
Luna tersipu malu, karena lagi-lagi digoda suaminya. Tanpa berkata Luna menjawab dengan anggukan dan masih tersipu malu.
Makan siang sudah selesai, karena ingin menikmati rumah baru, mereka berdua pergi ke kolam renang, suasa di sekitar kolam renang kalau siang tidak seindah di waktu malam, karena kalau malam hari, cahaya lampu dan terangnya sinar bulan yang menerangi, semakin membuat woouww, mereka bercengkrama begitu hangat, nyonya Arka itu mendekati kolam renang lalu duduk di tepi kolam sambil memasukkan kakinya yang mulus, hingga kaki jenjangnya basah karena sentuhan air kolam renang.
“Kamu mau renang nduk..?”
“tidak Bu, cuma pingin dinginin kaki saja.”
“Kirain mau renang.”
“Renang juga tidak apa, pasti segar kalau siang begini kita renang bersama, lagian halal kalau suami istri renang bersama, kalau butuh pakaian renang di almari kamarmu sudah ada, tinggal pakai saja, jangan hawatir, pakaian renangnya udah aku siapin yang muslimah, bukan yang terbukz, aku tidak mau kalau ada yang lihat istriku ketika renang, nanti bisa-bisa mereka keluar salivanya.”
“Mas Arka apa paan sih, malu tau jujur amat omonginnya, di dengar Ibu itu lho.”
Bu Imah yang mendengar kata-kata anaknya jadi merasa menjadi pihak ke tiga dari kedekatan yang mulai dibangun oleh anak dan menantunya itu, dia tersenyum lalu pamit, beralasan untuk melihat sudut lain dari rumah mereka berdua.
“Ibu akan melihat tempat yang lain dari rumah kalian ya nak Arka, kalian di sini saja, biar kalau Ibu kembali ke sini tidak perlu lagi mencari kalian di rumah sebesar ini.”
“Baik Bu..”
Tanpa pikir panjang Arka yang sangat ingin berenang, langsung lari melompat ke kolam, biyurrr..
“Aaa...!” Luna yang tidak siap menghindar dari guyuran air kolam jadi basah semua.
“Mas Arka kenapa langsung lompat, lihat Luna basah semua.”
Arka dengan sengaja malah berenang mendekati istrinya, lalu menarik tangannya dan mengajak istrinya nyemplung ke kolam, karena istrinya juga sudah sangat pingin berenang tapi masih malu-malu, berlahan menggerakkan tubuhnya meliuk-liuk menyisir hamparan air di kolam yang bagitu segar. Bos HJG yang melihat tingkah istrinyaitu senyum-senyum sendiri, dia merasakan hawa kebahagiaan yang begitu dahsyat merasuk dalam hatinya, melihat istrinya berenang dengan sekali-kali mengapungkan tubuhnya, Arka malah menyelam lalu mengangkat tubuh istrinya itu dari bawah dan menggendongnya bak bridal style.
“Mas apaan sih..,” dengan muka yang sangat merah Luna memukul dada bidang suaminya berharap suaminya segera menurunkan tubuhnya, tapi semakin Luna berontak gendongan Arka semakin kuat, tiba-tiba dengan spontan Arka mendaratkan bibirnya di pipi istrinya itu, dan barulah melepas gendongannya, lalu dia berenang kembali, Luna yang mendapat serangan tidak terduka dari suaminya, berdiri kaku di tempatnya.
“Ayo berenanglah, emang mau berdiri di situ terus..,”
Nyonya Arka itu ahirnya berenang lagi dengan wajah yang merah, senyum kecil menghias di sudut bibirnya yang ranum. Mereka begitu asyik berenang bersama, tanpa menyadari sepasang mata Bu Imah mengawasi gerak canda tawa anak dan menantunya, dari dalam hati bait-bait do’a terus diberikan Bu Imah kepada sepasang suami istri itu, karena Bu Imah juga tidak pernah membayangkan kalau dia akan mendapat menantu yang begitu kecukupan segala-galanya.
Tidak terasa sudah hampir satu jam Arka dan Luna berenang dengan penuh rona bahagia, Arka keluar dari kolam lalu membersihkan dirinya untuk berganti baju, karena mereka berenang tanpa kesengajaan pakaian yang kering tidak tersedia, ahirnya setelah mandi, Arka hanya melilitkan handuk di pinggangnya dan mengambil baju di kamarnya sendiri.
__ADS_1
Selain mengambil bajunya, dia mengambil baju di kamar Luna, karena kemarin sebelum pindah ke rumah barunya, Arka sudah menyiapkan berbagai macam baju muslimah yang dibelikan oleh melani, sengaja menyediakan baju untuk istrinya.
Setelah selesai dia langsung kembali ke kolam di mana Luna masih tetep santai berenang.
“Sudah apa belum? Kalau sudah ini ganti bajunya, aku akan ganti baju juga.”
Karena Luna malu melihat Arka yang hanya pakai handuk, dia hanya menganggukkan kepala tanpa melihat langsung kepada suaminya.
“Ayo, apa kamu tidak kedinginan berenang terus, tidak perlu bergantian ke kamar mandinya, kamar mandinya ada dua, itu sama itu, apa perlu aku gendong lagi untuk mandi.”
“Jangan!” Luna buru-buru berdiri dan berjalan menuju tepi kolam untuk mandi, dengan malu-malu dia mengambil baju ganti yang dibawa suaminya.
Lagi-lagi Arka menggoda istrinya dengan menarik tangan saat meminta baju darinya, alhasil Luna menabrak tubuh Arka dan bruk, meraka berpelukan. Wajah merah Luna bercampur pucat karena kedinginan terlau lama berenang.
“Tidak usah malu. Buka matamu,” Luna membaranikan diri membuka mata sedikit dicicil setelah kanan terbuka lalu baru yang kiri terbuka. Senyum mengembang di bibir Arka merasa menang dan puas membuat istrinya semakin malu dan salah tingkah.
“Sudah ayo mandi bersama.”
“Tidak mau! Jahil amat sih mas.”
“Tidak! pokonya tidak boleh, nanti dilihat Ibu,” Luna memberi alasan yang tidak bisa ditolak oleh suaminya, dan ahirnya dia melepas pelukkannya. Mereka pun membersikah diri masing-masing di kamar mandi yang berbeda.
Hari sudah beranjak sore, karena Arka tadi siang sudah berjanji mengajak jalan-jalan Luna dan Bu Imah, dia pun mengingatkan akan janjinya itu, tapi sayangnya Bu Imah tidak mau ikut, karena dia mau istirahat, dia memasang alasan agar Arka dan Luna berduaan saja.
Bu Imah berharap kalau sepasang suami istri itu bisa lebih dekat, karena dia tau kalau proses pendekatan mereka sama sekali tidak ada, sekali pun Arka sudah merasa punya hati pada saat sebelum mereka menikah, karena dia faham kalau Luna masih dalam proses pendekatan. Mereka pun berangkat, dengan sengaja Arka memakai sepeda motor milik Arka yang sengaja di sediakan untuk jalan-jalan pagi atau untuk belanja nantinya.
“Tumben Mas Arka memakai motor? Apa tidak malu kalau nanti di lihat orang atau ada bahaya.”
“Tidak, supaya romantis kan istriku bisa peluk aku kalau ada bahaya, beda kalau naik mobil, cuma duduk sampingan doang.”
“Apa? Ngeres banget sih pikiran mas Arka, kalau naik kendaan itu ada alasan supaya lebih manfaat bukan untuk pelukan.” Sambil memanyunkan bibirnya Luna tetap naik motor dibonceng suaminya.
“Awas pegangan yang kuat biar ndak jatuh.”
“Ini kan sudah pegangan mas..”
__ADS_1
“Belum, gini Lo,” Arka mempererat pegangan istrinya agar memegangnya tanpa malu-malu, al hasil Luna malah memeluk Arka.
Tanpa disadari oleh suami istri itu, para pengawal pada senyum-senyum sendiri melihat majikaannya yang ngoyo ngerjai istrinya, mereka juga paham kalau mobil tersedia, tapi majikannya itu malah milih pakai sepeda motor.
“Sudah siap, kalau sudah kita berangkat ya?”
“Iya, tapi jangan ngebut ya.”
“ngebut buat apa? Masak di hunian kayak gini ngebut."
Sepeda pun melaju dengan kecepatan sedang, tanpa mereka sadari ada kucing lewat dan tidak bisa dihindari bos HJG itu, efeknya dia malah mengerem dadakan yang membuat Luna menjatuhkan tubuhnya di punggung suaminya.
“Aaa! Apaan sih mas Arka, bikin kaget saja, Luna jadi deg degan nih.”
“Sabar ada kucing lewat tanpa permisi, lihat kucingnya lagi hamil juga kan, masak mau mas tabrak.”
“O.., kasihan sekali ya, perutnya besar banget, kira-kira di mana juga lakinya, masak pasangan hamil besar kayak gitu dibiarin jalan-jalan sendiri.”
“Kamu ngomong apa sayang, namanya saja kucing, masak jala-jalan mesti dianterin ke mana-mana, lagian kita tidak tau si laki kucing punya berapa betina.”
“Iy juga ya.” Luna manggut-mnggut sendiri.
Arka tersenyum melihat istrinya yang masih mikir si kucing itu. Dalam hati Arka berkata namanya cewek sepintar apa pun pasit kalau urusan sayang sayang kadang lemot juga, Bos besar itu masih saja tersenyum sendiri dan tetap melajukan motornya menuju tempat tujuan.
Selang 20 menit kerena jalannya muter-muter, mereka pun tiba di tempat yang Arka ingin tunjukkan pada istrinya.
“Ha! Tempat seperti ini apa bagusnya Mas, cuma gundukan batu doang?”
“Sebentar, tunggu dulu, sebentar lagi pasti kamu akan melihat pemandangan yang luar biasa, karena kemarin saat aku mencari rumah baru kita, tanpa sengaja aku melihat tempat ini, dan aku sudah tanya pihak kantor pemasaran tentang tempat ini, memang pada jam seperti yang kita tunggu sekarang, pasti kita akan melihat pemandangan yang luar biasa dari atas batu besar ini, ayo sini.”
***
ingat tetep Vote like dan bintangnya ya Readers..
Kayaknya lucu juga ya, si Sultan naik motor sama istrinya..
__ADS_1