
Akhirnya ke dua orang tua dan anak itu saling melepas semua rasa dan saling meminta maaf.
“Terimakasih Ma, Pa, sudah adauntuk Mira.”
“oiy Ma, Pa, kabar orang yang menabrak Mira bagaimana? Semoga dapat hukuman yang setimpal, karena melukai orang dengan sengaja itu hukumannya sangat berat. Terus kabar Luna bagaimana juga Ma, Mira ingin tau keadaannya.”
Mama dan Papa Mira saling berpandangan, karena orang yang ditanyakan Mira atau orang yang sengaja mau mencelakakan dia dan temannya adalah Kakak yang sangat Mira sayngi dan yang paling dekat dengan Mira.
“Kenapa Mama saling menatap, memang apa yang terjadi dengan orang yang menabrak Mira, atau jangan-jangan orangnya kabur, terus polisi belum berhasil menangkapnya ya Ma, Pa?”
“E Eh tidak Mira, semua sudah dibereskan dan di urus pihak yang berwajib, bukan begitu Pa?”
“Iya Mira, kamu tenang saja, semua sudah ditangani oleh pihak yang berwajib!”
“Ya sudah kalau begitu deh, semoga dapat hukuman yang setimpal itu orang, masak dengan sengaja mau mencelakai orang!.”
Di dalam Hati Orang tua Mira sangat bersedih, karena orang yang menabrak dengan sengaja adalah Doni Kakak sepupu yang sangat di sayangi Mira, karena Mira sendiri juga anak tunggal dan tidak mempunyai saudara.
“Ma, Pa, mengapa melamun?”
“Tidak Mira sayang, kami bersyukur karena kamu baik-baik.”
“Iya Mama, Mira tidak akan segampang itu terluka, Mama dan Papa kan tau sendiri kalau Mira orangnya pantang menyerah.”
“Iya sayang.., Mama dan Papa tau, bukan begitu Papa?”
“Iya Ma, itu benar!”
Papa dan Mama Mira masih merahasiakan apa yang terjadi dengan Doni, karena sejak Doni di tahan Polisi, dan ke dua orang tua Mira yang sudah mencabut kasus Doni, keadaan Doni semakin menghawatirkan, orang tua Doni tidak mau tau tau dengan keadaan Doni, hanya Kakak Doni yang sangat sibuk mengurus Doni.
Benar, Doni mengalami tekanan mental dan trauma Psikologis yang sangat akut, Kakak Doni Anan dan Istrinya yang sudah sampai di Indonesia langsung mengurus kasus Doni, banyak proses yang harus di lakukan untuk menyelesaikan kasus Doni, dan Kakak Doni Anan juga berterimakasih pada Pihak yang berwajib.
Pihak yang berwajib mengizinkan Doni untuk mendapat Rehabilitasi Mental dan mendapat pemantauan juga pendampingan dari para Psikolog, Kakak Doni juga berusaha membawa Doni ke rumah sakit Jiwa karena keadaan Doni sudah tidak bisa ditangani secara mandiri.
Karena Itulah orang tua Mira sangat hawatir, jika Mira mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi.
“Ma.., Ma, Ma!”
“Iya Iya Mira ada apa?” Mama Mira kaget, karena di sela dia bersedih dan melamun tentang keadaan Doni, Mira memanggil.
“Mama dan Papa kenapa sih..? apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Luna Ma?”
“Ti tidak sayang.., temanmu itu baik-baik saja, kemarin Mama sama Papa pas di kantor polisi, orang kepercayaan suami temanmu itu cerita, kalau Luna temanmu itu di bawa ke kota J.”
“Apa? Jadi Luna sudah kembali ke kota J ya? Ya.., tidak jadi senang-senang lihat gunung deh!”
__ADS_1
“Lain kali kan bisa sayang.., tidak langsung hari dekat ini kan..? Kamu juga harus sehat dulu.”
“Iya sih Ma. Terus Hp Mira Mana Ma?”
“Sebentar, Mama ambil ada di tas Mama.”
Mama Mira mengabil tas, dan pada saat Mira sudah menerima Hp nya ternyata batrainya habis.
“Aduh..! habis deh!”
“Tidak apa sayang, sini Mama colokkan dengan stop kontak yang ini.”
“Baiklah Ma, ini!”
***
Di tempat Rama dan Indah, semua pekerjaan yang sudah di laksanakan sudah selesai, dan besok semua rombongan sudah boleh pulang, petugas medis yang menyeleksi calon pegawai klinik, Resto A&L semua pegawai juga sudah selesai, pegawai Villa juga sudah selesai.
Semua persiapan sudah selesai, mereka tinggal kembali dan pulang bersama menuju ke kota J. Rama yang selalu mengirim laporan via email juga Hp, tidak pernah terlambat, semua laporan langsung masuk ke email dan Hp Arka.
“Sayang. Kamu sudah persiapkan semua hal yang perlu di bawa pulang kan?” Rama bertanya pada Indah.
“Sudah Mas, semua sudah selasai.”
“Bagus kalau begitu, kita besok langsung pulang tanpa mampir ke mana-mana ya?”
“Maafkan aku ya sayang, karena membuat liburan kita menjadi seperti ini.” Rama mendekat pada Indah yang sedang berdiri dan merapikan barang.
“Tidak apa Mas.., ini semua juga bukan salah Mas, tapi memang takdir Tuhan yang semua ini telah terjadi.”
“iya sih.., tapi Mas tetap merasa bersalah, seharusnya kamu aku ajak liburan yangkhusu untuk kita, bukan sambilan kerja seperti ini.”
“Tidak apa Mas, serius deh Indah tidak apa-apa.”
“Baiklah, terimaksih ya sayang. Kalau begitu Mas ke rumah Bu Imah dulu ya, sekalian mau melihat menu Restonya apa saja.”
“Baiklah hati-hati Mas.”
“Iya..”
***
Sementara itu di group macasaw, Lia begitu heboh memenuhi chat, tapi tidak ada yang merespon selama hampir satu minggu ini, terakhir ketika Mira pamit mau ke Bromo, dan itu pun belum dapat respon dari Luna dan Indah, tapi semenjak satu minggu setelah itu, semua seperti di telan bumi, Lia juga berusaha menghubungi Indah, Luna dan Mira, tapi nihil tidak ada kabar, Lia menelepom Kakaknya juga tidak bisa mengorek kabar dari Kakaknya.
Lia: Kalian pada ke mana sih..? benar-benar tega kalian padaku! Hikhikhikhik
__ADS_1
Lia: Awas kalian, karena telah menelantarkan aku.
Aku sudah telepon, wa, dan kirim sms, tapi kalian tega tidak meresponku, hikhikhik
Kalian begitu tega padaku..., Luna, Mira, Indah..kalian di mana?
Aku mau tanya siapa lagi, Kak Rama juga pelit info banget tentang kalian.hikhikhik
Kalian benar-benar tega..! Awas kalian. Aku akan marah pada kalian..hikhikhik tapi aku lebih
kangen pada kalian.. tau tidak sih..!
Chat wa group macasaw penuh dengan wa Lia, tapi kasihan belum ada yang merespon.
Karena Indah di larang Rama untuk mereson Lia, Mira juga belum pernah pegang Hp, dari sejak kecelakaan, apalagi Luna yang di larang Arka memegang Hp, hawatir Luna dapat kabar hoax benda pipih itu.
Lia yang berpikir dan mencari tau tentang sahabatnya itu, tidak bisa mendapat informasi, Lia hanya bisa curhat pada Bundanya saja. Karena dari pihak Arka memang membayar para wartawan dan semua akses informasi yang sudah terlanjur mempunyai dokumen kecelakaan itu, semua di beli oleh Arka, dan semua sudah di bereskan oleh Alex.
***
Kembali ke Arka dan Luna, karena semua proses pemeriksaan sudah selesai, Arka mengajak Luna kembali ke ruangannya, dan benar, baru saja masuk ke ruang VVIP itu, Go foog pesanan Arka sudah datang.
“ini sayang, kebabnya sudah datang.” Arka memberikan kebab pesanan Luna.
“Iya sini.., asyiknya..nyami.” Luna dengan gembiranya menerima kebab dari tangan suminya.
“Eit, tidak dulu, bayar dulu di sini.” Arka minta balasan dengan meminta Luna mengecup pipi kiri Arka.
“Mas.., tidak mau ah, malu!” Luna sambil memanyunkan bibirnya.
“Kalau begitu, Mas saja yang makan kebabnya.”
“Jangan.., baiklah! Sini!”
“Bagitu dong..”
“Emuuua emuua eemuua.”
“Pintar!” Arka mengelus kepala Luna dan beranjak dari samping Luna, karena sejak dari tadi pagi Arka juga belum sarapan, dan pada saat pesan kebab, Arka juga pesan bebek nyami juga.
__ADS_1
Akhirnya mereka makan bersama, Luna dengan asyik makan di tempat berbaring dengan meja makan pasien, sedangkan Arka makan di sofa yang dilengkapi dengan meja.
salam sayang untuk semua Readers..