
Sedangkan Indah, karena Rama minta Sate pesanannya, Indah pun menyempatkan untuk membeli sate sebentar, dan tanpa ragu dia memesan Sate Kuat segala macam.
Sampai di rumah, Indah sudah menjumpai suaminya di ruang tamu sedang menghadap laptop sambil sesekali jari jemarinya menari di papan keybord laptopnya.
“Baru pulang..?”
“Iya, Mas maaf terlambat, aku mandi dulu ya Mas, nanti aku siapkan makan malamnya, tadi aku sudah beli sate pesanan Mas Rama, antri juga makanya agak telat sampai, rumah.” Sambil berlalu dan menaruh sate yang telah dibelinya, Indah menuju kamarnya siap untuk bersihkan badannya.
“Iya, aku tunggu.” Rama masih aktif dengan alat kerjanya, tapi perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi, dari tadi siang dia belum makan, hanya makanan ringan sebagai pengganjal perutnya karena saking sibuknya kerja.
“Kanapa istriku lama sekali? perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.” Karena Rama yang sudah hamper 10 menit menunggu untuk makan malam, beranjak dari tempat duduknya dan mendekati meja makan.
Dia malah menyiapkan sate yang masih dalam bungkusan untuk ditaruh di piring dan disiapkan di atas meja makan sekalian dengan piring dan peralatan makan lainnya, dia juga menyempatkan membuat jus Anggur kesukaannya.
“Mas Rama, maaf aku lama, malah mas Rama yang nyiapain makanannya.”
Rama malah menghampiri Indah dan memegang kedua pundak Indah lalu mengajaknya untuk duduk di kursi serta mempersilahkan untuk duduk, kemudian dia baru duduk di hadapan Indah.
“Ayo makan aku sudah sangat lapar.”
Indah tersenyum manis ke Rama, kemudian dia pun mengambil seporsi makanan beserta sate yang dibelinya tadi.
Indah yang melihat Rama makan sate yang sangat lahap, sesekali menghentikan kunyhan makanan yang ada di mulutnya karena melihat suaminya, yang begitu asyik makan.
“Maaf Mas.., apa tadi siang Mas Rama belum makan?”
“He hem.”
“kenapa tidak makan?”
“Sudah ayo makan dulu, keburu dingin, tadi tidak sempat makan karena numpuk gawenya, Cuma makanan roti saja tadi.”
Akhirnya Indah pun makan dan menghabiskanporsi makan yang diambilnya.
“Alhamdulillah kenyang..” Rama mengelus perutnya dengan bibir yang menyunggging tipis sambil melirik Indah yang meneguk, jus Anggurnya.
Rama melihat leher Indah yang naik turun karena efek menelan Anggur yang diminumnya. Rama juga sedikit menelan air liurnya sambil lebih menahan diri untuk tidak menerkam dulu Istrinya yang baru dinikahi sekitar 4 buan itu.
“Mas Rama kenapa? Kenapa melihat Indah?”
“Tidak apa-apa, apa kamu lapar juga.”
__ADS_1
“Ya lapar Mas, Cuma tadi di rumah Luna sudah banyak makan camilan, tapi tetep saja serasa belum makan kalau belum sama nasi, hehehhe.”
“sehabis ini kamu mau apa?”
“Mau baca-baca Mas, matkul besok, sambl nemenin Mas di situ.”
“Indah menunjuk, tempat di mana Rama tadi.”
“Baiklah, tapi sebentar aku akan ke teras, rasanya, badankku agak panas.”
“Iy baiklah, aku akan tunggu di shofa ya Mas.”
“Iya kesitulah.”
Rama pun beranjak menuju teras sambil mengibaskan kaos yang dipakainya, dia tidak merasa curiga dengan panas yang dirasakannya.
Ya sate yang dipesan Indah memeng terkenal dengan ramuan rahasia yang di peruntukkan laki-laki dewasa sebagai penambah energy, sehingga banyak para Bapak-bapak yang lebih berminat dengan sate dengan Nama Kuat segala macam.
Rama tidak mengingat fungsi sate yang telah dimakannya, 10 menit kemudian setelah Rama mencoba untuk meregangkan otot tubuhnya dan mencoba untuk rileks karena dia harus mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.
Rama yang sudah merasa agak sejuk, kemudian masuk ke ruang tamu, untuk melanjutkan pekerjaannya, di sana istrinya serius membaca buku Referensi mata kuliahnya.
Tiga menit berlalu, lima menit berlalu, tuju menit berlalu, Rama semakin tidak bisa focus dengan pekerjaanya, ada sesuatu yang merasuk mengalir di tengkuknya, entah apa itu, tapi sesekali dia melihat istrinya, dan ingin sekali menerkamnya.
Tapi karena pekerjaan masih sedikit lagi, dan jam sudah menunjukkan pukul 20 malam, Rama terus menahan diri, dalam hati dia sudah menyadarai bahwa sate dengan ramuan hebat itu sudah mulai bekerja.
“Tahan Rama…! Sedikit lagi.” Rama denganstres mengacak rambutnya sendiri, dia sdah benar-benar tidak focus.
10 menit berlalu, Rama langsung menutup laptopnya. “Alhamdulillah.” Dengan suara keras sampai membuat Indah kaget.
“Apa Mas..!” buku yang dipegangnya sampai terjatuh dipangkuannya.
Rama yang tidak membalas Indah langsung mendekati Indah dan mengendong Indah bak Bridal style, kemudian masuk ke kamar mereka.
“Mas Rama, apa yang Mas Rama lakukan..?”
Rama tidak lagi menjawab keluhan Indah, dia malah melahap bibir Indah dengan mengbungkam suara Indah yang ingin berontak.
“Emmm Emm Mas…” Indah mencoba lepas dari lumatana bibir Rama.
Tapi Rama malah merasa keseruan telah terjadi, dia menambah lumatannya hingga membuat Indahikut terhanyut dengan kenikmatan yang diberikan Rama padanya.
__ADS_1
Rama membaringkan Indah di tempat tidur mereka, kemudian beraksi, sambil bibirnya komat kamit seperti membaca doa, lalu melepas apa yang ada dalam tubuhnya, lalu melancarkan eksplorasi lagi ke Indah yang berbaring di dalam kungkungannya.
“Mas Rama.., ish….” Indah mengeluarkan suara yang membuat Rama semakin bersemangat.
“Mas..” sekali lagi Rama tambah bersemangat, titik sensitive Indah semua di eksplorasi hingga Indah kuwalahan untuk berekspresi.
“Mas..,” Indah mencoba ampun dari Rama tapi Rama semakin menambah volume gerakannya.
“Mas.., Indah tidak kuat lagi, ayo selesaikan Mas..”
Permintaan Indah tidak kabulkan oleh Rama, karena dia energinya masih belum sedikitpun berkurang, hingga Indah menjerit panjang sambil menghentakkan dadanya yang diangkat agak tinggi sambil memeluk Rama.
Rama membari jeda sebentar pada Indah dengan beberapa hembusan nafas yang di keluarkan Indah, kemudain dia beraksi lagi membuat Indah terasa menggigil. “Mas…”
Rama terus saja mengeksplorasi dengan benar-benar mengisap kecil menggerakkan jari jemarinya, menelusuri semua titik sensitif Indah hingga tidak lama Indah pun berenergi lagi.
“Mas Rama…, tolong…” Indah minta disudahi dan Rama pun juga mulai akan memuncakkan gerilyanya, dengan senyum tipisnya, Rama berhasil membuat Indah menjerit panjang untuk yang ke dua kalinya, sambl ke dua tangannya, memeluk erat Rama.
“Huh…! Alhamdulillah…, Allah Allah Allah.” Rama pun mencium kening istrinya itu, lalu merebahkan tubuhnya di samping istrinya sambil manarik selimut untuk menutupi kedua aurat mereka berdua.
“Mas Rama…”Indah menghadap Rama lalu memeluknya.
Lagi-lagi Rama memeluk Indah dengan mengecul dahi Indah.
“Bagaimana?” Rama tersenyum penuh kemenangan sambil bertanya pada Indah.
“Mas Rama..!” Indah memukul kecil dada bidang Rama sambil malu-malu bersembunyi di ketiak Rama.
“Kenapa malu..? kita sudah jadi suami istri selama 4 bulan, tidak perlu malu.”
“Mas Rama, malu ya malu.” Indah menambah pelukannya kepada Rama.
“Aku tidak bisa bernafas kalau erat-erat.” Rama menggoda Indah.
“Ah.. Mas Rama..” Indah malah menggelitik perut Rama hingga Rama reflek menggangkat tubuh Indah lalu memeluknya erat di dadanya.
Hai Readers kesayangan RSP, untuk BAB ini, khusus untuk yang sudah menikah ya...
Untuk yang belum.., kalau sudah siap semoga lekas dapat pemimpin Rumah tangga yang BERAKHLAQ BAIK.., begitu juga sebailiknya kalau cowok dapat istri baik.
INGAT VOTE n like nya ya READERS kesayangan..lov lov untuk kalian
__ADS_1