Rintihan Di kamar Pembantuku

Rintihan Di kamar Pembantuku
50. Tidak Tahu Diri


__ADS_3

"Kamu tidak apa-apa kan, Serina?" Tanya Pram.


Serina menggeleng sambil tersenyum tipis. "Aku tidak apa-apa, Pram." Jawabnya.


"Untung saja aku tepat waktu datang, kalau tidak pasti dia akan menamparmu." Ujar Pram.


"Sudah tidak apa-apa."


"Dia sepertinya marah besar padamu, apa yang kamu lakukan padanya?" Tanya Pram penasaran.


"Semua kartunya aku bekukan, makanya dia marah besar padaku." Jawab Serina.


"Ha, pantas saja. Kamu memang cerdas Serina." Puji Pram.


"Tapi Serin......." Pram menggantung ucapannya.


"Tapi apa Pram?" Tanya Serina.


"Yang tadi kamu katakan, apakah benar?"


Serina sejenak terdiam tak paham apa yang dimaksud oleh Pram.


"Apa benar kalau perasaan kamu itu sudah berpindah kepadaku?" Tanya Pram langsung pada intinya.


Lagi, Serina dibuat terdiam oleh pertanyaan Pram.


"Atau apakah itu hanya sebuah kebohongan saja? jawab Serina!"


"Pram.....itu semua hanya......." Belum selesai Serina berbicara, Pram langsung memotong ya.


"Hanya karena kamu ingin membuat mantan suami kamu cemburukan? Hem.....aku sudah paham." Ucap Pram memalsukan senyumannya.


"Padahal aku sudah terbawa perasaan tadi..." Lirih Pram.


Serina hanya menatap Pram dengan sendu, lalu menghela nafas panjang.


"Tidak usah di pikirkan, aku hanya bercanda, Serina!" Ucap Pram.


"Aku jadi tidak enak dengan mu, Pram!"


"Sudah, sudah.. sebaiknya kita harus segera mengisi perut, ayo!!"


*


Di tempat yang berbeda, Bayu dan Arum kini tengah asik mengayuh cinta.


"Sshh... Akhhh... Teruskan Bay..." Arum mendesis kenikmatan saat Bayu menghentakkan rudalnya kedalam hutan rimba milik Arum yang tidak pernah dibabat.


"Arum.. Arum..tubuhmu sungguh nikmat." Gumam Bayu membuat Arum tersenyum bangga.


"Akhh... Ssh..terus, teruss sayang.. akhh nikmat, ahh..." Erang Arum.


"Apa kamu menikmatinya?" Tanya Bayu yang masih memaju mundurkan rudalnya.


"Tentu saja Bay, punya mu lebih besar dari pada suamiku. Aku... Aku merasa puas dengan mu, Bayu.. aku adalah milikmu, terus Bay.. akhh...!!"


"Iya sayang, aku akan memuaskan mu!" Sahut Bayu sambil mencengkram gunung kembar milik Arum lalu mempercepat goyangan pinggulnya.


Setelah dirasa puas menumpahkan benih kehidupan, barulah Bayu mencabut benda pusakanye dari liang senggama milik Arum.

__ADS_1


"Kamu hebat sekali, Bay. Kamu benar-benar membuat ku terbang hari ini." Ucap Arum memuji Bayu.


"Tentu saja, aku akan memuaskan mu setiap saat jika kamu mau." Ucap Bayu sambil tersenyum.


"Punya mu sungguh besar dan menggairahkan, berbeda dengan suamiku." Ucap Arum membandingkan.


"Jika kamu tidak merasa puas dengan suami mu, aku bisa memuaskan mu, Arum. Datanglah kemari, pintu ini terbuka lebar untuk mu!" Ucap Bayu.


Tanpa Arum sadari, hari sudah berlalu ke malam dan ia baru saja selesai mengayuh dosa. Saat ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul tujuh malam, Arum langsung saja bergegas membersihkan dirinya lalu berpamitan pulang kepada Bayu yang masih terkapar diatas ranjang akibat himpitan donat milik Arum.


Setibanya diapartemen, sebelum masuk ke dalam Arum terlebih dulu memoles bibirnya yang terlihat sangat pucat itu agar Bara tidak mencurigainya.


Arum membuka pintu dan perlahan melangkah masuk, namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat Bara menegurnya.


"Darimana saja kamu, Rum?" Tanya Bara seraya bangkit dari duduknya lalu menghampiri Arum.


Tak menjawab, Arum hanya memutar bola mata malas.


"Kenapa seharian tidak mengangkat teleponku, darimana saja kamu!" Tanya lagi Bara.


Arum membuang nafas kasar. "Udahlah, aku capek! aku pengen istirahat!" Seru Arum berlalu begitu saja tapi dengan cepat Bara meraih lengannya.


"Apalagi sih, Mas!" Bentak Arum kesal.


"Rum, aku ini bertanya padamu, kamu kemana saja daritadi?"


"Haduh, aku itu kerumah temenku dan tadi itu ponselku mati! udah jelaskan jawabanku?"


Bara menghela nafas panjang. "Kamu marah padaku kan, gara-gara gak jadi beli mobil?"


"Kalau iya, memang kenapa? Mas, kamu itu udah janji loh sama aku." Ujar Arum.


"Kamu kan tadi lihat sendiri, kartu ku sudah di bekukan dan asal kamu tahu itu di sebabkan oleh Serina." Ucap Bara.


"Arum tidak boleh tahu bahwa aku sudah di pecat." Batin Bara.


"Mas, kenapa diam saja?" Tanya Arum.


"Aku juga tidak mengerti, sepertinya dia tidak bisa melihatku hidup bahagia bersama mu." Ucap Bara berbohong.


"Wanita murahan itu! Aku yakin dia masih mencintai mu, mas. Kita harus memberi dia pelajaran."


"Aku akan menemuinya besok!" Timpalnya.


"Untuk apa?" Tanya Bara panik.


"Memberinya sedikit pelajaran." Jawab Arum.


"Ja-jangan bikin masalah, Rum. Nanti kamu akan malu...." Tutur Bara.


"Aku gak peduli, Mas. Wanita itu sesekali harus diberi pelajaran karena sudah berani menggoda suami orang!" Kata Arum kemudian berlalu begitu saja.


Dan benar saja keesokan harinya terjadi keributan di depan kantor milik Serina.


"Hei, wanita keparat! Keluar kamu!" Teriak Arum.


"Berani-beraninya kamu masih menggoda suami ku!" Seru Arum sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh semua orang.


"Tolong hentikan! Sebaiknya anda pergi dari sini!" Ucap salah satu satpam.

__ADS_1


"Hei, pak tua! Aku tidak ada urusan dengan mu!"


"Ada urusannya, karena anda sudah membuat kekacauan disini!" Sahut pak Satpam.


Sementara di ruangannya, Serina terlihat fokus dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya.


"Serina, sepertinya kamu harus keluar." Ucap Desi.


"Untuk apa?" Tanya Serina.


"Mantan pembantu mu datang kesini membuat keributan. Cepatlah keluar!"


Serina mengernyitkan alisnya, wanita ini pun keluar dari ruangannya karena merasa penasaran.


"Jangan halangi jalanku, aku ingin menemui wanita murahan itu!" Teriak Arum.


Arum wanita tak punya urat malu itu sama sekali tak perduli meski banyak mata yang melihatnya dengan tatapan sinis dan jijik.


"Kamu mencari ku?" Tanya Serina dengan wajah santainya.


"Hei, kamu wanita murahan!" Umpat Arum.


"Pak satpam, lepaskan wanita gembel itu!" Titah Serina.


Arum menghampiri Serina lalu tanpa aba-aba mendaratkan satu tamparan di pipi mulus Serina.


Semua orang yang disitu merasa terkejut bahkan di antara mereka saling berbisik-bisik satu sama lain. Satpam ingin menghampiri tapi Serina menghentikan mereka.


Merasa tidak puas, Arum ingin menampar Serina untuk yang kedua kalinya tapi kali ini Serina menahan tangannya.


"Sebaiknya kita bicara di dalam ruangan ku, sepertinya ada hal serius yang ingin kamu sampaikan hingga kamu menampar ku." Ucap Serina yang masih santai.


"Cuih... Tidak perlu! Apa kamu malu kalau semua orang tahu kalau kamu adalah penggoda suami orang, hah!" Ujar Arum yang sengaja mengeraskan suaranya.


Semua orang lagi-lagi di buat terkejut.


"Apa maksud mu? Aku menggoda suami mu? Hahahaha..." Serina tertawa sarkas.


"Hei apa kamu lupa bahwa kamu lah yang merebut suami ku, majikan kamu sendiri, hah?!" Tanya Serina dengan menatap nyalang Arum.


"Pengkhianat lebih pantas dengan pengkhianat. Contohnya kamu dan sampah bekas ku yang sudah kamu pungut itu." Timpal Serina.


Tak menghiraukan ucapan Serina, Arum justru terus saja meneduh Serina.


"Halah bilang saja kalau kamu masih mencintai suami ku, kan?!" Teduh Arum.


Plak!


Serina menampar Arum dengan keras hingga membuat Arum meringis kesakitan.


"Ucapan mu salah besar, untuk apa aku masih mengharapkan bajingan itu, pungut lah sampah bekas ku itu, Aku sudah membuangnya!" Ucap Serina menatap tajam Arum.


"Kamu tidak usah mengelak lagi, Serina. Buktinya, untuk apa kamu berada di kantor milik suami ku ini, hah? Kalau bukan untuk menggoda suami ku." Cecar Arum sambil tersenyum miring.


"Wow, sepertinya suami kesayangan mu itu belum memberitahu mu, asal kamu tahu saja, sampah itu hanyalah seonggok pria yang tidak memiliki apa-apa bahkan perusahaan ini adalah milikku jadi aku sudah menendang sampah itu!" Tutur Serina membuat Arum begitu syok.


"Tidak, tidak mungkin ini milikmu. Ini adalah milik suamiku. Kamu tidak usah ngaku-ngaku apalagi berbohong, wanita jalan*g!" Maki Arum.


Plak!

__ADS_1


Lagi, Serina menampar keras pipi Arum hingga membuat Arum mundur beberapa langkah kebelakang.


"Kamu tidak ada hak mengatai aku jalan*g, bukankah jalan*g itu adalah kamu, kamu adalah pembantu ku yang sudah merayu bahkan berselingkuh dengan suami majikan mu sendiri!" Seru Serina.


__ADS_2