Rintihan Di kamar Pembantuku

Rintihan Di kamar Pembantuku
78.Akh....


__ADS_3

Pram memagut bibir merah Cherry itu dengan penuh nafsu sehingga membuat Serina tertegun.


Bibir Serina terasa sangat lembut dan harum. Membuat Pram semakin ingin lebih menikmatinya. Sedangkan Serina merasa bingung harus bersikap bagaimana? haruskah ia membalasnya atau mengabaikannya saja. Sementara otaknya berpikir, Serina hanya memejamkan matanya sambil menikmati.


Ciuman dari Pram sungguh membuat Serina melayang bahagia. Rasa bahagia itu muncul dengan sendirinya dari dalam hati Serina. Tanpa ia bisa kontrol, bibirnya pun perlahan membalas ciuman dari bibir Pram.


Kedua kelopak mata Pram seketika terbuka kala merasa ciumannya di balas oleh Serina. Dan disaat itu Pram melihat Serina menikmati ciuman itu Pram kembali memagut bibir istrinya dengan sangat rakus. Memagut bibir yang terasa candu itu.


Riak ranjang mulai bergoyang, ciuman semakin panas, tangan gatal mulai berpetualang bahkan kali ini sudah sampai di bagian sensitif.


Kedua lawan jenis itu di penuhi oleh hasrat yang menggebu-gebu.


Setelah di rasa puas menjelajahi bibir Serina, bibir Pram pun perlahan turun menciumi leher jenjang milik Serina.


Tak hanya itu, satu tangan Pram pun mulai berjelajah nakal menyusuri gundukan kenyal dan besar milik Serina sehingga Serina sendiri mulai terbawa suasana lain. Setiap sentuhan telapak tangan Pram membuat sekujur tubuh Serina menggeliat meminta tindakan lebih.


Perlahan baju tidur seksi yang Serina gunakan pun Pram buka dengan ganasnya lalu membuangnya dengan sembarang.


Pram terbelalak, dia begitu terperanjat ketika melihat ada dua gundukan kembar yang putih mulus besar dan padat.

__ADS_1


"Sayang, punya mu benar-benar........" Pram menelan ludah dan wajahnya pun terlihat begitu sumringah.


Serina hanya menanggapi dengan senyuman saja, namun wajahnya yang memerah tak bisa ia sembunyikan.


Tanpa banyak cingcong, Pram langsung saja menghisap gundukan kembar itu secara bergantian. Membuat Serina sesekali mengeluarkan suara lenguhan karena


rangsangan dari Pram benar-benar membangkitkan hasrat liar dirinya.


Perlahan Pram mulai membuka kancing baju dan celananya. Saat Pram sudah membuka celananya, Serina begitu tercengang ketika menatap ke arah kejantanan milik suaminya yang berdiri tegak bak menara tinggi. Dan entah kenapa begitu melihat benda pusaka milik Pram, nafsu liar Serina semakin menggebu-gebu.


Sebelum pencoblosan dimulai, Pram membuka ****** ***** Serina terlebih dahulu. Dan tiba-tiba saja kedua mata Pram melotot ketika melihat lembah pengunungan yang begitu indah terpampang jelas di hadapannya.


Pram berusaha menembus dinding masuk pertahan milik Serina, tapi entah kenapa bukan main susah nya, dinding pertahanan milik Serina benar-benar sempit. Padahal yang Pram tahu Serina adalah seorang janda, tapi kenapa rasanya masih seperti perawan?


Tak mau menyerah, Pram terus berusaha memasukan benda pusaka nya.


"Sempit sekali punyamu!" Ucap Pram terus berusaha.


"Arkh.....mas....!" Lenguh Serina sambil meremas bantal dan dengan pandangan sayu, seakan meminta Pram lebih brutal lagi.

__ADS_1


Sekali dua kali tiga kali hentakan pusaka miliknya itu tidak juga masuk.


Sampai di hentakan ke empat yang begitu brutal, baru lah Pram berhasil menerobos dinding pertahanan yang membuat Serina menjerit kesakitan.


"Akh.....akh....." Ringis Serina saat dinding pertahanannya berhasil dicoblos oleh Pram.


Serina terus menjerit kesakitan tak kala merasakan ukuran pusaka Pram yang lumayan besar. Rintihan perih tiba-tiba hilang ketika Pram kembali memagut bibirnya dengan penuh nafsu. Berhenti sejenak memberi jeda agar bagian tubuh itu saling beradaptasi. Melihat istrinya yang mulai tenang, Pram pun langsung melanjutkan permainan naik turun tak beraturan membuat irama.


Rintihan perih itu kini berganti dengan rintihan kenikmatan.


Serina betul-betul merasa sakit tapi juga nikmat yang teramat sangat dalam sampai-sampai membuat wanita itu lupa diri.


Lenguhan demi lenguhan terus saja keluar dari mulut keduanya.


Pram begitu semangatnya menghujam pusaka nya sedalam mungkin karena dia merasakan kenikmatan yang mengigit-gigit.


Kenikmatan yang diberi Pram membuat Serina sangat kewalahan. Sesekali ia kembali meremas bantal maupun memukul kecil tubuh Pram karena merasa tak tahan. Suara lenguhan Serina di kamar yang kedap suara membuat suasana makin bergairah. Pram semakin menjadi-jadi dan tak ada kata lelah bagi dirinya. Pram terus saja memasuk keluarkan pusakanya sampai benar-benar menaruh benih di rahim Serina.


Entah berapa lama Pram dan Serina berkerja bakti dimalam ini, sehingga tetesan-tetesan keringat cinta membasahi tubuh mereka dan entah sudah berapa kali Serina di buat kejang oleh Pram.

__ADS_1


Sampai beberapa saat kemudian, tenaga mereka pun sudah habis dan saking lelahnya Pram dan Serina pun tertidur tanpa mengenakan sehelai benang pun.


__ADS_2