Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 53


__ADS_3

Kening Soraya mengernyit ketika bangun dari tidur. Ia melirik kesebelah tempat tidurnya, kosong tak mendapati Rudi yang biasa tidur disampingnya.


"Pantas saja," gumamnya setelah ia memegangi keningnya. Mengingat kejadian demi kejadian yang terjadi semalam.


Ia yang tak ingin Rudi berada disampingnya, setelah dirinya berujar ia pura-pura memejamkan mata, tak menghiraukan Rudi yang ingin berbicara. Dan setelah langkah kaki Rudi menjauh disertai pintu kamar tertutup Soraya baru bisa tertidur.


Soraya menyibakan selimut yang membungkus tubuhnya dan segera turun dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi ia melangkah keluar. Matanya mengedar di iringi kaki yang tetap melangkah. Sorot matanya seperti mencari sesuatu, Rudi.


Dan derap langkahnya terhenti kala matanya menangkap sosok yang ia cari. Sedang berada di dapur tengah mempersiapkan sarapan pagi.


"Kamu sudah bangun?" ucap Rudi kala mendapati Soraya berdiri tak jauh darinya.


Soraya tak menjawab sebab bibirnya masih terkatup, enggan untuk bersuara. Lidahnya kelu rasanya seperti tertarik kedalam.


"Aku sudah mempersiapkan sarapan, duduklah," kata Rudi lalu menarik kursi makan, iapun lebih dahulu mendudukan diri disana.


Soraya pun mendekat dan mengambil tempat duduk dihadapan Rudi. Suasana sarapan pagi ini dalam kondisi saling diam. Meski dalam diam, Rudi nyatanya dari tadi memperhatikan Soraya. Wajahnya nampak pucat dan lagi sosok dihadapannya menunduk seakan enggan mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Untuk yang semalam—aku minta maaf. Aku melakukannya karena aku lepas kendali," kata Rudi dengan pandangan lurus, ia mengamati ekspresi apa yang akan Soraya tunjukkan. Bahkan ia sudah bersiap jika wanita dihadapannya akan marah atau bahkan mengamuk padanya, karena kejadian semalam lebih mengarah pada tindak kekerasan.


Soraya meletakkan sendoknya. Mengingat kejadian semalam, lalu paginya berujar kata maaf. Dadanya serasa bergejolak, matanya kembali terasa perih. Dalam hati ia bersikeras, menolak dirinya lemah.


Soraya mencengkeram pahanya kuat, perlahan ia menegakkan kepalanya menatap pria dihadapnya, menatapnya tanpa berkedip agar air matanya tak menetes. "Itu konsekuensi yang mau tak mau harus aku terima, karena sejak awal aku sudah menggadaikan harga diriku agar mau kamu nikahi," kata Soraya terdengar dingin.


Mendengar ucapan itu, rahang Rudi mengeras otot-otot ditubuhnya menegang dengan sorot mata tajam memandang Soraya. "Menurutmu apa jawabanku dari pertanyaanmu kemarin?"


Soraya menarik nafasnya dalam-dalam, bola mata yang tadinya menatap Rudi kini merosot turun. "Hanya sebatas rival yang saling menguntungkan."


Keheningan membentang lama. Gigi-gigi Rudi beradu rapat, jemari tangannya mengepal.Soraya hanya menganggap ia sebagai rival yang saling menguntungkan dan mendengar itu rasanya sangat menyebalkan. Ia pun memilih beranjak melangkah lebar meninggalkan meja makan.


Langkah kaki Soraya terhenti sebab bahunya kini ditarik dan dirangkul oleh Kevin. Karena merasa risih tangan Soraya berusaha menepis, namun hal itu tetap tak berhasil sebab tenaga Kevin yang jauh lebih besar darinya.


"Ini dikantor, gak enak dilihat orang," desis Soraya seraya melirik kesal kearah Kevin.


"Jangan hiraukan mereka, lagi pula salahmu yang sulit sekali aku temui. Jadi aku pikir ini adalah kesempatanku untuk bisa bersamamu."

__ADS_1


Soraya mendegus kemudian menghentikan langkah kakinya. "Kamu tahu gak, ini masih jam kerja," tukas Soraya sambil menunjuk jam di pergelangan tangannya.


"Aku tahu Nona dan — tunggu—," kata Kevin menghentikan ucapannya. Sorot matanya berpindah pada bagian tubuh Soraya yang terdapat luka, ia menggeleng kemudian membenarkan asumsinya. Yang dilihatnya adalah kissmark tapi—.


"Apa lelaki itu yang melakukan ini padamu?" tanyanya seraya menyibakkan rambut Soraya yang menutupi lehernya.


Soraya langsung menepis tangan Kevin. "Bukan urusanmu," sahutnya kemudian melanjutkan langkah kaki menghindar dari Kevin.


"Tunggu," Kevin berusaha mencegah dengan menghadang jalannya Soraya. "Luka itu aku yakin lelaki brengsek itu yang melakukannya. Dia berbuat apa padamu, katakan padaku. Aku akan menghajarnya dan memberinya pelajaran," ucap Kevin yang sudah geram bercampur emosi, ia yakin luka yang didapat Soraya adalah tindak kekerasan.


Soraya memutar bola matanya, "Kamu tak punya hak ikut campur lagi pula dia suamiku."


"Lalu kamu akan diam saja diperlakukan seperti itu? Dan ingat aku tak akan membiarkan kamu hidup bersama laki-laki brengsek itu, meskipun kamu menyebutnya suami sekalipun," kata Kevin menekan kata-kata yang ia ucapkan.


"Terserah," ucap Soraya yang masa bodoh tak menanggapi. Kevin hendak berujar, namun terhenti sebab mendengar suara seseorang hingga membuat dirinya dan Soraya berbalik menoleh pada sumber suara.


"Soraya apa yang kamu lakukan disini?"

__ADS_1


To be Continue


😂


__ADS_2