Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 13


__ADS_3

Soraya masih mengamati kepergian Rudi. Ada rasa ingin tahu muncul dari dalam hatinya, segera ia mengikuti arah langkah Rudi yang memasuki ruang private di Restoran jepang ini. Sialnya, setelah pintu tertutup Soraya sudah tak punya celah untuk mengetahui apa yang mereka berdua lakukan maupun tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Ia pun tak punya pilihan lain, selain kembali ke tempat duduknya semula dan menunggu sampai Rudi kembali.


Diruang private masih dalam situasi sunyi, hingga seorang waitress selesai mengantarkan makanan Rudi baru membuka suara.


"Rara, apakabar kamu?" tanyanya dengan rasa gugup yang mencoba ia sembunyikan.


"Baik, kamu?" tanya wanita dihadapannya yang berusaha rileks.


"Baik juga," seakan sulit untuk berucap Rudi menampilkan senyumnya, lalu berujar kembali, "aku merindukanmu."


Senyum wanita didepannya tercetak meski hambar. Lalu ia berucap, "Ohya?"


"Kenapa?. Apa kamu gak yakin kalau aku merindukanmu." Rudi menyampaikan isi hatinya, tigabelas tahun wanita di depannya selalu ada dalam benaknya. Ia akui, bahwa ia salah karena pergi meninggalkannya tanpa kabar. Tapi ia yakin inilah saat yang tepat, dan ia berharap kesempatan itu ada untuknya.


"Ya, aku sudah memaafkanmu sekarang."


Rasa lega menyeruak masuk ke dalam hati Rudi. Ia yakin, wanita dihadapannya akan kembali lagi padanya. "Terimakasih," ucap Rudi, lalu suaranya terdengar berat, "Apa kamu mau mendengar alasanku, kenapa aku sampai pergi tanpa kabar?"

__ADS_1


Jawaban wanita didepannya diluar dugaan, ia menggeleng. Apa pertanda ia menolak, batin Rudi. Rudipun kembali bertanya memastikan, "Kenapa?"


"Aku sudah menikah."


Seperti dihantam pukulan berat, sakit namun tak berdarah. "Menikah?. Dengan siapa?. Apa aku mengenalnya?" tanya Rudi seakan mencerca.


Wanita didepannya mengangguk, membuat kening Rudi semakin berkerut dalam. "Siapa?" tanya Rudi kian mendesak.


"Reynand, dia suamiku. Aku sudah menikah dengannya," ucap wanita dihadapannya lugas, Rudi seakan tercekat tak percaya. Reynand adalah sahabat dari pacarnya. Bagaimana bisa mereka bisa menikah, dan lagi secepat itu pacarnya bisa melupakannya. Sementara Rudi, tak sedetikpun ia punya niat melupakan ataupun menghianatinya. Dan buktinya sampai saat ini ia masih menyendiri hanya untuk menjaga hatinya untuk wanitanya. Saat ia kembali nyatanya seperti ini, sulit diterima.


"Gak Ra, aku tahu kamu tidak mencintainya," ucap Rudi menyangkal.


'Lalu kalau kamu tahu bagaimana bisa kamu menikah dengannya,' batin Rudi berteriak.


"Lantas, kenapa kamu menikah dengannya. Kamu pasti hanya kasihan dengannya dan kamu tidak mencintainya," ucap Rudi semakin mencerca.


"Tapi Reynand mencintaiku, aku rasa itu sudah cukup."

__ADS_1


"Dan aku juga mencintaimu Ra, bahkan sangat mencintaimu," kata Rudi penuh penekanan.


"Dan kamu sudah terlambat."


Terlambat, kata itu semakin membuat Rudi tersudut. Benar ia salah karena meninggalkan wanitanya tanpa kabar, lalu bagaimana dengan hatinya. Siapa yang bisa disalahkan bila sudah seperti ini. Waktu, takdir atau lelaki yang sudah mendahuluinya yang mampu bersanding dengan wanitanya.


"Kamu gak bahagia bersamanya, kamu pasti menyesal," kata Rudi yang jelas-jelas penuh keegoisan.


Wanita dihadapan Rudi menggeleng. "Yang kutahu Reynand tulus, jadi dia sudah pasti akan membahagiakanku dan tak akan membuatku menyesal."


Rudi seakan belum menyerah, lalu ia memanggil nama wanitanya pelan, "Rara.."


"Kurasa pertemuan kita sampai disini Di, mudah-mudahan kamu sebahagia aku nantinya. Atau mungkin lebih bahagia lagi," ucap wanita itu, kemudian beranjak bangun dari duduknya.


"Ra," panggil Rudi, namun wanita itu masih tetap melanjutkan langkahnya hingga ia menghilang setelah pintu tertutup.


Rudi mengacak dan menjambak rambutnya frustasi. Ia merutuki dirinya, kenapa dan kenapa. Harusnya ia kembali dari dulu atau harusnya ia memberikan kabar lebih dulu. Bukan pergi begitu saja. Dan sekarang sudah terlambat, ribuan alasanpun sudah tidak berlaku lagi.

__ADS_1


Siapa yang bisa disalahkan. Dirinya yang lambat ataukah garis takdir yang tak berpihak.


To be Continue


__ADS_2