RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 14


__ADS_3

Arka pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan istirahat.


Malam terus berlalu dengan membawa semua proses manusia dalam hidup dan berkehidupan. Selain Arka yang dilanda rindu pada gadis spion, atau Luna, Rama dan Zaki tidak kalah lebih dibuat kelabakan karena wajah Luna menari-nari di matanya, bantal guling mejadi sasaran Zaki dan Rama untuk mengusir wajah Luna yang muncul hingga mata mereka berdua sulit untuk dipejamkan, bagaikan terdapat layar Lebar sebesar bioskop yang menyala terang tiada redup.


Kasur tempat mereka berdua melepas lelah menjadi berantakan, bantal guling terlempar kesembarang tempat, demi mengusir wajah Luna yang terus tampak di benak dan mata Zaki dan Rama. Sehingga pada ahirnya Zaki bangun untuk Sholat malam, begitu juga dengan Rama dan Arka, sahabat karib itu dibangukan oleh rasa rindu pada sang pencipta untuk memohon agar tidak diberi cinta yang melalaikan, mereka bertiga meminta cinta yang bisa membuat mereka lebih dekat kepada sang pemilik cinta dan yang Maha mencintai.


Malam sudah berganti pagi, sang surya pun tidak malu untuk bersinar menyinari pagi yang begitu cerah, Arka agak terlambat bangun pagi karena sempat tertidur kembali sesaat setelah sholat malam, pagi sudah semakin ramai, jalanan sudah mulai penuh dengan lalu lalang kendaraan. Arka menelepon Rama agar bersiap untuk pergi ke kantor, tiada kata terlambat lagi untuk hari ini.


Buset ini si bos, sepagi ini sudah telepon, tidak tau apa kalau semalem tidak bisa tidur karena wajah gadis aneh alias unik itu, Rama menggerutu di dalam hati, tapi dia tidak bisa apa-apa kalau Arka yang memintanya untuk segera ke kantor, ahirnya Rama bangkit dari rebahannya, sekali pun terasa berat.


Di kediaman Pak Hari, Pak hari sudah bangun dan beraktivitas dengan istrinya, karena hari ini anak tunggalnya akan mengadakan pernikahan, tidak seperti pernikahan yang dilakukan bersama Selena, pernikahan Arka dengan gadis yang sudah mengandung anak Arka, membuat suasana agak sedikit tegang dan hampir tidak bisa disembunyikan.


Pak Hari dan Bu Hari merasa kesulitan untuk mengatakan pada Arka kalau hari ini Arka akan menikah dengan Luna, tanpa orang tua Arka sadari, Arka sudah siap untuk ke kantor, Arka lebih dulu bersiap karena jarak kantor dari rumah orang tuanya lebih jauh, dibanding dengan Apartemen Arka, yang hanya perlu waktu 15 menit jika jalanan tidak macet.


“Ma Pa, Arka ke kantor dulu,” Pak Hari dan Bu Hari sedikit tertegun karena Arka sudah siap ke kantor.


Bu Hari memandang suaminya seraya memegang tangan kanan Pak Hari sambil meremasnya, dia memberikan isyarat kecemasan dan kegalauan yang dirasakannya.


“Bagaimana ini Pa.?”


“Mama tenang saja, biar Papa yang urus,”


Mereka bercakap-cakap dengan suara pelan.


“Arka, apa kamu tidak sarapan bareng Mama Papa dulu?” Bu Hari mencoba mencari jawaban mengapa Arka pagi sekali ke kantor.

__ADS_1


“Tidak usah Ma.., nanti Arka sarapan di kantor Arka biar Melani yang urus, Arka ada Janji sama Klien dari perusahaan tambang berlian, jadi Arka tidak mau terlambat.


“O..,” Bu Hari memanyunkan bibirnya.


“Kira-kira selesai temu kliennya jam berapa nak..?”


“Nanti Arka kabari kalau sudah selesai, pokoknya pagi ini harus berhasil kontrak baru dengan perushaan tambang Berlian Sewu,” Arka pergi berlalu meninggalkan orang tuanya sambil memakai Jas dan berusaha merapikan Jas yang dikenakannya.


***


Di kantor perusahaan HJG, semua karyawan sudah datang dan bersiap untuk mengerjakan semua bidang yang menjadi profesional mereka, Rama sekretaris pribadi Arka yang biasanya selalu terlambat, kali ini datang lebih pagi dari biasanya, karena hawatir Arka datang lebih dulu darinya, di kepala Rama juga masih melekat wajah Luna yang begitu susah untuk dilupakan begitu saja.


Rama berada di ruangannya sendiri, dan Melani juga berada di ruangannya ruangan Arka, Rama dan melani di desain berdekatan, karena mereka dituntut harus berkerja bersama-sama dalam setiap urusan perusahaan.


Tiba-tiba pintu ruangan Rama dibuka oleh sosok lelaki tampan nan rupawan, siapa lagi kalau bukan bos HJG. Hati Rama meresa iri dengan rupa bosnya itu, tapi apalah daya, darahnya tidak ada darah semi bule, sedangkan Arka begitu kental dengan darah bule dari kakeknya, tinggi Rama juga tidak setinggi Arka.


“Ha..!” Rama mencoba menyadarkan dirinya sendiri dari lamunan yang semu, dia tetap harus bersyukur dengan semua hal yang dia miliki.


“Ram, tumben kamu sudah datang, tapi baguslah ayo segera ke ruanganku, bawa semua dokumen yang menyangkut krontrak kerjasama dengan perusahaan Berlian Sewu, aku tidak mau sedikit saja ada kekurangan atau titik lemah dari pihak kita.”


Rama bangkit dari tempat dudukya dan bersiap dengan dokumen yang sengaja sudah dia siapkan sejak beberapa hari yang lalu, sekalipun beberapa hari kemarin selalu disibukkan dengan pencarian gadis IUI itu.


Rama masuk ke ruangan Arka, dan mengetok pintu terlebih dahulu Arka mepersilahkan Rama masuk, Arka sudah bersiap dan sibuk dengan beberapa dokumen yang telah dia peroleh.


“Kamu sudah siap apa belum Ram? Kalau sudah siap kita harus meluncur ke perusahaan Berlian Sewu sekarang juga.”

__ADS_1


“Ok aku sudah siap, dan aku yakin dokumen kita sudah lengkap begitu juga file yang kita punya dan akan kita presentasikan.


“Kita akan berangkat sekarang,” Arka menutup semua berkas yang dia baca kemudian bergegas membawa dokumen untuk segera berangkat, di tempat Parkir Pak Tejo sopir pribadi Arka sudah menunggu dengan sabar.


“Ayo Pak, antarkan kita ke perusahaan Berlian Sewu, pasang GPS agar kita mudah sampai, atau Pak tejo sudah tau jalan besar Delima Raya?”


“O.., saya sudah tau tuan muda kalau jalan Besar Delima Raya.”


“Hemm, kalau begitu kitaberangkat sekarang.”


Pak tejo menekan gas dengan pelan lalu melaju dengan cepat, Rama duduk di samping Pak Tejo, sedangkan Rama duduk di belakang sendirian. Sesampainya di perusahaan Berlian Sewu, Arka dan Rama langsung menuju Karyawan yang jaga di depan, mereka menjelaskan tujuan mereka ke perusahaan tersebutdan sudah membuat janji dengan bosnya, ahirnya karyawan tersebut mengantarkan Arka dan Rama langsung ke ruangan Bos Berlian Sewu, dan mereka disambut dengan begitu hangat.


Semua percakapan telah membuka semua karakter dari perusahaan masing-masing dan ahirmya perusahaan HJG melakukan proses presentasi yang berlangsung selama 3 jam. Ahirnya Arka dan Rama tersenyum penuh kemenangan karena mereka akan meraih tender sebesar 800,9 Milyar hampir mendekati angka satu triliun.


Ahirnya mereka kembali ke perusahaan sekitar pukul 12.15 WIB, Arka dan Rama begitu bersemangat saat mereka sampai di perusahaan HJG, senyum mengembang di bibir Arka yang sejenak telah mengusir rasa rindunya kepada Luna. Rama pun penuh senyum berjalan di belakang rama menuju ruangan masing-masing.


Ketika bersiap untuk santai sejenak, Hp Arka berdering, di layar muncul nomor Hp Ayahnya. Segera Arka mengangkat telepon.


“Assalamu’alaikum nak.., segera ke Villa Tiga Langit, Ada hal penting yang ingin Papa sampaikan, Papa sudah menyiapkan Helikopter di atas gedung perusahaan, semoga kamu sudah datang dan ingat Dzuhurlah dulu,” Tanpa ada kata balasan dari Arka, Pak Hari sudah menutup teleponnya. Tanpa pikir panjang Arka segera mengambil air wudlu dan sholat.


Setelah Sholat, Arka sempat mengabari Melani dan Rama kalau dia harus pergi mendadak ke Villa Tiga Langit di puncak Bogor. Arka meminta Melani dan Rama untuk mengurus apa-apa yang menyangkut perusahaan.


Arka berlari kecil menuju atap gedung perusahaan, di sana dia melihat helikopter yang siap mengantarkan dia ke Villa Tiga Langit, karena jarak Villa dengan kantor kalau di tempuh jalan darat bisa 3 sampai 4 jam dan sangat melelahkan, saat Arka sudah naik heli, pikiran dan hatinya berkecamuk, dia yakin, Papanya tidak akan seserius ini jika tidak ada halyang sangat penting.


Sekitar 30 menit helikopter sudah mendarat di sekitar area Villa, Arka dengan gagah turun dari hellikopter sambil melompat dengan kedua kakinya yang kokoh dan kekar, Pak Hari dan Bu Hari menyambut dengan berpakaian pesta seperti akan ada pesta pernikahan.

__ADS_1


***


Ingat Vote, Like dan komen serta kasih bintangnya ya Readers tersayang.., salam semangat baca dari Auhor Rindu Sang Presdir, Author rindu dengan kalian para Readers


__ADS_2