RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 26


__ADS_3

Kesabaran dan ke baikkannya sudah bukan lagi pertimbangan utama, tapi orang seperti Doni harus di hadapi dengan kecerdikan, kecerdasan dan tanpa kesempatan untuk melawannya lagi.


***


Tiga hari kemudian


3 hari kemudian, ternyata Luna sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya dan Dokter Zaki juga ikut andil dalam pemulihan Luna pasca Abortus, Luna pulang ke rumah barunya bersama Papa, Mama dan Bu Imah yang selalu berada di sisi Luna, sekali pun terkadang membuat Arka agak sedikit sungkan ketika dia mau mendekati Luna secara lebih.


Sekali pun Bos HJG itu semakin hari semakin menyayangi Luna dan mencintainya, apalagi semenjak dia kehilangan bayinya, dia yakin bahwa Luna yang sudah mulai menerima keberadaan bayinya, berarti juga sudah mulai menerima keberadaannya.


Sampailah mereka di rumah baru, awalnya ketika gerbang halaman rumah itu di buka, pesona kemewahan dan keindahan rumah itu masih terlihat sebagian saja.


Tapi setelah mereka masuk Luna dan Bu Imah yang tidak pernah melihat rumah seindah dan semewah itu terperanjat, kagum, kaget, dan campuraduk, sedangkan Pak Hari dan Bu hari hanya tersenyum melihat menantu dan besannya yang terlihat sangat kaget melihat rumah mereka yang dibelikan oleh Arka.


Luna yang duduk di kursi roda dan di dorong oleh Arka, tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menutup mulutnya dengan ke dua tangan dan masih dengan ekspresi kekaguman yang belum berhenti.


“Antarkan istrimu ke kamarnya, dan juga antar Bu Imah ke kamarnya juga nak, agar Luna dan Ibunya bisa beristirhat dengan tenang, Papa dan Mama akan segera pulang untuk istirhat pula, kapan-kapan Papa sama mama akan ke sini lagi, karena kami masih belum puas melihat isi rumah kalian.”


“Baiklah Ma, Pa, terimakasih sudah selalu di sisi kami ketika kami sedang dalam masalah.”


“Iya sama sama, kami juga senang karena kami masih sehat dan bisa selalu berada di sisi kalian.”


“Baiklah kalau begitu Papa juga sudah pingin istirhat.”


Ahirnya Pak Hari dana Bu Hari pamit pulang, sebelum pulang mereka bersalaman sambil berkata.


“Kalau Luna sudah sehat cepat buatkan kami cucu lagi ya, Mama sudah pingin nimang cucu, ya kan Pa?”


“Iya Ma, Papa juga sudah pingin nimang cucu, biar cepet ada yang panggil Papa dengan panggilan Eyang..!”

__ADS_1


“Ingat ya Ar, kalau Luna sudah sehat cepat buatkan Papa Cucu, beronde-ronde juga tidak apa-apa, tenaga kalian masih kuat-kuatny.”


Arka tidak bisa berkata apa-apa hanya memberi senyum pada mereka, karena dia menyadari hal yang terpenting sekarang adalah menunbuhkan rasa cinta dan sayang di antara dia dan istrinya.


Sehingga ketika menjalani suatu hubungan sudah berlandaskan cinta dan kasih sayang, dari andanya rasa cinta itulah maka akan memudahkan suami istri untuk cepat punya momongan.


“Iya Papa kami akan buat anak yang banyak biar bisa punya Club sepak bola sendiri biar rumah ayang Hari Jaya Kusuma ramai, dan penuh dengan tangisan anak-anak,” mereka bertiga tertawa riang sambil berpelukan.


“Sudah.., nanti gagal lagi pulangnya Pa, kalau kita lama-lama di sini kapan juga anak dan menantu kita mau buat anak.”


“Baik-baik, kita pulang dulu ya nak, jaga istri dan mertuamu dengan baik, biar mereka selalu merasa aman dan nyaman tinggal di sini, oy rumah kalian begitu luar biasa, kapan kapan kalau kemari Papa sama Mama mau berjemur dan berenang di rumahmu, sepertinya kolam renangnya begitu nyaman dan segar.”


“Ayo Pa.., kita pulang, kalau ngobrol lagi nanti ketunda lagi pulangnya, apa kita mau nginap di sini saja.”


“Tidak lah Ma.., ya sudah kita pamit dulu, Assalamu’alaikum.”


Orang tua dan anak itu saling melambaikan tangan ketika mobil Pak Hari berlalu pergi, mereka saling melempar senyum bahagia dan penuh harap, harapan yang akan membuat mereka berbahagia di esok dan Lusa nanti.


***


Luna berusaha untuk istirahat, tapi tidak bisa memejamkan mata, dia sangat bertanya-tanya serta pusing sendiri mengingat semua hal yang ia alami selama berhubungan dengan suaminya itu.


Pertama suaminya itu begitu mudah membawanya ke villa yang jauh itu, terus mobilnya yang sangat bagus, terus suaminya bisa mengemudikan pesawat, terus banyak wartawan yang begitu antusias ingin mencari informasi tentang ke hidupannya, kemudian punya rumah yang begitu mewah dan megah seperti yang ia tempati saat ini, kemudian banyak pengawal yang selalu bisa menjaga dirinya dan Bu Imah dengan setia.


Rasanya semakin Luna berpikir tentang siapa sebenarnya suaminya, kepalanya semakin pusing, lama-kelamaan istri Bos HJG itu ahirnya tertidur juga, dan beda lagi dengan keadaan Bu Imah, dia begitu takut dan merasa bahwa dirinya seperti mimpi.


Dia merasa seperti tidak hidup di dunia nyata, selama hidupnya Bu Imah mengakui dalam hati kalau dia tidak pernah tinggal di rumah yang megah seperti rumah yang di tempati sekarang.


Dia tidak bisa berpikir, dia malah rindu dengan kampung halaman tempat lahirnya Luna, dia merasa kangen dengan harumnya tanaman di kala pagi, ayam berkokok pertanda Shubuh, serta teriakan anak-anak desa berlarian mengejar layang-layang.

__ADS_1


Bu Imah begitu merindukan semua hal yang menggugah hatinya untuk pulang ke kampung halaman, dia ingin makan polo pendem, dia ingin minum wedang sere ketika fajar menyising.


Dia rindu dengan segala panorama Desa Pandansari, dia kangen berjualan dan membuka warung seperti dulu, dia kangen dengan sapaan tetangga yang mau pergi ke sawah, semua begitu dirindukan Bu Imah.


Begitu lama Bu Imah menerawang melihat pemandangan keluar jendela kamarnya, dia malah punya ide untuk kembali ke desa.


Membuka warung di Desanya, karena dia sudaha merasa lega Luna anak semata wayangnya sudah menemukan pendamping yang dia yakin kalau menantunya itu orangnya bertanggung jawab dan baik hati, juga sayang sama keluarga.


Lama Bu Imah dalam lamunan dan berkeinginan untuk pulang ke kampung halaman hingga dia pun merasa lelah dan membaringkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk, hingga membuatnya tertidur pulas tanpa ada lagi beban di wajahnya.


Lain lagi dengan keadaan Arka, dia masih sibuk berkomunikasi dengan Rama yang betugas menghandle di kantor, dia sudah tidak akan memberi kesempatan pada siapa pun untuk sekedar mencari info tentang keluarganya, atau apa pun yang berkaitan dengan dirinya dan keluarganya.


Semua akses dan konten yang menyangkut informasi tentang keluarganya dan terlanjur sudah menjadi Trending di medsos biarkan saja, tapi yang lainnya arka sudah bertindak cepat untuk membekukan segala informasi yang menyangkut keluarganya.


Dia sudah bertekad hanya Bisnisnya saja yang hanya boleh mengudara menembus batas media atau sosmed, karena semakin perusahaan HJG terkenal maka saham dan kolega kerja akan semakin banyak dan meluas.


Bos HJG yanga agak bosan karena dari tadi sudah mengecek Email masuk, dia pergi dari ruangan kerjanya sedangkan ruangan kerjanya berdekatan dengan ruang tidur pribadinya, ruang olah raga dan ruang kantor ketika di rumah.


Arka menuju kamar Luna yang memang masih sengaja dia pisah dengan kamarnya, sekali lagi Suami Luna itu benar-benar memberi kenyamanan pada istrinya bahwa rasa cintanya pasti akan tumbuh tanpa harus adanya pemaksaan, Arka yakin rasa cinta itu akan tumbuh jika diawali dengan rasa sabar dan nerima apa yang sudah ditakdirkan untuknya dan istrinya.


Arka membuka pintu kamar Luna yang masih terbuka, karena tidak ada suara, dia menebak bahwa Luna pasti sedang tidur, tebakannya benar istrinya sedang tidur dengan sangat pulas, karena sudah terlanjur melihat Luna yang tertidur pulas, Arka mencoba mendekati Luna dan duduk di samping istrinya yang sedang terdidur pulas, dia menatap wajah istrinya begitu lama.


Lama dia melihat istrinya yang sedang tidur, melihat matanya yang bulat dengan bulu mata lentik, alis yang hitam alami, hidung mancung, bibir yang ranum alami, dan kulit putih bersih bak cerita para putri raja zaman dahulu.


Tanpa sadar suami Luna itu menelan salivanya dan bergegas pergi meninggalkan Luna yang masih tertidur pulas, dia tidak mau lama-lama melihat luna yang sedang tidur, karena hawatir dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk menerkam istri cantiknya itu.


***


Ingat Vote, Like dan komennya ya sayang, karena hal yg paling membuat semangat Author adalah ketika kalian dukung Author..

__ADS_1


__ADS_2