
Satu hari telah berlalu dan malam ini adalah malam di mana acara pesta sebentar lagi akan segera dimulai.
Sebuah pesta perayaan anniversary pernikahan berkonsep Garden Party, lokasinya tepat di taman belakang rumah yang terbilang cukup luas.
Serina, wanita itu berdiri dan mematut tubuhnya di depan cermin. Benar-benar terlihat sempurna tubuhnya yang di balut dengan gaun berwarna putih, sungguh memukau penampilan Serina malam ini.
Sementara Bara, pria itu sudah rapi dengan setelan jas nya. Ia mendekati istrinya dan memeluk pinggangnya dari belakang, lalu mengecup lembut pipi Serina.
Tapi Serina hanya diam menatap dirinya dari pantulan cermin.
Bara membalikkan tubuh istrinya lalu tersenyum.
"Sayang.....kenapa kamu menangis?"Tanya Bara dengan nada lembut.
Serina mengusap air matanya pelan.
"Aku hanya terharu, mas. Karena malam ini adalah malam perayaan pernikahan kita."
Bara tersenyum lembut.
"Jangan menangis, nanti jadi jelek loh." Goda Bara.
"Mendadak perasaanku berubah menjadi sedih, mungkin karena malam ini adalah malam terakhir kita, mas!" Batin Serina.
Karena menurutnya biar bagaimanapun, dirinya dan Bara sudah pernah hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. Tak hanya itu saja, banyak sudah kenangan yang telah mereka lewati bersama. Tapi Serina tetap pada pendiriannya, meski terasa berat ia mau tak mau harus melepaskannya agar tidak terluka terlalu dalam.
Melihat istrinya yang malah termenung, Bara langsung saja mengecup bibir Serina, tapi Serina hanya diam dan tak membalas.
Tanpa sadar air mata Serina kembali membasahi pipi.
"Serina.. apa aku ada salah?" Tanya Bara.
"Hanya kamu yang bisa menjawabnya, Mas." Ucap Serina.
Bara menghela nafas pelan.
"Sudahlah, sayang. Jangan mencari-cari alasan untuk bertengkar. Bukankah kamu tidak ingin pesta kita berantakan?" Tanya Bara.
Serina tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita turun, soalnya sudah banyak tamu yang berdatangan!" Ujar Bara.
Huft.....
Banyak tamu-tamu yang menghadiri acara pesta itu, terutama rekan kerja maupun rekan bisnis dari Bara ataupun Serina. Keluarga besar Bara dan Serina pun tak lupa juga ikut berkumpul merayakan pesta tersebut.
Kini Serina dan Bara pun sudah berada di antara para tamu undangan serta kelurga dari keduanya.
Suasana terasa begitu hangat dan romantis, apalagi ditambah dengan iringan musik melow.
Pesta telah di mulai, para tamu tampak menikmati hidangan yang sudah di hidangkan bahkan mereka semua tampak berbahagia. Tapi tidak dengan Serina. Wanita itu terlihat murung bahkan hanya sesekali tersenyum.
Setelah melewati beberapa rangkaian acara sebagai bentuk kemeriahan pesta, kini saatnya Serina dan Bara di minta naik ke atas panggung. Bara tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Serina.
Sementara dari kejauhan Arum tampak mengepalkan kedua tangannya erat-erat sambil menatap tajam ke arah Bara dan serina.
"Selamat malam semuanya. Saya Serina dan ini suami saya Bara, kami berdua sangat-sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada para tamu, kerabat serta keluarga yang sangat saya cintai karena sudah menyempatkan waktunya untuk memenuhi undangan kami." Ucap Serina tersenyum lebar.
"Seperti yang kalian ketahui semua, hampir setiap tahunnya kami selalu merayakan anniversary pernikahan kami." Ujar Serina. "Tapi mungkin ini akan jadi pesta yang terakhir kalinya." Ungkap Serina.
Mendengar hal itu seketika membuat para tamu-tamu mau pun Bara sendiri tak mengerti dengan apa yang diucapkan Serina.
Bara yang berdiri di sampingnya, langsung saja menatap dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Seperti yang kalian lihat dan aku rasakan, suami ku ini benar-benar seorang suami yang menurutku paling baik dan pengertian. Sampai-sampai aku saja tidak pernah menaruh curiga sedikitpun padanya." Puji Serina dengan senyuman penuh arti.
Ia melirik Bara kemudian beralih melirik ke arah Arum.
Tentu saja pujian itu membuat Bara seolah-olah melayang, terlebih istrinya itu memujinya didepan semua orang. Sementara Arum yang mendengar pujian Serina terhadap Bara, ia dalam hati tertawa melihat kebodohan Serina yang percaya terhadap suami yang telah berselingkuh dengannya.
"Langsung saja, aku ingin memberikan sebuah kejutan yang menarik untuk suamiku yang tercinta ini!" Tutur Serina.
"Sayang, kamu serius?" Tanya Bara dengan mata yang berbinar-binar.
Serina mengangguk. Lalu wanita ini melirik ke arah pak Kubis, memberi kode agar melakukan sesuatu yang sudah direncanakan.
Tiba-tiba saja lampu taman mati, para tamu pun kebingungan.
Ssstt........
__ADS_1
Tiba-tiba saja sebuah layar lebar menyala, menampilkan perbuatan dua orang yang menjijikan sedang melakukan adegan ranjang. Bahkan juga menampilkan beberapa foto dua manusia laknat yang terlihat begitu mesra dan panas.
Sontak hal itu langsung saja membuat perhatian semua orang yang ada di pesta. Mereka begitu tercengang dan terkejut ketika menyaksikan perbuatan yang sama sekali tidak layak.
Sebaliknya dengan Bara dan Arum, mereka tak kalah terkejutnya saat menyaksikan perbuatan mereka yang terbongkar. Terlihat dari wajah keduanya benar-benar panik.
Para tamu baik keluarga yang hadir pun mulai saling berbisik satu sama lain. Membicarakan mereka dan terlihat juga tatapan mereka seolah tatapan yang tidak menyangka. Bahkan Mayang, ibu Bara sama sekali merasa syok.
Bara seketika membuang wajahnya, pengkhianatan yang telah ia lakukan selama ini kini terungkap dan sekarang ia tak bisa lagi menutup-nutupinya.
"Bagaimana? apa kamu suka dengan kejutannya, Mas?" Tanya Serina dengan wajah mengejek.
"Serina! Apa-apaan ini?!" Bentak Bara dengan suara tinggi.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa-apaan semua ini?" Serina menatap tajam Bara.
Bara mengusap wajahnya kasar, Menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
"Serina.....aku bisa menjelaskan semuanya--" Ujar Bara sambil meraih lengan istrinya.
"Menjelaskan apa lagi, mas? Bukankah aku sudah bilang beberapa hari yang lalu?" Tanya Serina.
Bara terdiam sesaat. Dia kembali teringat dengan apa yang Serina ucapkan beberapa hari yang lalu.
Melihat Bara yang hanya diam, Serina langsung saja melepaskan genggaman Bara dengan kasar lalu beranjak pergi.
"Serina....kamu mau kemana?" Tanya Bara.
Langkah Serina terhenti tepat di hadapan Arum yang sedang berdiri dengan wajah tertunduk.
"Lihat aku!" Pinta Serina pada Arum. Tapi Arum tak juga mengangkat pandangnya, karena ia merasa takut dan malu.
"Apa kamu tuli? lihat aku sekarang juga!" Sentak Serina. Dan Barulah Arum menegakkan pandanganya menatap Serina penuh ketakutan.
"Lihatlah! Aku sudah mewujudkan keinginan mu lebih cepat, bukan?" Tanya Serina pada Arum dengan senyum menyeringai.
Arum menggeleng. "Saya tidak mengerti dengan apa yang, nyonya maksud!" Ucapnya.
Plaaak.........
__ADS_1
Serina melayangkan satu tamparan keras ke wajah Arum, karena ia benar-benar merasa geram dengan jawaban Arum yang seperti itu.
"Berhentilah bersikap bodoh, Arum. Kamu pikir selama ini aku tidak tahu?" Bentak Serina dengan sorot mata berapi.