RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 40


__ADS_3

Ternyata Arka cerita tentang gue juga ke istrinya, berarti hubungan mereka semakin baik dan sudah mulai menemukan kecocokan.


“Iya aku kakaknya Lia.”


“Sudah kamu sini saja biarkan Rama makan.”


Arka megandeng tangan Luna dan mengajak Luna pergi, Luna tau kalau suaminya cemburu karena dia berbicara sama sekretarisnya itu.


“Mas Arka apa sih.., Luna baru ngomong sedikit sama Mas Rama kenapa di ajak pergi.”


“Untuk apa ngajak ngomong Rama, orang makan tidak boleh sambil ngobrol nanti malah tersedak.”


“Tapi jangan-jangan Mas Arka cemburu sama Mas Rama karena Mas Rama diajak bicara sama Luna.”


“Tidak! Untuk apa cemburu, tidak level cemburu sama Rama,” Arka mengalihkan pandangan sambil garuk rambut yang tidak gatal.


“Jangan terlalu cemburuan Mas.., itu tidak baik.”


“ Oiy sampai Lupa, kemarin Mas Arka kasih Luna Atm isinya banyak banget, isinya sebanyak itu, apa Mas Arka tidak hawatir kalau Luna habiskan?”


“Em.., itu. Aku Tidak perlu hawatir, karena istriku pasti irit banget, buktinya, di kasih uang sebanyak itu tidak beli apa-apa.”


“Ah.., Mas Arka awas kalau dihabisin Luna,”


karena gemes Luna mencubit pinggang Arka dan membuat Arka malah menangkap Luna hingga Luna jatuh ke pelukan Arka.


Saat Luna dan Arka berpelukan yang hampir saja mau kiss pagi, Rama tidak sengaja melihat adegan itu, dia berdehem, seraya membuat Luna kaget dan reflek melepas pelukan Arka.


“Tidak di kantor tidak juga di rumah kalian selalu bikin gue ngelihat adegan kalian. Awas kalau gue sudah punya bini, bakalan gue cium-cium di depan kalian.”


“Tidak usah sewot, suka suka aku.” Arka tidak mau kalah malah sengaja memeluk Luna yang sudah terlepas dari pelukannya.


“Sudah lah gue sudah kenyang, gue mau pulang, nanti Tuan Arka di urus sendiri ya, kalau mobilnya sudah datang, makasih sarapannya ya dek Luna, masakan dek Luna enak sekali, yang sering-sering saja ya..”


Rama mengambil kesempatan untuk membuat Arka lebih cemburu, dan ahirnya berhasil 100 persen Arka menarik tangan Luna agar berposisi di belakangnya.


Rama tertawa melihat tingkah laku atasannya itu, dan ahirnya pergi dari rumah mereka.


“Mas Arka kebangetan cemburunya, masak sama skretaris sendiri Mas Arka cemburu, apalagi nanti sama dokter yang bakalan periksa Luna.”


“Apa! Dokter, memangnya aku akan memeriksakan kamu ke Dokter cowok, ya cewek lah.”


Saat Arka dan Luna masih dengan sikap masing-masing tiba-tiba Hp Luna berdering tiada henti, mendengar Hpnya berdering Luna meninggalkan Arka begitu saja, buru-buru mengangkat telapon lalu berbicara dengan orang di seberang.

__ADS_1


“Na..”


Belum sempat Luna berbicara, Arka sudah merebut dan membanting Hp Luna. Melihat kelakuan Arka yang belum pernah dia lihat selama ini, menjadikan Luna terperatjat dan menangis, lalu pergi meninggalkan Arka menuju kamarnya yang kemudian mengunci pintu kamar.


Arka yang sudah keterlaluan dengan sikapnya yang terlalu over protek, merasa menyesal dan frustasi dengan meremas rambutnya. Dia mengejar Luna menuju kamarnya dan meninggalkan Hp Luna yang masih berserakan.


“Sayangku.., buka pintunya, maafkan aku,” Arka mengetuk pintu mencoba merayu Luna agar membuka pintu kamarnya.


Saat kegaduhan terdengar, Bu Imah yang awalnya berada di kamar, keluar dan mencari sumber suara, tapi Bu Imah tidak melihat apa-apa, ahirnya beliau masuk ke kamar kembali.


***


Di rumah Lia, Rama yang sudah datang dari rumah Arka dihampiri oleh adiknya itu.


“Kak Rama, kak Rama habis dari mana?”


“Bukan urasanmu, anak kecil tidak perlu ikut campur.” Rama malah meninggalkan Lia begitu saja.


Tapi bukan Lia namanya kalau gagal mengorek info dari kakak tersayangnya.


“Ayolah kak.., kakak dari rumah Om Arka kan iya kan? Please kakak kasih tau dong.., Lia pingin tau kabar Luna, Hpnya barusan aku telepon tadi diangkat tapi tiba-tiba mati lalu tidak aktiv.”


“Bukan urasan gue dan bukan urusan lo anak kecil.”


“Iya, tadi kak Rama habis dari rumah Arka, dan Luna ada bersamanya.”


“O.., terus-terus, Luna nanyain Lia tidak kak.”


“Iya tadi sempat tanya kabar kak Rama sama lo. Memangnya ada apa sih, kepo banget dengan Luna.”


“Ya mesti kita sebagai sahabatnya sangat kepo sekali kak.., bayangin, Luna yang awalnya bukan siapa-siapa sekarang jadi Sinderella, terus jadi suami Om Arka yang genteng... sama tajir, Luna juga pingin kayak Luna.”


“jangan mimpi di siang bolong, mending pikirin tu kuliah lo, biar cepet lulus lalu baru mikir rumah tangga.”


“Ah kakak ini, orang ngayal dikit tidak apa kan..?”


“Iya tau, tapi ngayalnya adik gue sudah kebangetan,” Rama malah menjitak kening Lia lalu pergi meninggalakannya.


“Sudah, kakak mau siap-siap ke kantor, karena hari ini Arka tidak masuk kantor, mau periksain Luna ke RS Permata Doa.”


“O.., jadi hari ini Luna mau di periksakan ke Rs Mermata Doa, baiklah aku akan kabari Indah sama Mira.”


Lia buru-buru kirim pesan ke group macasaw, kalau Luna hari ini mau di periksain ke RS Permata Doa sama suaminya, ahirnya mereka sepakat untuk menguntit, tapi Indah malah tidak setuju, hawtir nanti suami Luna salah paham.

__ADS_1


Ahirnya mereka setuju untuk menelepon Luna, menunggu Hp Luna aktif kembali, karena Mira dan Lia sangat ingin berkunjung ke rumah Luna, melihat rumah baru Luna yang menurut kabar berita rumahnya bak Istana.


***


Di rumah Luna Arka masih merayu Luna dan meminta maaf, yang pada ahirnya Luna mau memaafkan suaminya, dan mereka bersiap-siap untuk berangkat ke RS, tapi sebelum mereka berangkat, pihak Dealer yang mengantarkan mobil yang dipesan Arka tiba-tiba datang hingga membuat mereka harus berurusan dengan orang-orang tersebut, karena tidak mau lama-lama melayani pihak dealer, Arka meminta agar segera menyerahkan mobilnya.


Ahirnya proses dokumentasi dan penyerahan mobil beserta surat-surat mobil telah selesai, pihak dealer pamit pergi dan menyatakan mobil Arka layak pakai dan sudah bisa di kemudikan.


Arka yang sudah berniat berangkat ke RS untuk memeriksakan Luna tidak mau berlama-lama, dia langsung memakai mobil barunya untuk mengantar Luna.


“Segera, tidak perlu tertegun melihatku seperti itu. Sudah tau suamimu ini tampan.”


“Mas Arka, Luna hawatir naik mobil ini kan masih baru.”


“Mobil baru malah lebih jaminan mutu dari pada mobil lama. Ayo masuk.., kita berangkat sekarang,” Arka turun dari mobil yang sudah dia nyalakan dan menggendong Luna untuk masuk ke mobil baru mereka.


“Tidak perlu hawatir tenang saja.”


Ahirnya Luna pasrah dengan ajakan suaminya yang tidak mungki bisa dia tolak. Beberapa menit saja mereka sudah sampai di RS. Sampai di RS, Arka langsung menuju ke ruangan Dokter Zaki, karena mau minta di antarkan periksa ke Dokter kandungan.


Melihat pemilik RS datang dan terlihat terburu-buru sambil menggandeng tangan istrinya, para perawat yang sudah mengenal Arka dan istrinya, tidak berani bertanya, mereka hanya berbisik dan menebak-nebak.


Sampai di ruang Dokter Zaki, Dokter Zaki kaget karena kedatangan tamu tidak diundang.


“Selamat pagi Dokter Zaki, aku harap kamu bisa membantuku dan harus mau.”


Arka dengan nada menekan dan memaksa, membuat Dokter Zaki tersenyum, dia sudah hafal betul dengan tingkah sahabat karibnya yang kadang memaksakan kehendak tanpa basa basi.


“Tumben tanpa kabar langsung datang kemari,” dengan tersenyum kepada Luna dan Arka, Dokter Zaki menyambut kedatangan sahabat dan istrinya itu.


“Kamu mempersilahkan kita untuk duduk tidak?” Arka dengan intimidasi ke Dokter Zaki.


“Iya.., duduklah, maaf karena ruangan tidak selebar rumah kalian.”


“Apa kamu menghina RS ku ya.”


“Bukan begitu, baiklah apa yang bisa aku bantu, sampai tuan muda HJG datang tanpa kabar,” Dokter Zaki mengalihakan pembicaraan agar Arka tidak semakin jaim dengan sikapnya.


“Aku mau memeriksakan istriku, tapi carikan dokter kandungan yang cewek hari ini.”


“Baiklah, tunggu sebentar aku akan melihat jadwal praktek Dokter Sonia hari ini.”


***

__ADS_1


Krisannya selalu di tunggu Author ya Readers sayang...., salam kasih dan sayang dari Author


__ADS_2