Rindu Yang Palsu

Rindu Yang Palsu
Dia Putra Kandungku Orlando


__ADS_3

"Mommy ...." mata kecil itu menatap tajam pada pria yang berada dihadapannya, pria yang sejak tadi menatapnya juga


"Dia Daddy ... Orlando mau peluk Daddy?" Alice berjongkok kembali menatap putranya, yang masih belajar berbicara, tetapi dia yakin putranya memahaminya.


Calvin sudah berkaca-kaca, Alice mengajarkan putra mereka memanggilnya Daddy, apakah dia salah mendengar, dia semakin merasa bersalah.


"Dia--,"


Calvin tidak bisa melanjutkan kata-katanya, lidahnya kelu, hatinya berdebar kala Alice menyebut nama Daddy untuk anaknya.


"Dia anakmu, sayangnya dia bukan perempuan." Alice tersenyum kecil dan membawa putranya lebih dekat dengan Calvin. Alice melanjutkan, "Gendong dia!"


"Tapi pakaianku--,"


"Tidak apa-apa, dia hanya ingin kau gendong saja, tidak akan mengerti dengan pakaian yang kau gunakan."


Calvin tidaklah kotor, dia hanya menggunakan pakaian lusuh yang warnanya sudah pudar saja, dan Alice memaklumi itu.


Dengan pelan Calvin meraih putranya, tangannya sampai bergetar, ini pertama dalam hidupnya, Orlando yang sudah dalam dekapan sang ayah, memeluk erat leher dan mencium pipi Calvin.


Alice hanya tersenyum, sungguh dia tidak menginginkan apapun lagi, dia hanya ingin Orlando tahu siapa ayahnya dan Calvin tahu bagaimana rupa anaknya, hanya itu.

__ADS_1


Calvin membawa Alice beserta anaknya ke rumah yang ditempati, tidak ada apa-apa disana karena Calvin tidak memfokuskan itu, bahkan selama ini dia lebih sering tidur di pabriknya.


"Maaf, aku hanya ada buah saja, aku belum mema--,"


"Dimana dapurmu, biarku masakkan, kau temani Orlando saja."


Alice berdiri, dia sudah akan berjalan ke dapur tetapi Calvin mencegah, "Tidak apa-apa, temani saja Orlando, karena aku tidak akan lama disini."


"Kau akan--,"


"Iya, aku akan membawanya, untuk itu sebelum pergi aku datang mempertemukan kalian."


"Alice, maafkan aku, aku tahu kesalahanku tidak bisa lagi di maafkan, aku terima kalau kau memang tidak bisa bersamaku lagi, karena memang aku tidaklah lantas, tapi membawa Orlando, kau sangat kejam.".


Alice akan ke dapur tetapi Calvin mencegahnya, menarik tangannya dan memeluknya erat. "Sayang ... Jangan lakukan ini."


Tubuh Calvin bergetar dalan pelukan tak terbalas, Calvin terus menggumamkan kata maaf berulang kali.


"Calvin ...."


"Jangan pisahkan aku dengan Orlando, dia putraku."

__ADS_1


Calvin melerai pelukannya, dan mengucapkan kata maaf karena sudah lancang memeluk Alice, pria itu tidak malu mengusap air matanya dan meninggalkan Alice yang masih mematung, dia akan menghabiskan waktu bersama Orlando--anaknya sebelum dibawa jauh darinya.


Sementara Calvin bermain bersama Orlando, dan Alice memasak di dapur, suara ketukan membuat Calvin berdiri dan melihat siapa yang datang berkunjung sesiang ini.


"Tuan, saya membawakan anda makan siang." kata Rahayu menyodorkan rantang makanan kepada Calvin.


Wanita yang sudah lama menyukai Calvin itu melihat anak tampan yang tadi sempat dilihatnya bersama wanita cantik. Rasa penasaran membuatnya bertanya.


"Dia siapa Tuan?"


Calvin melihat ke arah pandang Rahayu, pria itu tersenyum membuat Rahayu semakin jatuh hari, Calvin mendekat dan mengambil putranya di susul Rahayu yang juga sudah masuk meletakkan rantang bawaannya.


"Dia Orlando putraku." jawab Calvin mencium pipi putranya. Mata Rahayu membulat sempurna, bagaimana bisa tuan yang dia kagumi memiliki putra.


"Putra saudara anda maksudnya?" Rahayu masih berpikir positif.


"Aku anak tunggal, dia Putra kandungku Orlando."


Belum selesai terkejutnya, kini Rahayu semakin di buat tidak berkutik saat melihat wanita cantik bak bidadari kekuar dari dapur Calvin, senyum itu membuat Rahayu tersihir, Alice benar-benar sangat cantik.


"Ayo bersama Mommy, biar Daddy makan dulu." Alice mengambil putranya dan menatap Rahayu yang masih menatapnya takjub.

__ADS_1


"Nona, anda juga boleh ikut makan siang bersama kalau ingin."


__ADS_2