
"Kamu suka nggak sama hotelnya?" tanya Pram memastikan kenyamanan istrinya.
"Suka mas, hotelnya bagus dan langsung mengarah ke pantai." Jawab Serina dengan raut wajah bahagia.
"Selama kamu bahagia, ke manapun kamu mau mas akan mengabulkannya, apapun yang kamu minta mas akan menurutinya," ucap Pram benar-benar membuat Serina terharu bahkan matanya sudah berembun.
"Sayang, kenapa sedih? Mas tidak pernah ingin melihatmu bersedih. Hanya kebahagiaanlah yang ingin mas lihat dari wajah cantikmu." ujar Pram.
"Hanya saja aku merasa terharu mas. Terima kasih telah mau hidup bersamaku, untuk esok dan selamanya."
"Kamu adalah cinta pertama dalam hidup mas, dan mas ingin kamu yang menjadi terakhir bagiku. Mas ingin menghabiskan sisa waktu hidup mas hanya dengan dirimu sendiri, karena mas tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untuk mas." ucap Pram sekali lagi membuat Serina terharu.
"Menjadi cinta pertama seseorang mungkin menyenangkan, tapi menjadi cinta terakhir mereka jauh di luar sempurna. Aku cinta kamu, mas!" Ucap Serina.
Pram tersenyum kemudian pria ini menuju ke balkon kamar lalu membuka pintu.
"Sayang, ke sini!" Seru Pram. "Lihatlah pemandangannya!"
Serina yang penasaran pun menghampiri suaminya, alangkah berkaca-kacanya mata Serina tak kala melihat pemandangan yang sangat indah di depan mata.
"Indah sekali pemandangannya, mas!" Ucap Serina dengan senyum tak henti-hentinya menghiasi wajahnya.
Pram memeluk istrinya dari belakang menempelkan dagunya di pundak Serina, tentu saja hal ini membuat jantung Serina berdebar tak karuan.
__ADS_1
"Suatu kebanggaan bisa memelukmu seperti ini dan dengan senang hati menyebutmu milikku," ujar Pram berbisik lembut di telinga Serina.
"Istriku yang cantik, aku menginginkanmu seutuhnya, selamanya, kamu dan aku, setiap hari. Mari menuai cinta kita malam ini agar menghasilkan benih di dalam perutmu." Ucap Pram sambil mengelus perut Serina seketika itu juga Serina merona malu.
Menjelang malam hari, setelah selesai makan malam, Serina dan Pram pergi ke balkon kamar untuk sekedar bersantai sambil menikmati pemandangan malam yang sangat indah dan luar biasa.
"Langitnya cerah tapi tidak ada satu bintang pun. Kamu tahu mengapa?" Tanya Pram.
"Kenapa?" Tanya Serina balik.
"Karena bintang itu sekarang ada di hadapan ku!"
Serina tersipu malu mendengarnya. Wanita ini hanya bisa mengulas senyum.
"Sekarang kita masuk ke dalam ya, di luar dingin!" Ajak Pram dan diiyakan oleh Serina.
Sesampainya di kamar keduanya merasa bingung. Pram yang tidak tahu harus berbuat apa memutuskan untuk pergi ke kamar mandi stelah beberapa saat, ia kembali lagi menghampiri Serina yang duduk di tepi ranjang.
"Gak tidur?" Tegur Pram.
"Hem, ini mau tidur!" Sahut Serina seraya merebahkan tubuhnya di kasur.
Pram menghembuskan nafas pelan, naik ke atas tempat tidur dengan perasaan yang sulit di jelaskan.
__ADS_1
"Boleh aku memelukmu?" Tanya Pram.
"Tentu saja!" Jawab Serina Gugup.
"Tidurlah! Aku akan memelukmu!" Ujar Pram langsung diiyakan oleh Serina.
Pram yang belum tidur memandang wajah cantik istrinya. Jemari kekar itu mengusap lembut pipi Serina hingga membuat Serina kembali membuka matanya.
"Kenapa bangun?" Tanya Pram.
"Aku tidak bisa tidur!"
"Bagaimana kalau kita melakukannya?" Tanya Pram.
Serina menghembuskan nafasnya berkali-kali untuk sekedar menenangkan perasaannya.
"Sayang, ayo kita malam pertama!" Ajak Pram yang langsung naik ke atas tubuh istrinya.
Wajah mereka hanya berjarak seinci, keduanya dapat merasakan hembusan nafas masing-masing. Desiran jantung mereka saling berisik tak karuan, kedua mata itu saling memandang lekat satu sama lain.
Mata elang itu tak sedikit pun berkedip menatap kedua netra indah yang sekarang sudah terlihat gugup.
"Aduh, aku berdebar!" Ucap Pram dalam hati karena baru sekarang inilah ia melakukan hubungan badan.
__ADS_1
Sedikit ragu tapi pria ini sudah tidak tahan lagi. Perlahan pria itu meraup bibir tipis manis milik istrinya. Mata Serina melebar, tubuhnya kaku dan hawa panas seketika menjalar ke seluruh tubuhnya.