RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 50


__ADS_3

Dia berharap sekali kalau Luna dan Arka segera punya momongan lagi.


“Sudah dulu ya Bu.” Luna menutup telepon dan kembali fokus dengan Arka.


“Bagaimana sayang? Makan malam kita sudah selesai, apa kamu sudah siap menginap bersamaku?”


Luna tersipu malu, dia hanya diam menggapi pertanyaan dari Arka.


“Sepertinya istriku setuju dengan pertanyaanku.”


Tanpa persetujuan Luna Arka berdiri mendekati Luna dan memegang tangannya, Luna yang masih deg degkan ternyata bukan untuk pergi ke tempat yang dimaksud Sisi, tapi Arka malah menjentikkan jarinya.


Terdengarlah musik yang sangat romantis, lalu lampu sorot yang sangat terang menerangi mereka berdua dan Arka perlahan mengajak Luna berdansa, pelan-pelan seirama dengan musik yang mengiringi gerak tubuh mereka, pada saat Luna mulai terasa lebih santai, Arka membimbing Luna mempercepat ritme dansanya.


“Sudah, ayo kita pergi,” Arka mengajak Luna berlari menuju mobil sambil tertawa.


“Mas, apa Mas sudah mengurus semua biaya kejutan ini?” Arka malah terkekeh.


“Jangan seperti itu, suamimu ini masih waras, kalau tidak dengan biaya, tidak mungkin kita dapat makan di tempat tadi.”


Arka terus melajukan mobilnya 20 menit, 30 menit 40 menit, sampailah mereka berdua di bangunan megah. Ya hotel bintang 5 milik keluaraga Sisi. Arka juga ikut berperan dalam pembangunan hotel itu.


“Mas.., Hotel apa ini, bagus dan Indah sekali?”


Dasar Luna orang Desa yang tidak pernah menginap di hotel semegah itu, hanya melongo dan tertegun tidak bergerak ketika keluar dari mobil yang pintunya telah dibuka oleh Arka.


“Hai sayangku, tidak perlu sekaget itu, ini hanya sebagian kecil.” Arka malah menggigit kecil leher Luna lalu menghisapnya.


“Auw Mas Arka, ini di tempat umum,” Luna mencubit pinggang Arka.


“Auw, manis sayang,” Arka terkekeh melihat wajah Luna yang begitu merah dan kaget dengan serangan tiba-tiba Arka.


“Sudah ayo masuk, jangan bilang mau di sini terus.”


Luna mengikuti Arka yang berjalan dulu, dia tidak mau melepaskan Arka, yang biasanya Arka selalu menggandengnya duluan, kini Luna yang begitu erat meraih tangan Arka dan digandengnya, mereka masuk ke dalam hotel, karena Arka sudah memegang kartu kamar dia langsung menuju tempat yang sudah dia hafal.


“Mas Arka kenapa tidak ke Resepsionis?” Arka hanya tersenyum ketika Luna membisikkan kata itu ke telingan Arka.


“Mas.., nanti kita dianggap ilegal sama pihak hotel.”


Arka masih diam, sampai pada saat Luna sudah memegang sangat erat lengan Arka, baru dia berkata.

__ADS_1


“Kita sudah punya kartu hotel sayang, ini kan hadiah dari Sisi.”


Luna tersipu malu, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu melihat langit-langit hotel.


Arka mengajak Luna menuju kamar tujuan, dan ahirnya sampailah mereka di depan kamar, Arka membuka pintu kamar dan langsung menggendong Luna bak bridal style, kemudian membaringkan Luna di tempat tidur yang sangat luar biasa megahnya.


“Mas, ini beneran tempat tidur hotel Mas?”


“Memang menurutmu apa?”


“Iya sih, hotel tapi Luna belum pernah ke tempat seperti ini.”


Saat Arka sudah siap mengungkung Luna, dia malah lari turun menuju kamar mandi, Arka tersenyum melihat tingkah istrinya.


“Sudah berkali-kali juga kita menyatu, tapi masih saja kamu seperti baru pertama melakukannya denganku.”


Lama Arka menunggu Luna sambil bermain Hp mengecek email dan pesan yang datang, tapi dia tidak kunjung ada suaranya. Karena penasaran, Arka beranjak dari tempat tidur lalu membuka bajunya, bersiap membersihkan badannya juga.


“Kenapa belum mandi dan masih di sini sayang?” Arka masuk kamar mandi dan melihat Luna yang masih belum membasahi badan.


“Sini.” Arka mengangkat tubuh Luna dan diajaknya masuk ke dalam bathtub, perlahan Arka melepas baju Luna lalu meminta Luna untuk melepaskan bajunya.


“Mau yang hangat apa yang dingin?”


Gemericik air membuat mereka lupa bahwa malam semakin larut, mereka saling bertaut kali ini Arka yang mendominasi, tidak ada penolakan yang berarti dari Luna, karena dia sudah mulai terbiasa dengan gaya menyatunya mereka.


“Dingin Mas..”


Mendengar kata dingin dari mulut istrinya Arka mengangkat tubuh Luna menuju tempat tidur King size, ritme penyatuan lahir batin mereka semakin naik level tinggi, Arka dengan sangat lembut terus mengesplor titik sentif Luna, tidak ada satu pun yang terlewatkan, hanya desisan Luna dan sedikit erangan mengiringi pergulantan mereka.


“Gunung kembarmu semakin hari semakin bertambah ukuran sayang, aku suka.”


Luna tersipu malu mendengar bisikan suaminya, Arka terus beraksi dan meninggalkan tanda kepemilikan di tubuh Luna, tidak ada satu area sensitif yang luput dati tangan dan lidah Arka, hingga membuat Luna bak cacing kepanasan, karena Arka sangat menjaga pola makan dan oleh raga, tenaganya membuat istri kesayangannya begitu terpuaskan berkali-kali, sampai pada Arka melepaskan amunisi ke rahim Luna.


“Aaa hess ah..” terdengar suara Arka yang melepas milyaran keturunan di rahim istrinya, dan bersamaan pula Luna menggigit kecil pundak Arka serta mencengkaram punggung Arka, mereka mencapai puncak bersama-sama dan melepaskan tubuh masing-masing.


“Selamat tidur sayang,” Arka mengecup kening Luna lalu menarik nafas panjang dan merebahkan tbuhnya di samping Luna.


“Lekas tumbuhlah sayang, Daddy menunggumu,” Arka mengelus perut Luna, kemudian memeluk tubuh istrinya itu, mereka pun melepas lelah sampai fajar mulai menunjukkan cahayanya.


Ketika sayub-sayub Shubuh datang, Arka yang terlebih dulu sudah bangun dan sudah bersuci, tidak tega rasanya ingin membangunkan istrinya itu, dia lama menatap wajah wanita muda yang datang dalam hidupnya dengan jalan yang tidak pernah dia pekirkan itu, ahirnya Arka malah memeluk tubuh istrinya yang masih seperti bayi itu dan ikut tidur kembali.

__ADS_1


Karena merasa ada benda berat yang menindih tubuhnya Luna mulai menggeliat dan mencoba membuka matanya yang begitu lengket, dia melihat suaminya tidur sambil memeluk tubuhnya hingga membuat dia susah bergerak, ahirnya dengan hati-hati Luna memindahkan tangan suaminya kemudian bangkit menuju kamar mandi.


“Kamu sudah bangun sayang?” merasakan tubuhnya seperti ada yang menggeser, membuat Arka terbangun.


“Iya, Luna mau mandi.”


“Aku temani lagi ya?”


“Tidak mau, capek,” Luna bergegas lari ke kamar mandi, hawatir candaan Arka benar adanya.


Arka yang merasa jenuh mengambil hp di nakas dan mengecek pesan masuk, dan dia melihat ada beberapa pesan dari Alex, orang kepercayaanya itu sudah hampir 50 persen menyelesaikan misinya, tinggal beberapa langkah lagi, dan strategi yang sudah di rancang dari awal, dilaksanakan Alex dengan baik, tidak ada satu celah pun bagi pihak lain untuk melemahkan kerja dan misi dari orang kepercayaan Arka itu.


“Sudah selesai sayang?”


“Iya,” Luna melakukan ritual pagi, karena sebelum Luna tau ada acara menginap, Arka sudah maminta Luna agar membawa mukena sama satu sarung.


“Bagaimana? Habis ini kita breakfast dulu apa mau santai melihat keliling hotel?”


Saat mereka berdua berbicara, pintu kamar mereka terbuka begitu saja, dan Sisi nyelonong masuk tanpa permisi.


“Kalian sudah puas dengan aksi kalian tadi malam? Jangan bilang kalian hanya main satu ronde itu tidak level.” Sisi melipat kedua lengannya sambil duduk di samping Arka.


“Ayo, kita jalan-jalan dulu, Sisi kangen sama abang,” sambil memeluk Arka Sisi seperti anak kucing yang menggesekkan kepalanya di lengan Arka.


“Dasar! Sudah besar masih bersikap yang sama, kayak pernah main bola di kasur saja, kamu belum cukup umur tau.” Sambil menjitak kening Sisi pelan.


“Kakak, sakit tau, memang Sisi belum pernah, tapi Sisi sering baca di novel-novel.”


“Jangan sering-baca yang kayak begitu, besok kalau sudah menikah dengan Zaki, pasti kamu tau sendiri.”


“Ap..., sampai sekarang Kak Zaki juga tidak respek sama Sisi.”


“Itu karena dia belum tau kalau kamu tertarik padanya, sudah kita siap-siap jalan-jalan.”


“Hah.., Kakak.”


“Di bilangi kok, lihat istriku sampai aku cuekin gara-gara tingkah adikku.”


“Idih.., kayak setiap hari saja, barusan Sisi ganggguin kalian tapi Kakak sudah ngeluh, tau-tau kalau Kakak cinta bingit sama Kak Luna.”


***

__ADS_1


Maaf ya Readers sayang.., baru bisa Up karena sibuk di dunia nyata Author, terimakasih sudah setia menunggu Up bab baru, salam sayang dan ridu untuk kalian, tetap ingat like dan votenya ya.., eeemuuaa


__ADS_2