
“Iya sih.”
Tanpa sepengetahuan luna dan masih belum tau kalau yang membiayai Beasiswanya adalah suaminya sendiri, karena Arka tidak mau membuat Luna merasa tidak dihargai, jadi pihak kampus tidak mengatasnamakan keluarga Arka Jaya Kusuma, sebagai individu yang membari Beasiswa, karena bukan hanya Luna yang memperoleh itu, banyak Mahasiswa yang lain yang mendapatkannya.
“Mas Arka kapan pulang?”
“Masih dua hari lagi, kenapa? Sudah kangen ya?”
“kalau Luna tidak kangen Mas.., tapi si kembar kayaknya kangen deh.”
“Baru satu hari yang lalu, masak si kembar sudah kangen..? hahaha.”
“Mas Arka..!” Luna wajahnya malah berubah merah jambu.
“Hati-hati ya Mas Arka, jaga diri baik-baik, maaf Luna bikin kangen Mas Arka mulu.”
“Iya.., Istri cantikku juga jaga diri serta anak-anak, aku di sini kadang ingin cepat pulang, tapi sayang penuntasan bisnis masih belum bisa selesai dan tidak mungkin dipercepat.”
“Tidak perlu buru-buru Mas, lakukan yang terbaik, semua juga demi keluarga kita.”
“Iya aku tau itu.” Arka menarik nafas panjang.
“Berat banget ya Mas..”
“Iya.”
“Kenapa berat Mas.., lagian Mas Arka juga biasa ke luar negeri seperti sekarang karena tuntutan pekerjaan.”
“Iya tapi tidak untuk kali ini. Ya sudah sayangku, aku ada pekerjaan lagi yang harus aku selesaikan.”
“Iya Mas, semoga lancer selalu, sehat selalu ya.”
“Iya istriku juga, makan yang banyak, ingat minum susu, banyak istirahat, eeemmmuuuach.”
Tot tot tot, sebelum mereka berdua mengucap salam ternyata Hp batrai Luna habis, karena tadi malam Luna lupa mengisi daya di Hpnya.
“Mas Arka maaf ya.” Luna ngobrol sendiri dengan dirinya.
“Bu Luna maaf, apa saladnya langsung saya siapkan?”
__ADS_1
“Iya mbak Ratih.” Luna yang berjalan menuju kamarnya berhenti sejenak menjawab pertanyaan Ratih.”
“Baiklah Bu Luna.”
Ratih menuju dapur yang sudah ditunggu oleh Bi Ana, sedangkan Luna manuju kamarnya, jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang, Luna duduk di kursi yang ada di kamarnya, sambil mencoba untuk merilekskan kakinya, karena di kamar tersedia alat pemijat kaki yang biasanya Arka selalu menyiapkan untuk Luna ketika Luna selesai beraktifitas, biar badannya segera rileks.
“Ya Allah, nyaman sekali.” Luna menikmati rileks di tubuhnya setelah selesai pemijatan, Luna beranjak untuk membersihakan badan dan segera ganti baju, kemudian turun menungguteman-temannya, rindunya pada suaminya terobati dengan kehadiran ketiga sahabatnya itu.
“hai kalian sudah di sini?” Luna yang turun dari lantai dua tempat kamarnya berada, langsung sumringah setelah melihat tiga sahabatnya, sudah duduk di tempat santai dekat es krim.
“kita sudah di sini 10 menit yang lalu.” Mira, Lia, Indah berbicara seakan paduan suara.
“Iya iya, ayo!” Luna mengajak teman-temannya ke ruang TV.
“Na.., kita tidak didekat kolam?” Lia bertanya pada Luna.
“kita nonton sambil makan cemilan dulu saja, nanti renangnya.”
“Baiklah..,” Lia manjawab dengan lesu.”
“Kenapa pakek Tanya Li? Kita santai dulu baru berenang.” Mira memberi penegasan.
“Ha aha ha.” Iya maaf aku tidak lihat, baiklah ayo kita renang, setelah renang kita nonton ya.”
“Gercap. Siap.” Empat sahabat itu saling merangkul satu sama lain,dengan memeluk pundak sambil berjalan menuju kolam renang.
Setelah sampai Kolam renang Mira, Lia Indah langsung menuju ruang ganti, karena harus mengganti pakaian mereka dengan pakaian renang seperti biasanya.
“Na, lo tidak ganti baju renang?” setelah keluar dari ruang ganti Lia melihat Luna masih belum ganti pakaian renang.
“Pakaian renangku sudah tidak muat.., kikikikiki, tadi sudah aku cobamalah berhenti sampai sini.” Luna menunjuk dadanya sambil mepraktekkan gaya memakai pakaian renangnya tadi.
“hahahah.” Mira yang melihat gaya Luna yang lucu malah tertawa lepas.
“Kalian apaan sih.., sudah tau Luna lagi gendong si kembar tidak apa kali.” Indah mencoba membela Luna.
“Bukan begitu Dah.., kita juga pasti akan mengalami seperti yang Luna alami, bukan begitu Na, santai saja tidak perlu bad mood ya.” Lia nyerocos saja.
“Iya-iya tidak apa lagi, aku saja tertawa sendiri saat coba pakain renangku di lemari ganti kusus tadi, padahal baru satu mingguan aku tidak renang.” Luna malah senyum senyum sendiri. Sambil mengajak sahabatnya itu untuk segera berenang.
__ADS_1
Akhirnya mereka melenggak lenggokkan tubuh mereka di kolam renang yang lebarnya seperempat lapangan sepak bola itu, sejenak-jenak Luna minta istirahat dan yang lain masih asyik dengan terus mencoba banyak gaya di dalam kolam renang.
Waktu sudah hampir 40 menit, akhirnya Luna anggkat tangan menyerah dan menghentikan renangnya, dia keluar dari kolam renang dan duduk dikursi santai dekat kolam renang.
“Na, lo sudah capek ya? Tidak apa Na, Lo mandi dulu saja, aku masih ingin lanjut beberapa menit lagi.” Mira minta izin pada Luna.
“Iya tidak apa, kalian puasakan dulu saja, aku sudah mulai capek ini.” Sambil agak berat nafasnya Luna merebahkan tubuhnya di kursi santai. Sambil menunggu rasa capeknya berkurang Luna baru akan mandi dan ganti baju.
Sekitar 5 menit setelah tubuhnya mulai fit lagi, Luna berenjak untuk mandi, dia masih melihat teman-temannya berenang dengan asyiknya, sedangkan dia sudah merasa payah dengan tubuhnya.
Sekalipun tadi saat berenang Luna juga banyak berhenti agar tidak terlalu capek.
Setelah Luna keluar dari kamar mandi dan ganti baju, Luna tidak lagi melihat tiga sahabatnya, Luna melihat kamar mandi yang lain ternyata benar tiga sahabatnya itu sedang mandi dana ada yang ganti baju, karena di kolam renang itu memang tersedia dua ruang ganti dan dua kamar mandi, karena mandi dan gantinya Luna gaka lama, makanya sampai pada giliran tiga sahabatnya itu sudah mau selesai Luna juga selesai.
“Indah kamu sudah selesai, ayo kita lanjut nonton, tar Mira sama Lia nyusul.”
“Ok, boleh.” Luna dengan pergerakannyayang mulai pelan, diimbangi Indah yang tidak mau mendahului Luna.
Dekat dapur, Luna memesan salad buah sama cemilan yang lain diminta bawakan ke ruang TV, Ratih dan Bu Ana mengiyakan tanpa Tanya lagi.
Luna pun berjalan lagi menuju ruang TV, karena kebetulan kolam renang ke ruang TV melewati dapur.
Sementara Mira dan Lia yang sudah selesai mandi dan ganti pakaian langsung, menuju ruang TV karena di ruang ganti juga di sediakan cermin untuk ber make up, sehingga keluar dari ruang ganti, keempat sahabat itu sudah segar dan cantik-cantik.
“Mira, Lia kalian sudah selesai, ayo sini.” Luna mengajak Mira sama Lia untuk segera bergabung.
“film apa ini Na?”
“Ini Drakor.” Luna menjawab pendek.
“Siap..” suka aku.
“Itu cemilan sama saladnya kalian bisa ambil.” Luna menunjuk meja yang penuh dengan empat cup salad buah dan cemilan yang lain-lain.”
Mira langsung menghambur.”Ih.. senengnya..” Mira langsung membawa1 Cup salad untuk dia karena yang lain belum ambil jadi Mira menawarkan. “siapa yang mau salad?”
“iya bawain punya aku.” Ketiga sahabat itu malah minta salad juga.
@ Maaf ya Readers, tiga hari Author tidak Up, karena sibuk di dunia nyata.semoga Readers bisa kasih Vote, like, poin n koinnya ya, bisa juga di share ya novel RSP. Terimakasih
__ADS_1