RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 63


__ADS_3

Luna dan Bu Imah karena rindu dengan sanak saudara mereka pun bergantian memberi salam, sampai lupa bahwa mereka harus jaga jarak saat ada pandemi yang masih harus mentaati protokol kesehatan.


Luna dan Bu Imah saling melepas rindu, sedangkan Arka terus berbincanng-bincang dengan saudara Luna yang beru Arka kenal, tidak ada rasa canggung diantara mereka semua, malah yang masih balita, semua begitu nyaman duduk di pangkuan Arka dan saling berebut mencari perhatian Arka.


“Sayang-sayang kasian Om.., jangan berebut minta di pangku,” satu dari Mama anak yang minta pangku Arka mengajak anaknya beranjak dari pangkuan Arka yang sudah penuh.


“Tidak apa mbak, santai saja.” Arka meyakinkan wanita itu bahwa dia nyaman dengan anak-anak.


Banyak pertanyaan di benak Arka yang masih di pendamnya, benar saja Ibu mertuanya begitu rindu dengan kampung halaman, karena memang suasana keluarga Luna begitu hangat, sekali pun dengan berbagai keterbatasan.


Mereka semua bercanda dan sesekali menggoda Luna dan Arka.


“Tante Luna dan Om Arka kapan punya momongan, dan sudah berapa bulan kalian menikah, sayang kita semua tidak ada yang di undang?” Satu dari keluaraga Luna yang mungkin berusia sekitar 40 tahun.


Luna dan Arka saling berpandangan sekali pun jarak duduk mereka berjauhan. Arka dan Luna saling melemparkan senyum yang penuh tanda tanya.


“Doanya Bude, semoga kami segera diberi momongan, pinginnya Luna setelah lulus kuliah, tapi Luna pikir untuk apa di tunda, sedikasihnya saja.” Luna menjawab pertanyaan wanita itu.


“O.., bagus itu, tidak usah ikut kontrasepsi dulu.”


“Iya, bude.”


Lama mereka bercengkrama, karena sudah merasa puas, Luna pun pamit ke pada keluarganya untuk sebentar jalan-jalan menikmati pemandangan Bromo. Sedangkan seluruh rombongan sudah terlebih dulu menyusuri Indahnya Gunung Bromo, begitu juga dengan Indah dan Rama.





Indah dan Rama sangat menikmati kebersamaan yang mereka baru jalani beberapa bulan, karena dua bulan lagi, mereka juga akan melangsungkan pernikahan, Indah masih malu-malu ketika Rama Ingin bersikap lebih manis padanya.


“Mas Rama jangan berlebihan ah, Indah malu,” Indah berbisk di telingan Rama karena tidak nyaman dengan godaannya Rama yang sesekali ingin memeluknya.


“Tidak apa, sebentar lagi kan kita juga mau menikah.”

__ADS_1


“Tapi Indah malu..”


“Ya sudah, Mas tidak akan memaksa.”


Karena Rama khawatir kalau calon istrinya itu tidak nyaman, Rama hanya menggandeng tangan Indah dan sesekali mangajaknya ngobrol sambil terus melihat pemandangan eksotis Bromo.


Tanpa terasa matahari yang tertutup awan, membuat terlena semua yang berada di tempat itu, karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, tapi karena semua masih asyik menikmati pemandangan, rasa lelah dan capek mereka tidak begitu terasa.


***


Di Tempat lain, Doni yang telah merencanakan sesuatu, telah menyewa Go Jeep untuk mencari keberadaan Arka dan Rombongan, Doni pun berkeliling sambil sesekali melihat pemandangan dan sesekali mengeluarkan kepalanya dari mobil Jeep yang di kendarainya.


“Dimana Arka? Aku belum melihat ada tanda-tanda mereka di tempat ini.” Doni berbicara sendiri.


Setelah beberapa menit Doni menebarkan pandangan, tak pelak Doni melihat Rama sekretaris pribadi Arka bersama seorang gadis yang agak muda, mereka duduk berdampingan seperti seorang kekasih.


“Rama! Ya! Itu Rama sekretaris pribadi Arka, berarti Arka pasti ada di sekitar sini.”


Doni berhenti sejenak sambil dari kejauhan melihat Rama dengan gadis di sampingnya. Tidak lama kemudian ternyata benar, Arka bersama seorang wanita yang mungkin istrinya naik mobil Jeep sejenis mobil yang di sewa Doni.


“Sayang ayo kita ke sebelah situ, itu ada danau kecil yang airnya membiru indah sekali deh.”


Luna menarik Arka mendekati tempat yang di tunjuknya, Arka pun terpesona dengan pemandangan yang memang benar-benar indah.


“Iya sayang indah sekali, kayak nama teman sayangku Indah.”


“Mas bisa saja deh.” Luna mencubit kecil Arka sambil memeluk Tubuh Arka dari samping, sedangkan Arka juga membalas pelukan Luna dengan mengeratkan tangan kirinya memeluk pundak Luna, mereka berdua melihat-lihat tempat itu.


Dari kejauhan ada mobil yang mendekati keberadaan Luna dan Arka, ya itu Mira yang sudah benar-benar menyusul Doni dan Luna ke Bromo, Mira benar-benar ingin memberi kejutan pada Luna bahwa dia ada di Bromo dan juga mencari Doni Kakak sepupunya itu.


***


Di Tempat pantauan Doni, Doni tidak tau kalau ada Mira datang ke Bromo menyusulnya, Doni hanya fokus memandang Arka dan Luna. Doni nafasnya memburu seperti menahan luka kecewa, cemburu, dendam dan entah apa yang dirasakannya.


__ADS_1


Doni pun menekan gas mobil Jeepnya mengarah cepat di mana Luna dan Arka berada, sedangkan Arka dan Luna tidak merasa ada yang aneh, Luna dan Arka masih bercanda-canda dan sesekali melakukan kiss sambil berpelukan banar-benar mereka menikmati masa seperti bulan madunya.


“Mas.., Luna haus.” Luna merengek minta minum pada Arka.


“Tapi minumnya ada di mobil, ya sudah tunggu di sini, Mas akan ambil.”


“Iya Luna tunggu ya.”


Arka pun berlalu tanpa menyadari ada bahaya yang sedang mengancam nyawa Luna, Doni benar-benar kalap. Dia terus menekan gas mobil Jeepnya dengan kecepatan penuh, yang ada di pikirannya hanya bagaimana Arka bisa menderita seperti derita yang dirasakan.


“Awas..!! Luna..! minggir..!!” Mira berusaha memanggil Luna karena ada mobil dengan kecepatan tingga menuju tempatnya.


Mira, setelah dia turun dari mobil Jeep, dia langsung berlari ke tempat Luna berada, Mira ingin membuat kejutan, tapi tidak di sangka malah ada bahaya yang mengancam Luna.


Karena mendengar teriakan Mira, Luna kaget dan seketika melakukan posisi kuda-kuda lalu melompat dengan ketinggian penuh menghindari mobil yang melaju menuju tempat Luna berdiri.


Melihat Luna yang berhasil menghindar karena Luna memang punya ilmu bela diri, Doni malah membabi buta. Dia memutar mutar mobilnya dan Brakkkkkk! Tubuh Mira tersungkur karena terserempet mobil Jeep yang dikendarai Doni.


Setelah menyerempet Mira, tubuh Luna yang tidak jauh juga ikut terserempet lagi, hingga Luna berguling-guling karena menghindari mobil Doni.


Doni masih saja menyetir mobil tanpa henti sambil tertawa terbahak bahak, karena merasa menang, dan pada saat Doni lengah, Alex yang juga tidak jauh dari posisi Arka, mengejar Doni dan berhasil menghadang mobil Doni dan menyeret Doni keluar dari Go Jeepnya.


Doni yang sudah di bekuk Alex di ajak ketempat Arka dan Luna berada. Pada saat Doni yang tegang dan berusaha melepas bekukak Alex, Seketika Doni sadar! Karena sekilas Doni melihat adik kesayangannya berada di tempat itu dan pingsan dengan tubuhnya penuh darah.


Sedangkan Arka yang terperajat dengan kejadian yang begitu mendadak, seketika berlari mendekati Luna, karena posisi mobil sewaan Arka agak jauh dari awal mereka berdiri, Arka pun agak terlambat menolong Luna yang sudah berguling-guling dan dalam keadaan pingsan pula.


“Luna..! Tidak! Luna...Sayang sayang sayang tolong bangun-bangun..!” Arka berteriak mencoba membangunkan Luna, Arka memeluk erat Luna yang terkulai lemas di tanah.


“Sayang..please..bangun..”


Arka menangis histeris sambil terus menggucang tubuh Luna, dia berharap istri kesayangnnya cepat bangun.


Karena melihat tidak ada respon dari Luna, Arka langsung mengendong Luna dan membawanya naik mobil, Arka melajukan mobilnya sekali pun jalan pegunungan begitu penuh tantangan.


Di benak Arka, hanya berharap Luna tidak apa-apa, Arka terus melajukan mobilnya, dan membawanya ke klinik tempat yang baru saja dia resmikan pagi ini, saat di depan klinik, banyak orang yang terkejut melihat Arka dan Luna dalam keadaan lusuh dan tubuhnya penuh debu dan kotor.

__ADS_1


“Cepat..!! panggilkan tim medis cepat, siapa saja yang bisa cepat tangani istri saya. Cepat!!!”


__ADS_2