RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 72


__ADS_3

Sambil menunjuk sudut bibirnya sendiri Arka memohon pada Luna agar diizinkan untuk membersihkan bibir Luna yang belepotan akibat es krim. Tapi bukan Arka kalau tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan itu. Arka mendekatkan wajahnya, sedikit pun Luna tidak memasang kecurigaan kalau suaminya punya maksud lebih dari sekedar membersihkan es krim itu.


Arka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia ******* bibir Luna, berusaha membersihkan es krim di sudut bibir Luna, dan seketika Luna di buat mendesis dengan aksi spontan Arka. Arka yang mendengar desisan dari bibir Luna, seketika ada sesuatu yang yang deras merasuk ke dalam tengkuknya, aksi yang awalnya hanya bercanda, malah membuat ke dua insan yang selalu diselimuti rasa cinta dan memiliki itu terbuai.


Arka yang sudah tidak bisa lagi menahan manisnya bibir Luna yang bercampur es krim, membuat Arka semakin menjadi, Arka malah melahap es krimnya sendiri dan lagi-lagi mengecup leher Luna sambil sesekali ******* bibir Luna.


“Ah..manis sekali sayangku.” Arka mengeram dan langsung menggendong Luna bak bridal stayle.


Arka membawa Luna ke dalam kamar utama mereka yang ada di lantai dua. Tidak ada rasa berat sekali pun. Walau BB Luna sudah bertambah berkilo-kilo akibat kehamilan Luna yang semakin hari semakin bertambah.


Sampai di kamar, serangan demi serangan di lancarkan Arka, tidak ada penolakan berarti dari Luna, Luna pasrah dengan sesekali mengimbangi Arka.


“Mas..hati-hati,” Luna mengingatkan Arka.


“Iya. Aku tau, aku akan hati-hati, kamu tidak perlu khawatir,” Arka membisikan kata-kata itu di telinga Luna.


Hiya, Arka dan Luna setelah banyak yang dilampauinya sekarang mereka dalam keadaan bahagia yang hampir sempurna, Mereka menunggu anak kembar mereka lahir. Luna yang ngotot ingin melahirkan normal sekalipun beresiko di dukung oleh Arka, sehingga Arka berkonsultasi ke banyak ahli kandungan dan ahli bedah, oleh karenanya, mereka berdua dianjurkan untuk lebih sering penyatuan, tapi tetap harus hati-hati, tidak sampai membahayakan si Ibu dan dedek yang ada di perut.


45 menit berlalu, akhirnya Arka berhasil membuat Luna menjerit yang disertai dengan senyum Luna yang mengembang di sudut bibir merahnya, Arka pun ikut menang dan menyimpan keturunan HJG junior di luar kandungan Luna, karena pesan dokter tidak boleh sering-sering menyimpan si junior sebelum si kembar lahir.


Luna yang kelelahan, bermain rambutnya Arka yang berbaring di sampingnya, rona bahagia menghiasi wajah mereka berdua. Arka mengecup kening Luna dan mempersilahkan Luna untuk tidur, tapi Luna menolak, karena hari sudah sore, Lunapun beranjak dari tempat tidur mereka, menuju kamar mandi untuk bersuci.


Satu bulan kemudian


Umur kehamilan Luna sudah menginjak 42 minggu, kira-kira kurang satu bulan lagi masa HPL yang ditunggu akan segera tiba, Arka yang selalu mewanti-wanti agar Luna benar-benar menjaga kehamilannya selalu menjaga pola makan Luna dan memberikan Susu serta vitamin penunjang lainnya.

__ADS_1


Tidak tanggung-tanggung, Arka membelikan stok susu dengan berbagai macam rasa, sengaja untuk meminimalisir kebosanan Luna saat meminum susu, sehingga setiap hari Luna bisa memilih susu sesuai rasa yang diinginkan.


Pagi ini, setelah semua aktivitas biasanya berlalu, Arka menuju dapur bermaksud membuatkan susu untuk Luna sebelum Arka berangkat ke kantor.


“Lo Pak Arka, maaf..biar bibi saja yang membuatkan susu untuk nyonyan Luna, nanti malah Pak Arka repot.”


“Tidak usah Bi, untuk kali ini biar aku saja yang membuatkan susu untuk istri dan anak-anakku, oiy Bi, tadi malam nyonya minum yang rasa apa ya? Aku kok lupa?”


“O.., tadi malam nyonya Luna minum susu yang rasa Vanila Pak, biasanya nyonya suka coklat kalau pagi begini.”


“Ok lah Bi, aku akan buatkan yang rasa coklat, besok-besok bibik buatin terus untuk nyonya Luna ya Bi.”


Deg! Jantung Bi Ana seperti berhenti mendengar ucapan Arka yang seperti orang ngelantur, karena tidak biasanya majikannya itu bersikap seperti pagi ini.


“Kenapa diam Bi? aku berpesan pada Bibi supaya rajin buatin susu buat istri dan anak-anakku Bi, bisa jadi saya ada urusan jauh di luar kota atau luar negeri, jadi Bibi yang mesti mengingatkan nyonya agar rajin minum susu dan minum suplemen juga makan makan yang penuh gizi. Bukan begitu Bi!?”


“Nah! Begitu, aku merasa lega!”


Arka segera meracik susu yang akan di berikan pada Luna dan sebelum minum susu Luna bersama Arka akan sarapan pagi dulu.


“Mas Arka apa yang Mas lakukan di dapur!?”


“Aku sedang membuatkan susu untuk anak dan istriku.”


“Tumben Mas Arka buatin Luna susu biasanya Mas Arka yang minta di buatkan kopi!?”

__ADS_1


“Hehehehe!” Arka terkekeh mendengar ucapan Luna.


“Untuk pagi ini aku akan melayani istri cantik dan Sholihahku!” Luna yang mendapat rayuan dari Arka, wajahnya memerah seperti tomat.


“Mas Arka bisa saja.! ingat ada Bi Ana dan mbak Ratih.!”


Arka menoleh ke Bi Ana (42) dan mbak Ratih (27) selaku asisten di rumah Arka, lalu tersenyum menuju tempat duduk Luna dan memberikan susu yang dibuatnya. Akhirnya Luna dan Arka sarapan bersama sebelum Arka berangkat ke kantor.


Mereka sarapan bersama sambil terus menikmati suasana tenang bersama pagi yang beranjak menuju siang hari yang terus mereka hiasi dengan canda tawa serta masalah silih berganti.


Beberapa menit setelah sarapan, Arka pamit pada Luna untuk berangkat kerja, Lunapun sebah pada Arka dan menjadi kebiasaan Arka pasti mengecup kening, pipi kanan kiri Luna dan tak lupa bibir Luna. Semua aktivitas itu selalu dilakukan oleh Arka Luna, ditambah satu lagi kecupan di perut untuk calon anak kembar mereka.


“Assalamu’alaikum..”


“Wa’alaikumsalam..” Luna menjawab salam Arka.


Akhirnya Arka sampai di Kantor dan langsung menuju ruangannya.


“Akhirnya lo sampai juga di kantor Ar! Gue udah menunggu lama.!”


“Tumben kamu lebih awal datang dari pada aku.!”


“Untuk hari ini! Karena Klarifikasi di Dubai hari ini harus di siapkan, dan besok lo harus terbang ke Dubai dengan jadwal terbang siang dari Sini malam sekitar pukul 10 malam lo nyampek sana. Di sana sudah aku pesankan hotel dan segala macam yang lo butuhkan.”


“Wah cepat sekali! Ternyata kerjamu cepat juga!?”

__ADS_1


“Semua demi lo Ar! Dan demi kembali ke kantong gue yang semakin akan menebal! Jadi gue harus cepat seperti kilat! Des! Des!!” Tangan Rama sambil mempraktekkan kecepatan kilat yang biasanya bergerak cepat.


TERIMAKASIH READERS RINDU SANG PRESDIR YANG SELALU SETIA MENUNGGU UP DEMI UP dari BAB SELANJUTNYA.., Semoga Author semakin semangat..untuk rajin Up


__ADS_2