
JANGAN LUPA MAMPIR YA KAKπππ»
Singkat cerita, Malam ini adalah malam dimana Bara dan Arum akan merayakan acara pernikahan mereka yang berlangsung di salah satu hotel mewah. Acara tersebut berjalan dengan sangat meriah bahkan banyak tamu-tamu yang menghadiri acara tersebut, terutama rekan bisnis Bara. Para tamu berbisik-bisik karena sebagian dari mereka ada yang mengetahui tentang rumor Bara yang berselingkuh dengan pembantunya sendiri. Tak hanya itu, masih banyak lagi gonjang-ganjing yang di dengar oleh Bara dan Arum tapi pasangan ini lebih memilih diam dan menikmati acara yang berlangsung.
"Mas, aku tidak menyangka jika aku sekarang sudah menjadi istri kamu." Ucap Arum dengan tersenyum lebar.
"Apa kamu senang?" Tanya Bara.
Arum mengangguk dengan cepat. "Tentu saja, aku sangat senang sekali!"
-
"Lihatlah! Wanita itu merebut suami majikannya dan sekarang dia menikah dengan suami majikannya sendiri." Cibir salah satu tamu pada temannya.
"Benar sekali, padahal dia sama-sama wanita tapi kenapa tidak punya hati." Balasnya.
"Wah, kalian jangan main fitnah gitu dong!" Sahut yang lain.
"Kamu sudah ketinggalan berita padahal dulu gosipnya sudah tersebar dimana-mana."
"Memangnya ada wanita sejahat itu?"
"Ada, itu buktinya." Jawab orang tersebut sambil menunjuk Arum.
Kebetulan percakapan itu tak sengaja didengar oleh ibu Arum yang sedang berdiri di dekat mereka.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? tidak mungkin anakku melakukan hal keji seperti itu. Tapi nanti aku harus bertanya pada Arum untuk memastikan apakah ucapan mereka benar atau salah." Ujar Sisil.
Bara, pria ini tampak celingukan seperti sedang menunggu kedatangan seseorang yang tak lain adalah mantan istrinya. Daritadi ia sama sekali tak melihat sosok Serina. Jadi Bara berpikir mungkin mantan istrinya itu tidak mungkin akan datang.
"Mas, aku perhatikan kamu seperti sedang menunggu seseorang?" Tanya Arum.
"Aku sedang tidak menunggu seseorang, Rum."
"Pasti kamu menunggu mantan istrimu, aku yakin dia tidak akan menghadiri undangan pernikahan kita. Aku yakin sekarang dia pasti sedang menangis darah meratapi nasibnya." Cibir Arum sambil tersenyum miring.
Bara tidak menanggapi, mata pria ini sibuk berkeliling mencari sosok yang ia nantikan.
-
Sementara dilain tempat.
Malam yang cerah untuk hati yang sedang bergembira karena malam ini malam dimana Pram akan menjadi pasangan Serina untuk menghadiri acara pernikahan mantan suami Serina.
Pram terus mematut dirinya di depan cermin, dia ingin terlihat tampan dan menawan di hadapan Serina, setelah merasa sudah sempurna, Pram kemudian
beranjak pergi untuk menjemput Serina.
-
-
__ADS_1
Di ruang tamu, Pram menunggu Serina yang sedang merias diri di dalam kamar. Sama halnya dengan Pram, Serina tersenyum-senyum sendiri melihat pantulan dirinya di cermin.
Tak perlu lama-lama, akhirnya Serina keluar juga. Sejenak Pram terdiam melihat Serina yang begitu cantik dan anggun dengan gaun berwarna navy melekat indah di tubuh bahenol Serina.
Tampil cantik, sungguh sangat cantik, meskipun Serina sudah menginjak usia 30 tahun tapi tetap saja hal itu membuat pesona Serina semakin membuat Pram tergila-gila padanya.
"Kamu sangat cantik, Serina!" Puji Pram yang masih tak berkedip.
Serina tersipu malu mendengar pujian dari Pram.
"Ya, memang aku cantik sejak dulu." Ucap Serina yang sebenarnya salah tingkah.
"Bodoh sekali Bara, bisa-bisa menduakan wanita sesempurna kamu dengan wanita seperti Arum." Ujar Pram.
"Untuk menjadi seperti Arum, tidak perlu cantik yang penting bisa skill." Sahut Serina.
"Ah.. Kamu ini kalau ngomong suka bener." Ucap Pram membuat Serina tertawa.
"Ayo kita berangkat sekarang." Ajak Pram dan diiyakan oleh Serina.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan, Serina dan Pram akhirnya sampai juga di hotel tempat acara pesta pernikahan Bara dan Arum berlangsung.
"Serin, kamu yakin akan masuk?" Tanya Pram yang sebenarnya meragukan Serina.
"Tentu saja aku yakin, aku sudah menguatkan hatiku terlebih dahulu." Jawab Serina tegas.
"Ingin bergandengan?" Tawar Pram sambil mengulurkan tangannya.
"Mas, bukankah itu Serina?" Ucap Arum setengah berbisik kepada Bara.
"I-iya, benar itu Serina!"
"Bukankah laki-laki yang bersama Serina itu, Pram?"
"Tapi kenapa mereka bisa bersama?" Tanya Arum penasaran.
"Benar, itu Pram. Mereka berdua teman saat kuliah dulu.
Tapi kenapa sekarang mereka bisa berduaan? apakah laki-laki yang dimaksud mamah itu adalah Pram?" Bara bertanya pada diri sendiri.
"Hah, Murahan sekali dia, baru saja bercerai darimu dia langsung dapat laki-laki lain." Celetuk Arum.
"Jangan bilang hubungan dia dengan laki-laki itu sudah dari sebelum kalian bercerai." Arum berusaha mengompori Bara.
"Ah, tidak mungkin! tidak mungkin Serina seperti itu!" Sanggah Bara.
Tapi entah kenapa, hati Bara terasa begitu panas saat melihat sang mantan istri kini tengah bergandengan mesra dengan seorang pria lain selain dirinya.
"Secepat itukah kamu sudah memiliki pengganti diriku?" Tanya Bara di dalam hatinya.
Hati Bara semakin kembali panas dan membara saat melihat Pram dan Serina yang terlihat begitu mesra apalagi ditambah bisik-bisik para tamu yang memuji ketampanan Pram dan kecantikan Serina.
Pram dan Serina naik ke atas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
__ADS_1
"Wah, ternyata kamu datang. Aku kira kamu tidak akan datang. Ngomong-ngomong nyali dan mental mu gede juga! " Ucap Arum dengan nada mencibir.
"Memangnya kenapa?" Tanya Serina.
Arum tersenyum sinis.
"Aku harap setelah ini, kamu tidak menangis." Ujar Arum dengan senyum mengejek.
"Untuk apa aku menangisi pengkhianat seperti kalian. Kalian berdua sangat cocok, sama-sama pengkhianat,"Ucap Serina seraya melirik ke arah Bara.
"Wanita mandul saja sombongnya minta ampun." Cibir Arum sengaja mengeraskan suaranya.
Serina tertawa mendengarnya.
"Seharusnya kata-kata mandul itu kamu tujukan kepada suami mu ini."
"Hei, apa maksudmu?" Tanya Arum tak terima.
"Apa maksudmu, Serina?"Tanya Bara yang juga tak terima. "Kalau kamu mandul, ya mandul saja jangan mengatai aku mandul." Seru Bara sombong.
"Hei, Bara! Jaga bicaramu." Geram Pram.
"Kamu tidak usah ikut campur!" Sentak Bara.
"Jika menyangkut Serina, tentu saja aku ikut campur. Hai, Arum aku tidak menyangka di balik wajahmu yang lugu ternyata kau seorang perebut suami orang." Terang Pram sambil melirik jijik Arum.
"Hei, Pram jaga bicara mu pada istri ku. Dia tidak merebut ku hanya saja aku yang memilih nya sebab aku tidak sudi hidup dengan wanita mandul ini." Bara begitu blak-blakan menghina mantan istrinya itu.
Pram yang mendengar hendak maju tapi langsung di tahan oleh Serina.
"Pram, kita kesini untuk mengucapkan selamat bukan untuk mencari keributan." Ucap Serina tenang.
"Kalau bukan karena Serina, sudah ku robek mulut mu yang busuk itu!" Ujar Pram.
"Selamat ya, untuk Kalian berdua. Semoga kalian akan tetap bersama sampai akhir hayat." Ucap Serina tersenyum lebar.
"Bilang saja kamu cemburu!" Cibir Arum.
Serina tertawa kecil menanggapi ucapan Arum.
"Oh ya, ini ada kado spesial pernikahan dari ku untuk kalian berdua." Ucap Serina seraya mengeluarkan sebuah map coklat dari dalam tasnya.
Bara mengerutkan dahinya tapi ia tetap mengambil map tersebut dari Serina.
"Apa ini?" Tanya Bara.
"Jika aku memberi tahu mu, itu bukan kejutan namanya. Jadi kamu bukalah sendiri." Ucap Serina sambil tersenyum miring.
____________________________________
Hai kak.....Aku mau izin promo karya baruku di akun yang berbeda. Yuk, yang berkenan silahkan mampir dan jangan lupa kasih dukungannya dengan cara like,komen dan Voteπ₯°ππ»
__ADS_1