Rindu Yang Palsu

Rindu Yang Palsu
Di Jemput Edgar


__ADS_3

Baru saja Calvin akan memasuki rumah, Alice sudah berdiri disana mematung, di dalam hati Calvin bertanya apakah Alice mendengar semua pembicaraannya dengan Rahayu?


"Sudah sangat malam, kau menginaplah, aku bisa tidur di pabrik." Calvin yang akan masuk mengurungkan niat, dan sudah akan pergi.


"Kau tidurlah dirumah, aku bisa menempati kamar disebelahnya."


Calvin tampak berpikir sejenak kemudian mengangguk, "Baiklah!"


Malam itu, Calvin tidak bisa memejamkan mata sedetikpun, dia tidur di kamar yang dulu Mala tinggali. Karena matanya tirak juga bisa teroejam, dia keluar kamar bertepatan dengan Alice yang juga keluar.


"Aku haus." Alice mengatakannya dengan menyanggul rambutnya. Calvin yang keohat itu mencoba menahan diri, dia hanya mengangguk dan berjalan ke ruang tamu. Dia akan mencoba memejamkan mata disana.


Alice datang dengan dua gelas kopi. Calvin menegakkan tubuh dan menyambut kedatangan mantan istrinya, "Kopimu." Calvin menerima dan menyesapnya sedikit.


"Wanita tadi--,"


"Dia pekerja di pabrik. Rahayu namanya." ucap Calvin.

__ADS_1


"Kenapa menolaknya? Ku lihat dia sangat menyukaimu."


"Setelah kepergianmu, aku sudah membunuh perasaanku sendiri untuk orang lain." Alice menggeleng pelan, Calvin tahu bahwa apa yang Calvin katakan kebohongan. Pikir Calvin.


"Aku tidak berbohong, awalnya aku bekerja dengan kesungguhan agar bisa membawamu dan putra kita kembali, tetapi saat kita bertemu, aku sudah melihat perbedaan yang nyata, aku tidak akan pantas bersamamu lagi."


"Jangan lakukan itu. Kau berhak bahagia, coba buka hati maka--,"


"Apakah kau sudah menemukan pasangan hidupmu?" tanya Calvin pada Alice, yang di tanya hanya diam saja.


"Heum."


"Masuklah! Besok biar aku mengantar kalian kembali."


Keesokah harinya, setelah sarapan bersama, Calvin yang sudah berniat mengantar mantan istrinya terpaksa gagal karena penjemputnya-Edgar datang diwaktu yang tidak tepat.


"Kakak datang?" Alice yang menegur.

__ADS_1


"Huem. Aku merindukan putraku, kalian akan kembali kan?" tanya Edgar menatap lembut ke mata Alice dan di saksikan oleh Calvin.


Alice hanya tersenyum dan membiarkan Edgar mengambil Orlando dari gendongannya tanpa tolakan. Calvin semakin miris saat melihat pemandangan di depan matanya. Alice dan Orlando terlihat sangat dekat dengan Edgar dan itu sangat menyakitkan bagi Calvin. Mereka seperti pasangan yang sangat serasi.


"Aku pulang bersama kak Ed saja. Kau bisa kembali ke pabrik." Alice mengucapkan itu dengan tersenyum, membuat Calvin semakin terluka. Apakah Alice begitu bahagia karena perpisahan mereka? Kenapa wanita yang sudah melahirkan anaknya itu seperti terlihat sangat menikmati hidup tanpa dirinya.


"Baiklah!" Calvin mendekati putranya, mengecupnya dalam dia meminta agar Ed memberikannya sebentar untuk di peluk dan Edgar tidak akan menolak.


"Terima kasih karena Orlando menjenguk Daddy ya. Nanti setelah Daddy mampu, Daddy datang mencari Orlando dan Mommy."


Edgar dan Alice mendengar itu, kedua saling pandang. Alice yang masih memiliki urusan lain mendekat dan meraih kembali putranya.


"Kami harus pergi." Calvin menyerahkan anaknya dengan terpaksa. Alice masih melanjutkan, "Rahayu, dia bisa kau pertimbangkan, buka hati dan bebaskan dirimu dari masa lalu."


Calvin hanya diam, bukan saat yang tepat membahas itu saat ini. Pria itu memajukan wajahnya dan mencium Orlando, Alice sempat tekejut tetapi dengan cepat menyadari bahwa sasaran Calvin ada sang anak.


Calvin menyeringai kemudian menatap Alice yang masih mengerjap, "Tenang saja nona, aku tidak akan melakukan itu sebelum di izinkan."

__ADS_1


__ADS_2