
Pagi menjelang, Pram bangun terlebih dahulu. Di pandangnya wajah sang istri yang masih terlelap tidur di bawah selimut tebal.
"Cantik sekali,...!" Ucap Pram mengagumi.
Hati Pram benar-benar berbunga, ingin rasanya ia berteriak mengungkapkan kebahagiaan di pagi yang cerah ini. Bibirnya terus mengukir senyuman , pandangannya tak lepas dari wajah cantik milik istrinya.
Perlahan Pram mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi isterinya.
"Selamat pagi, sayang..!" Ucap Pram saat Serina membuka matanya.
"Hem, selamat pagi!" Balas Serina.
Serina tersenyum kepada Pram, tiba-tiba saja tangannya terulur membelai wajah Pram. Keduanya saling tatap dengan saling membelai wajah. Pram tersenyum bahagia, bahkan bunga di hatinya seakan sedang bermekaran.
"Sungguh, aku mencintaimu." Ungkal hati Pram mengena di hati Serina.
Serina tak menjawab, wanita ini justru meraih bibir suaminya lebih dahulu. Mata Pram melotot tak percaya, pria ini langsung memeluk tubuh istrinya erat-erat. Keduanya saling berciuman, memagut mesra menumpahkan rasa cinta.
Tidak mau membuang kesempatan, Pram langsung saja kembali menghentakkan benda pusakanya ke dalam Padang rumput milik Serina.
"Akh......."
Lenguh Serina saat suaminya dengan lahap menghisap salah satu gunung kembar miliknya. Pram mulai menggoyangkan tubuhnya naik turun maju mundur. Sesekali ia mengecup bibir merah jambu milik istrinya.
"Auh.. Emmhp......."
Sekali lagi Serina mendesah, suara manjanya terdengar di telinga Pram hingga membuat pria ini mempercepat gerakan, kedua tangannya sibuk meremas bahkan sesekali ia dengan nakal menghisap buah dada Serina.
Pram tersenyum puas melihat istrinya yang begitu kenikmatan dengan permainan pagi ini. Serina terus mengeluarkan suara lenguhan hingga membuat Pram semakin mempercepat gerakannya. Pram juga kembali menghisap kuat-kuat buah dada istrinya hingga membuat Serina semakin menggelinjang kenikmatan.
"Arkhhhh....!"
"Akh.........!"
Suara erangan memenuhi sudut kamar pasangan suami istri yang sedang mencapai *******. Deru nafas terdengar tak beraturan, jantung mereka berdegup kencang. Setelah saat kemudian, Serina bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Wanita ini syok saat melihat bayangan dirinya di cermin, banyak sekali tanda merah di leher dan dadanya.
Serina pun pergi mandi dengan berendam air hangat di bathtub, ia tersenyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi malam dan pagi ini.
Singkat cerita, mereka telah bersiap-siap untuk keluar sarapan. Sambil menggenggam tangan istrinya, merekapun tiba di sebuah restoran setelah itu mereka langsung pergi untuk jalan-jalan.
Malam pun tiba, Pram mengajak Serina untuk pergi makan malam di dekat pantai. Serina termangu menatap meja yang sudah terhidang beberapa makanan. Pemandangan malam yang sangat bagus di tambah semilir angin membuat kedua hati suami istri ini terasa hangat.
Pram kemudian memeluk istrinya dari belakang. " Sayang, apa kamu suka?" Tanya Pram dengan nada lembut.
"Ini semua kamu yang menyiapkan nya?" tanya Serina.
"Iya sayang. Aku ingin membuat kamu bahagia, malam ini, esok dan seterusnya."
Serina tersenyum lebar ke arah suaminya tentu saja hal itu membuat Pram gemas dan langsung menangkup kan kedua pipi istrinya lalu mencium bibirnya.
__ADS_1
"Sayang, nanti di lihat orang.."
"Habisnya kamu bikin aku gregetan!"
"Kita makan sekarang mas, aku udah lapar!"
Serina duduk berhadapan dengan suaminya.
Selesai makan, mereka berdua duduk di tepi pantai. Hembusan angin membuat Serina kedinginan, sesekali ia menggosok telapak tangan lalu meniupnya.
"Sayang sudah malam, Ayo pulang!" ajak Pram.
Serina menurut, keduanya pun masuk kembali ke dalam kamar hotel. Di atas tempat tidur, seperti biasa Pram akan memeluk Serina dari belakang. Hembusan nafas begitu hangat menyentuh leher Serina. Belaian lembut dan manja semakin membuat Serina merasa nyaman dan pada akhirnya ia terlelap dalam pelukan Pram.
Pria ini melihat istrinya tidur dengan nyenyak nya. Rasanya ia tidak tega untuk membangunkan Serina hingga pada akhirnya Pram memutuskan untuk menunggu istrinya bangun.
Pram tersenyum, tangannya memainkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Belaian tangan Pram membuat Serina terbangun.
"Selamat pagi, sayang...!" ucap Pram lalu mengecup kening istrinya.
"Pagi...!" Balas Serina dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mandilah, setelah itu kita turun untuk sarapan." ujar Pram kemudian wanita itu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
Satu jam kemudian, Pram dan Serina turun sarapan. Pagi ini mereka sarapan di tempat yang sama seperti sebelumnya.
"Sayang, besok kita pulang. Kamu mau beli apa?"
"Sayang, nanti mas akan membawa ke suatu tempat, pasti kamu akan suka!" Ujar Pram.
"Wah.. Apa itu sayang?"
"Kalau mas beri tahu dulu namanya bukan kejutan dong sayang!"
"Iya-iya.. Terserah mas saja!" Sahut Serina.
Sore yang cerah, secerah senyum Serina karena sore ini Pram mengajaknya pergi. Keduanya saling berpegangan tangan menyusuri tepi pantai. Karena Serina merasa lelah akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di tepi pantai.
Serina melepaskan ikat rambutnya membiarkan rambut panjangnya tergerai tersapu oleh angin.
Langit biru berubah menjadi jingga
"Sebenarnya kita mau ke mana, mas?" Tanya Serina Sambil memainkan pasir pantai dengan tangannya, dia menikmati suara deburan ombak.
"Ke mana saja yang penting cuci mata," jawab Pram. "Bercanda, pokoknya kamu tunggu saja!"
"Memangnya apa sih, mas? Aku penasaran banget nih!" Ujar Serina semakin penasaran.
"Tunggu saja. Kamu pasti akan suka!" Ujar Pram. "Sayang, lihat mataharinya mulai tenggelam!"
__ADS_1
"Wuah.. bagus banget pemandangannya," ucap Serina dengan senyum lebarnya. " Tapi, kenapa pantainya sepi ya, mas?"
"Mas nggak tahu sayang," jawab Pram.
Langit jingga mulai berganti tugas, malam ini langit malam diterangi oleh bulan dan bintang-bintangnya, sehingga membuat kedua insan ini masih setia duduk di tepi pantai.
Serina memperhatikan sekitar. Tiba-tiba lampu-lampu di pinggir pantai menyala.
Duar...
Duar..
Duar..
Suara kembang api mengagetkan Serina. Wanita itu menoleh dan melihat di atas langit, kembang api itu berbentuk tanda hati. Pantai ini seketika menjadi cantik dengan hiasan lampu berwana kuning.
Mata wanita ini melotot tak percaya. Mungkinkah semua ini Pram yang menyiapkan untuk dirinya?
Serina menoleh ke arah Pram yang berdiri di belakangnya, ternyata di tangan pria itu sudah memegang satu buket besar mawar berwarna putih.
Serina menutup mulut dengan kedua tangannya, mata wanita ini berkaca-kaca karena terharu.
Pram menyerahkan bunga tersebut dan langsung di terima Serina dengan segenap perasaan bahagia, keduanya saling berpelukan erat satu sama lain.
"Bagaimana, kamu suka nggak?" tanya Pram.
"Suka banget!" ucap Serina.
Sepasang suami istri ini pun duduk di sebuah meja yang sudah di siapkan.
"Bisa romantis juga ternyata," ucap Serina menggoda.
"Semua ini mas lakukan agar kamu bahagia, sayangku!"
"Mas, aku cinta banget sama kamu." Ucap Serina sembari meraih tangan Pram.
"Mas juga cinta banget sama kamu, sayang!"
"jadi semua ini kamu yang menyiapkannya?"
"Iya. Khusus untuk istriku tercinta!"
"Manisnya, tambah cinta aku!" Sahut Serina.
Tiba-tiba Pram mengeluarkan sebuah kalung untuk Serina hingga membuat Serina kembali terkejut.
"Sayang, kamu mau kan menua bersama mas?" tanya Pram.
"Ya mau lah mas,..." Jawab Serina dengan penuh haru.
__ADS_1
Pram tersenyum mendengarnya. Pram menghampiri Serina lalu memasangkan kalung tersebut di leher Serina. Di bawah langit jingga, keduanya saling berciuman dan berpelukan.