Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 25


__ADS_3

"Sesuai dengan yang aku minta kemarin, bolehkah aku mengajukan permintaan lagi?." Soraya berkata dan menatap wajah Rudi, "Tidak ada kekerasan fisik dalam pernikahan, kita juga belum saling mengenal aku berharap kita bisa saling menjaga privasi masing-masing. Dan aku pastikan tak akan mengganggu dan membebanimu nanti," sambungnya.


Rudi mengangguk dan berucap, "Ok. Dan aku juga punya permintaan, setelah menikah kamu wajib tinggal bersamaku."


Soraya mengerjab, wajib berarti harus dan tak bisa ditolak. Itu artinya ia akan meninggalkan rumah milik orangtuanya tapi bila ia sudah berstatus menikah hak milik sudah dipastikan jatuh ketangannya. "Baiklah," kata Soraya yakin menyetujui.


Rudi melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. "Apa sudah selesai, lebih baik kita segera kembali. Aku masih ada urusan."


Soraya menipiskan bibirnya, Ia paham saat ini sedang berhadapan dengan orang penting. Kemudian Soraya tak ingin kalah lalu berucap, "Iya, aku juga masih ada urusan." Kemudian beranjak dari duduknya terlebih dahulu dan diikuti oleh Rudi.


"Aku akan mengantarmu pulang terlebih dahulu," ucap Rudi saat sudah memasuki mobil.


"Tidak perlu, kamu antarkan saja aku ke stasiun TV Permata."

__ADS_1


Rudi menoleh ke arah Soraya, "Kenapa?" tanya Soraya.


"Stasiun TV?"


"Hm, aku ada urusan. Pekerjaan maksudku. Apa kamu tidak tahu kalau aku ini adalah seorang artis?" ucap Soraya menunjuk dirinya sendiri. Namun Rudi hanya terdiam dan Soraya kembali menjelaskan. "Coba perhatikan baik-baik, apa kamu tak mengenali wajahku yang sering muncul di TV."


Soraya menyugar rambut panjangnya kemudian mendekat mengikis jarak diantara mereka berdua. Mendongakkan wajahnya menghadap Rudi dengan jarak yang begitu dekat. "Perhatikan baik-baik, kamu pasti bisa mengenali wajahku."


Tak lama Rudi menggeleng. "Maaf aku tidak tahu," ucap Rudi membuat Soraya membatu.


Degupan didadanya berubah menjadi rasa kesal, ia pun segera memundurkan tubuhnya menghempaskan diri pada jok mobil. "Bagaimana bisa kamu tak mengenali aku. Aku ini artis dan cukup terkenal. Sering muncul di TV. Jadi bintang tamu bahkan juga sering main sinetron. Juga kerap kali muncul di infotainment diurutan teratas," ucap Soraya mengomel panjang lebar. "Kamu tahu namaku sangat dikenal bahkan sempat vital," sambungnya menggerutu pelan sambil memanyunkan bibirnya.


Hal itu membuat Rudi tersenyum samar karena tingkah Soraya. Rudi pun kini mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Setelah diantar oleh Rudi menuju stasiun TV, Soraya saat ini tengah berjalan menuju studio 7 tempat acara yang satu setengah jam lagi akan berlangsung.


Saat memasuki ruang persiapan, disana sudah ada beberapa artis lain juga Angel yang tengah menunggunya. Segera Soraya mengambil tempat duduk dan Jenny mengerjakan tugasnya memoles wajah Soraya.


Disela-sela proses make-up Soraya membaca skrip yang baru saja diberikan Angel untuknya. Ia mulai memahami tugas dan adegan apa saja yang akan ia perankan saat di depan kamera nanti. Apalagi acaranya on air, ia harus paham dan mengerti akan intruksi yang tertulis di skrip yang ia baca.


Saat Soraya membalikkan halaman buku skrip yang tengah ia baca, Jenny berseloroh, "Cincin. Darimana kamu dapat ini?" tanyanya menghentikan kegiatannya yang memblow rambut Soraya. Tanganya ia gunakan meraih jemari Soraya dan mulai mengamati cincin mewah milik Soraya.


Teman-teman sesama artis juga orang-orang yang berada disitu mulai menatap ke arah Soraya, begitu juga Angel. Pandangannya mengarah tajam pada Soraya. Merasa diperhatikan oleh orang disekitarnya, Soraya kini berujar. "Ini cincin pernikahan," gumamnya pelan.


To be Continue


Belum nikah udah pakai cincin pernikahan, 😂

__ADS_1


__ADS_2