
"Hubungi aku jika akan pulang nanti."
Soraya mengurungkan niatnya yang hendak membuka pintu mobil, ia berbalik menatap kearah Rudi.
Merasa sedang diamati, Rudi menoleh menatap balik Soraya. Lelaki itu menebak-nebak apa yang dipikirkan Soraya. "Kondisi badanmu masih belum sehat, ada baiknya jangan pergi kemana-mana," kata Rudi memperingatkan.
Soraya mengangguk, "Apa nanti kamu akan menjemputku?"
"Aku tidak bisa janji, hari ini banyak agenda dirumah sakit. A—"
Soraya menipiskan bibirnya, ia tak mungkin akan merepotkan Rudi lagi. Dan dengan cepat ia berujar sebelum Rudi selesai bicara. "Aku tahu, biar nanti supir yang mengantarkan aku pulang," kata Soraya lalu berbalik membuka pintu mobil.
Begitu Soraya keluar dari mobil menuju kediamannya, Rudi masih juga belum meninggalkan tempat. Ia mengingat kejadian semalam, Soraya meringkuk kedinginan namun suhu tubuhnya begitu panas. Ditengah sakitnya, Soraya tak henti mengigau. Menangis memanggil-manggil nama kedua almarhum orangtuanya. Siapapun yang mendengar racauannya akan merasa pilu.
Begitupun dengan Rudi, hati kecilnya seolah tersentil. Dini hari yang lalu Rudi terjaga hanya untuk memeriksa dan merawat Soraya bahkan terpaksa mengambil tindakan mendekap tubuh wanita itu agar lebih tenang.
__ADS_1
Rudi pun kini mulai meninggalkan tempat setelah Soraya tak terlihat lagi dari jangkauan matanya.
Soraya memasuki kediaman rumahnya, tak disangka keluarganya tengah berkumpul diruang makan. "Siang Tante, Angel. Soraya pulang," sapa Soraya saat sudah berada diruang makan.
"Kamu pulang dengan siapa Raya, suamimu gak temanin kamu?" pertanyaan dari Cindy terdengar seolah menyindir.
"Tadi Soraya diantar Rudi, karena dia ada urusan pekerjaan di rumah sakit, jadi dia gak mampir," jawab Soraya.
"Ya sudah sini gabung bersama kami," kata Cindy mengajak Soraya untuk duduk makan siang bersama.
"Terimakasih Tante, tapi Soraya sudah makan. Soraya kesini mau mengambil beberapa barang."
Dengan alis terangkat Soraya berujar, "Apa perlu aku menjelaskan kepadamu?"
"Bukankah kamu sudah tidak lagi tinggal disini. Aku rasa kamu sudah tak perlu untuk kembali lagi kesini?" kata Angel sinis.
__ADS_1
"Maksud kamu apa?" tanya Soraya merasakan ketidaksukaan akan kehadirannya kembali ke tempat ini.
"Angel hanya menanyakan setelah kamu menikah kan kamu tinggal bersama suami kamu dan tidak lagi tinggal disini," kata Cindy berusaha menjelaskan ucapan Angel.
"Iya itu benar. Dan apa kalian lupa, bahwa rumah ini masih milik Soraya, jadi Soraya bisa kapan saja pulang." Soraya sudah mulai geram, baru ia keluar dari rumah ini belum genap seminggu, ia sudah disambut dengan kata-kata yang tak enak di dengar.
Cindy tak bisa berkutik mendengar ucapan Soraya barusan, heran dengan sikap Soraya yang tak biasanya. Biasanya Soraya menurut padanya. Apalagi ia geram karena ucapan anaknya menimbulkan perdebatan.
Sementara Angel berucap demikian karena ia menyimpan kekesalan sebab beberapa hari yang lalu Soraya mengembalikan berkas kontrak kerja tanpa diisi tandatangan. Itu artinya Soraya tak lagi melanjutkan kerjasama dengan management artis yang menaunginya selama ini.
"Karena Soraya kini sudah menikah, hak alih aset sudah bisa Soraya ambil kan Tante?" ucap Soraya tak terdengar seperti pertanyaan tapi terkesan bak pernyataan bagi Cindy juga Angel.
Cindy tersenyum hambar disertai mengangguk, tapi bertolak belakang dengan isi di hatinya.
To be Continue
__ADS_1
Author up lagiii nih
jangan lupa Jempol juga komentarnya yaaaa