
Salah satu pengawal yang masih menyetir mobil yang dikendari Bu Imah mengejar ke mana arah Arka membawa istrinya itu, karena Bu Imah berteriak minta disusulkan Bos HJG. Sedangkan orang yang mendorong Luna sudah diamankan oleh pengawal yang yang bertugas tadi.
Bos HJG itu melajukan mobil memasuki area RS Permata doa dan memanggil Dokter Zaki agar segera menemuinya, untuk Suster yang sudah mengenali Arka segera lari mencari Dokter Zaki, sedangkan untuk yang lain langsung menangani istri Bos HJG yang sedang kesakitan, Dokter jaga di IGD juga langsung ikut menangani Luna dan memeriksa keadaan Luna sehingga langsung di bawa ke kamar kusus VVIP, tidak ada yang berkata satu patah kata pun, semua bekerja dengan cekatan dan profesional, setelah sekitar 5 menit, Dokter Zaki ahirnya datang dan langsung menemui Arka dengan wajah yang penasaran dan tegang, sebenarnya apa yang terjadi.
Dokter Zaki mendekati Arka yang berdiri di depan pintu ruang VVIP tempat Luna ditangani, dia yang melihat Arka gelisah langsung masuk ke kamar tersebut, tanpa bertanya atau menyapanya, karena hawatir kalau orang yang di dalam adalah orang tua Arka sehingga begitu membuat Bos HJG itu gundah dan sangat risau. Betapa kagetnya dia karena orang yang sedang ditangani oleh para Dokter dan Suster adalah Luna, gadis yang selama ini dicari oleh Arka begitu membabi buta, tidak kenal waktu, Gadis itu terbaring pucat tidak berdaya.
Dokter Zaki yang melihat Luna terbaring lemas tidak bisa berkata dan berbuat apa-apa, karena dia terlambat datang dan ikut menangai dari awal, dia hanya bisa melihat proses penanganan gadis itu, otaknya berpikir keras apa mungkin gadis ini ke guguran atau bagaimana, karena penanganannya memakai peralatan kuret atau alat untuk pembersihan janin yang gagal berkembang di rahim Ibunya atau karena keguguran.
Dokter ganteng itu keluar dari kamar Luna dan mendekati Arka yang terlihat begitu terpukul, gelisah dan campur aduk, terlihat jelas di wajah dan tingkah Arka yang mondar mandir tidak tenang dan sesekali berdiri duduk lagi lagi berdiri duduk.
“Tenangkan dirimu Ar, tidak perlu terlalu hawatir, Dokter sedang menangani Luna di dalam semua akan baik-baik saja.”
Dokter Zaki penepuk pundak Bos HJG itu agar tenang dan tidak terlau panik. Dia belum menceritakan apa yang dialami Luna, karena dia sedang mendapat penanganan dari para Dokter. Bahwa sebenarnya kalau Luna benar-benar hamil janin yang dikandung Luna tidak bisa diselamatkan lagi.
Selang satu jam, satu Dokter dan suster menemui Bos HJG itu, Dokter itu berniat untuk menyampaikan informasi tentang kedaan Luna, tapi di cegah oleh Dokter Zaki, dia mengajak Dokter dan Suster itu untuk masuk kembali keruangan Luna, Dia memohon kepada para Dokter agar dirinyalah yang akan menjelaskan perihal kejadian yang dialami pasien yang dibawa oleh Bos HJG itu, para Dokter pun menyetujui dengan ide yang diberikan oelh Dokter Zaki.
__ADS_1
Zaki keluar dari ruangan segera setelah mengobrol dengan para Dokter tentang kedaan wanita yang berbaring di kamar VVIP itu, dia mendekati Arka secara pelan pelan untuk mengatakan apa yang sebenarnya, dia mengajak Arka masuk ke ruangan di mana Luna berada, dan berkali-kali memberi dukungan untuk Arka bahwa wanita yang di bawanya itu dalam keadaan yang perlu perawatan intensif.
Bos HJG itu mendekati istri cantiknya yang sedang tergolek lemas tak berdaya, dia melihat istrinya yang masih pingsan dan belum bergerak, kemudian dia memegang tangannya dan mencium punggung tangan istrinya itu.
“Maafkan suamimu ini sayang.., suamimu ini belum bisa menjagamu, semoga dedek di perut baik-baik saja, kita akan segera pulang ke rumah, dan dedek pasti akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan menggemaskan.”
Bulir-bulir air mata tidak terbendung lagi, ia jatuh begitu saja membasahi pipi Arka, dengan hati-hati Dokter Zaki mendekati Arka yang terlihat begitu terpukul dengan keadaan Luna, di dalam hati dia agak kepo karena Bos HJG berkata pada Luna bahwa dia adalah suaminya, padahal selama ini tidak ada kejadian yang mengabarkan pada dirinya kalau teman dekatnya itu sudah menikah, tapi Dokter Zaki berusaha menepis rasa keponya, dia mendekati Arka dengan tetap memberi dukungan agar lebih kuat.
Dokter Zaki masih belum tega memberi tau keadaan Luna pada Bos HJG yang sebenarnya, bahwa wanita itu telah mengalami abortus, dan sudah di kiret atau dibersihkan kandungannya agar sisa janin yang dikandungnya tidak ada yang tertinggal dirahim wanita itu, Dokter Zaki berusaha untuk tetap menenangkan Bos HJG itu dengan tanpa menyerah agar sahabatnya itu lebih kuat.
Setelah keadaan agak lebih tenang, barulah Dokter Zaki beraksi untuk menceritakan apa yang sebenarnya sudah dialami oleh Luna, tapi sebelum membuka mulutnya Pak hari dan Bu hari datang dan masuk ke ruangan di mana mereka berada.
“Dokter Zaki kamu sudah di sini, ceritakan apa yang terjadi dengan menantuku dan calon cucuku? Semua baik-baik sajakan? jangan bilang kalau aku kehilangan calon cucuku,” Pak Hari menekan Dokter Zaki agar berkata yang sebenarnya, sekalipun keluarga itu sepertinya belum siap menerima jika kemungkinan terburuk telah terjadi dan menimpa pewaris HJG.
“Maafkan kami Pak, kami tidak bisa menolong cucu Bapak, kami hanya bisa menolong Mamanya, karena kemungkinan kecil menyelamatkan cucu Bapak sangatlah mustahil dan jika bisa pun akan membahanyakan Ibu sang bayi, karena calon bayi juga baru berumur 5 minggu.”
__ADS_1
Pak Hari seketika terduduk disamping Dokter Zaki yang berada di kursi ruangan itu, kaki Pak Hari serasa lemas dan tidak punya kekuatan untuk menopang tubuhnya, butiran bening tidak lagi dapat di bentung dari mata Tuan besar HJG itu, kedua telapak tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya, ia mencoba menahan tangisan, walau pun sudah sangat ditahan ahirnya, bobol juga pertahanan Pak Hari untuk menahan tangisannya agar tidak mengeluarkan suara.
Mendengar suara tangisan yang bersahutan, ahirnya Luna membuka matanya, dia menerka-nerka sebenarnya apa yang terjadi, ia memegangi kepalanya yang terasa berkunang-kunang, karena kehilangan banyak darah, pada saat Luna memcoba melihat orang-orang di sekelilingnya, tibalah Bu Imah dengan jalannya tergopoh-gopoh mendekati putri semata wayangnya itu.
“Kenapa nduk.., kenapa lagi dengan dirimu, nak Arka, apalagi lagi ini, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tadi nak Arka membiarkan putriku di dorong orang tadi? Ya Allah Gusti pengeran, ampuni dosa-dosa hamba.” Bu Imah menangisi Luna yang lemah tak berdaya, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Ada apa..?” kenapa semua berkumpul di sini, apa yang terjadi, jangan bilang kalau aku telah kehilangan bayiku, jangan bilang kalau aku harus mengalami kesedihan lagi.”
Arka tanpa mempedulikan siapa-siapa langsung memeluk Luna yang sedang berbaring, mungkin orang yang sangat merasa bersalah dan begitu berperan telah membuat Luna mengalami keguguran adalah Bos HJG itu.
Semua diam dalam tangisan, Dokter Zaki yang berusaha kuat dan sudah terbiasanya melihat pasien yang hampir sama dengan yang sering dia lihat, tetap saja dia juga bersedih dan tidak bisa menahan air matanya, karena melihat keyataan yang dialami oleh sahabatnya itu. Betapa tidak, dia tau bagaimana usaha Arka untuk mencari Luna, mengusahakan keturunannya agar lahir ke dunia, serta banyak hal yang sudah dialami Arka selama menjadi keturunan HJG.
Benar Arka punya segalanya, apa pun yang dinginkan selalu bisa dicapai, tapi terkadang takdir yang milik sang pencipta, mengakibatkan manusia tidak bisa membuat takdirnya sendiri sekali pun orang itu begitu kaya dan berpengaruh, seperti halnya kehidupan Arka yang tetap harus menjalani takdir dari Yang Maha Esa.
Hati Dokter Zaki merasa belum puas dan membuat ganjalan di hati Dokter Zaki adalah kapan Arka menikahi Luna, kenapa dia tidak pernah bercerita padanya, Rama juga tidak pernah memberi tau kalau Luna sudah dinikahi oleh Arka teman karib mereka. Atau mungkin keluarga HJG sengaja merahasiakan pernikahan Arka, agar media tidak ikut campur dengan kehidupan pribadi keluarga HJG.
__ADS_1
***
Jangan sedih atas keguguran Luna ya Readers. Author janji akan membuat hidup Arka dan Luna bahagia dan cepet punya momongan lagi, ingat Vote, Like dan favoritin ya..