Rintihan Di kamar Pembantuku

Rintihan Di kamar Pembantuku
61.Kesempatan Kedua


__ADS_3

"Mau anak ku atau bukan, aku sama sekali tidak peduli...!!" Sentak Bayu.


"Bayu...!!!" Teriak Arum.


"Pergilah..! Sebentar lagi kekasih ku akan datang, aku tidak mau kamu mengganggu waktu ku." Ucap Bayu kemudian menutup pintunya.


"Argh..." Arum yang merasa kesal pun akhirnya memutuskan untuk pergi. Tapi sekarang dia tidak tahu kemana dia akan membawa langkah kakinya ini. Sementara dia saja sudah diusir dari rumah suaminya sendiri, bahkan ia pergi pun tak membawa apa-apa.


Tak ada pilihan lain, Arum pun memutuskan untuk pulang saja ke rumah orangtuanya.


*


Sementara Bara saat ini sudah menginjakan kakinya di kantor milik Serina. Entah apa tujuan dari lelaki ini, yang jelas ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengan mantan istrinya.


"Serina, ada mantan suamimu." Ujar Desi memberitahu.


"Suruh saja dia masuk." Sahut Serina.


"Tapi kamu gak apa-apa kan?" Tanya Desi.


"Santai, aku ingin tahu apa yang dia ingin bicarakan dengan ku." Ucap Serina.


Klek...


Pintu terbuka dan masuklah Bara dengan wajah tanpa ekspresi.


Kini mata Serina dan Bara saling pandang, jelas dengan pandangan yang berbeda. Mata Serina memandang penuh kebencian dan dendam sedangkan mata Bara memandang penuh dengan rasa penyesalan.

__ADS_1


"Ada perlu apa kamu datang kesini?" tanya Serina seraya bangkit dari duduknya.


Tak buru-buru menjawab, karena Bara masih begitu gugup dan ragu.


"Hei, kenapa malah diam? cepat katakan apa maksud tujuan kamu datang kesini?"


"Serina, ak-aku ingin mengajak mu rujuk kembali." Ucap Bara membuat Serina dan Desi tertawa bersamaan.


"Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba mengajak ku rujuk, hah yang benar saja." Tanya Serina setengah tertawa.


"Tidak bermalu!" Celetuk Desi.


"Kamu tidak usah ikut campur dalam masalah ku dengan Serina." Ucap Bara pada Desi.


"Serina, terlepas dari apa yang sudah ku perbuat padamu. Aku minta maaf padamu." Ujar Bara dengan wajah yang di buat sedih.


tertawa masam.


"Setelah dua tahun lamanya kamu mengkhianati aku dan sekarang kamu baru menyesal. Yang benar saja, Mas."


"Aku benar-benar minta maaf. Masalah dengan Arum, dia yang lebih dulu menggodaku dan mengajakku untuk bermain api di belakang mu. Tapi sekarang dia malah mengkhianati ku." Ujar Bara semakin membuat Serina muak.


"Alasan yang dibuat-buat. Hei, Mas kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi, jangan membahas apa pun di sini." Ucap Serina tegas.


"Apa salahnya jika aku mengajakmu untuk memperbaiki hubungan kita, Serin. Aku dengan tulus meminta maaf kepadamu dan menyesali semuanya." Jelas Bara sekali lagi.


"Aku tidak butuh permintaan maaf darimu!" Seru Serina.

__ADS_1


"Kita pernah menjadi suami istri, Serin. Kita pernah bahagia selama sepuluh tahun lamanya. Setidaknya maafkan aku dan mari kita membuka lembaran baru lagi." Tutur Bara tanpa rasa malu.


"Hanya delapan tahun, sisanya kamu bahagia bersama wanita lain. Bahkan kamu berzina di saat kita masih menjadi suami istri. Bara, kamu tidak sakit jiwa kan?" Tanya Serina setengah mengejek.


Bara terdiam, pria ini tidak tahu harus berkata apalagi sekarang. Serina yang sekarang jauh lebih tegas daripada Serina yang dulu lemah lembut dan penurut.


"Pergilah. Aku sudah muak dengan mu!" Usir Serina.


"Tolong beri aku kesempatan kedua untuk kali ini saja, Serin. Aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi!" Tiba-tiba Bara meraih tangan Serina lalu menggenggamnya dengan segenap perasaan bersalah.


"Lepaskan tanganku dari tangan kotor mu itu!" Seru Serina seraya melepaskan genggaman tangan Bara dengan kasar.


"Dengar Mas, memberi seseorang kesempatan kedua itu sama saja seperti membaca buku dua kali. Kenapa bisa? Ya karena kita sudah tahu akhirnya akan sama." Jelas Serina.


"Serina, mas mohon...!"


Mendengar sebutan seperti itu sungguh membuat Serina geli dan ingin muntah.


"Pergilah. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Jangan sampai aku memanggil security untuk menyeret mu." Usir Serina sekali lagi.


Bara memandang wajah Serina yang sejak tadi menatapnya penuh kebencian. Dengan hembusan nafas pelan, akhirnya mau tidak mau pun Bara keluar dari ruangan Serina.


Yuk mampir ke novel baruku yang baru netasβ˜ΊοΈπŸ’šπŸ™πŸ»


Jangan lupa bantu like, komen dan vote ya kakπŸ˜πŸ™πŸ»


__ADS_1


__ADS_2