
"Mas, aku ini masih istri kamu!" Ucap Arum.
"Hah istri? Apa kamu lupa bahwa kemarin-kemarin aku sudah menjatuhkan talak padamu?"
Arum menggeleng tak terima, dia sama sekali tak ingin bercerai dari Bara.
"Maaf Rum, aku datang kesini hanya ingin memberitahu sekaligus memberikan ini!" Ucap Bara kemudian menyodorkan sebuah surat cerai.
"Mas, tolong jangan ceraikan aku! Aku mohon. Apa kamu tidak ingat masa-masa indah kita apalagi saat aku bisa memuaskan mu di ranjang?"
Bara terkekeh mendengar pertanyaan Arum yang seperti itu.
"Sungguh tak bermalu. Apa kamu masih punya otak, Rum?" Tanya Bara.
"Maksud kamu apa mas, bawa-bawa otak?"
"Yah pikir saja sendiri. Mana ada pria yang mau dan Sudi dengan wanita buntung seperti kamu!" Hina Bara menatap Arum penuh kejijikan.
"Tapi mas....."
"Sudahlah, Rum. Untuk apalagi kamu mengingat masa lalu. Kita sudah selesai." Ucap Bara Arum.
"Aku seperti ini juga karena kamu mas!" Sentak Arum merasa tidak terima.
__ADS_1
"Salahmu sendiri mencoba kabur!" Ujar Bara.
"Bagaimana, apa kamu suka dengan rumah baru mu?" Bara tersenyum miring menatap Arum yang tampak Kumal sekarang.
"Lelaki jahanam kamu, mas!" Seru Arum kasar.
"Setidaknya aku jauh lebih baik darimu!" Sahut Bara dengan santainya.
"Tolong bebaskan aku, mas..!!!" Pinta Arum emosi.
"Sudahlah, Rum. Di sini hidupmu lebih baik daripada kamu di luar luntang-lantung hanya dengan satu kaki." Jawab Bara kemudian pria ini tertawa terpingkal-pingkal.
"Katamu, kamu sangat mencintai aku mas bahkan kamu rela mengorbankan apapun untukku, tapi di mana ucapan mu dulu itu?"
"Tidur mu terlalu miring hingga kamu bermimpi sampai langit ke tujuh, Arum."
Arum mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dan entah tiba-tiba setan apa yang merasuk di tubuh Arum, wanita ini berteriak begitu nyaring sampai suara nya habis.
"Aaaaa.......aaaaa.....biadab kamu Bara! kamu ternyata seorang buajingan!" teriak Arum tak terima.
"Aku bersumpah, setelah aku bebas nanti, aku akan membalas kalian semua!" Ucap Arum penuh dendam
Bara meninggalkan Arum, ucapan Arum hanya dianggap Bara seperti anak ayam yang mencari induknya.
__ADS_1
*
Sementara Pram dan Serina, mereka berdua pergi ke sebuah restoran untuk mengisi perut yang sudah kelaparan. Keduanya sibuk menikmati makanannya di piring masing-masing.
"Sayang, kamu mau nggak pergi bulan madu? Sekalian pergi liburan. Lagipula, mas lihat wajah kamu lelah begitu." Ujar Pram.
"Bulan madu ke mana mas?" tanya Serina dengan polosnya.
"Kamu maunya ke mana? Dalam atau luar negri?" Pram bertanya balik.
"Yang dekat aja mas, jangan jauh-jauh!" jawab Serina.
"Gampang, nanti mas yang ngatur. Yang penting, pulang nanti kita bawa bayi!" ucap Pram membuat Serina tersipu malu.
"Iya, mas...!" Jawab Serina membuat Pram langsung beranjak dari duduknya. "Mau ke mana mas? Makanan kita belum habis!"
"Ya sudah. Kamu habiskan dulu makanan mu setelah itu kita pulang dan berkemas! Kita berangkat sekarang juga."Ajak Pram.
Serina tersenyum, ia buru-buru menghabiskan makanannya. Sebenarnya ia juga ingin pergi liburan mengingat setelah merasakan kesedihan di dalam hidupnya.
Sore itu juga Pram dan Serina langsung melakukan penerbangan Ke kota B yang memiliki pemandangan lautan dengan pasir putih yang sangat indah.
Sesampainya di kota B, Pram langsung mengajak istrinya pergi ke hotel yang akan menjadi tempat mereka menginap untuk beberapa hari ke depan.
__ADS_1