


Mira: Tu kan bener apa kata gue, sekarang tinggal gue dan dan lo Lia yang masih bertahan di status jomblo bahagia. Wakakakaka Selamat ya Indah dan calon suami.


Luna: Alhamdulillah.., ahirnya saudariku akan menyusulku ke pelaminan, pokonya undangan kita tunggu ya..


Indah: Hai kalian, maafkan aku ya, tidak bisa mengundang saat acara tadi malam. Semoga semua juga cepat menyusul menemukan pasangan yang akan membawa kalian ke pelaminan.


Luna: Aaminn


Lia : Aamiin, kirain kalian pada menghilang ke planet lain, bikin gue galau.


Mira: Turut bahagia dan turut kaget Indah dan Lia, yang rukun kalau jadi saudara, hikhikhikhik jadi terharu.., tinggal gue sama Lia yang masih galau, Lia mana suara lo.


Lia: Hem.., tidak perlu galau


Mira: Bahagiain saja ya.


Lia:Betul iyes!


Luna: Tidak perlu galau, kita semua masih akan selalu bersama dan saling menguatkan, tanpa kalian aku pasti rapuh..


Lia:Hikhikhik Iya.., gue sayang kalian..

__ADS_1


Indah:Too


Luna:Too


Mira:Too


Mira: Sudah dong.., kenapa malah mewek mewek an gini sih! Jadi tidak asyik


Mira, dia memang selalu ramai diantara empat sahabatnya, tapi yang palig sering dan mudah menangis dan tersentuh hatinya adalah Mira, jadi semua tau, kalau Mira sudah mengehentikan aksi sedih, berarti dia sudah pada titik tidak kuat.


Luna: Tu kan nanti kan kita ke kuliah, semua harus masuk! Kita makan bersama di mana kalian minta, aku yang gesek Atm dah.


Mira:Wah.., dasar Bu bos, mentang mentang isi ATM nya penuh wakakaka


Lia: Mau


Indah: Iya aku juga mau, kita cari makanan teman-temannya Yakiniku sama Sukiyaki Oke!


Mira: Mantab Bosque


Lia:Ngikut


Luna: siap!


Luna:Off ya.


Semua melanjutkan aktivitas pagi mereka, tidak ada ke gundahan yang tidak teratasi ketika mereka selalu bersama, begitulah ke empat sahabat itu, mereka memang baru sekitar 2 tahun bersama, tapi seperti sudah dari SMA dan terasa sangat lama.


Tidak ada masalah yang mereka buat larut dan lama menyelesaikan, karena mereka saling melengkapi satu sama lain, sudah seperti keluarga sendiri, tapi yang lebih banyak tidak melancong ke sana kemari adalah Luna dan Indah, mereka berdua yang bisa lebih meredam segala hal dan yang lebih lues.


Semoga persahabatan kita akan langgeng sampai kita tidak lagi ada di dunia teman-teman, atau mungkin anak-anak kita yang akan meneruskan persahabatan kita. Luna berbicara dalam hati.


“Aku sayang kalian.” Hikhikhik Indah menangis di rumahnya.

__ADS_1


“Aku tidak sanggup kalau kita buyar dari persahabatan kita.” Mira juga menangis di rumahnya.


“aku harap kita akan selalu bersama walau kita sudah berkeluarga.” Lia jua menangis di dapur, sampai Bundanya kaget ketika Lia tiba-tiba memeluk Bundanya yang lagi fokus memasak.


__ADS_2