Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 28


__ADS_3

Resepsi telah usai. Saat ini Soraya terduduk di tepi ranjang menatap sudut ruangan. Hingga pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok Rudi yang keluar dari kamar mandi hotel dalam keadaan segar usai mandi dan berganti pakaian.


Soraya meremas jemarinya, dengan perlahan pandangannya mengarah kepada Rudi. Menggigit bibirnya sebelum ia memberanikan diri untuk membuka suara.


"A—aku mau ngomong," ucapnya terdengar gugup.


Rudi yang sedang menggosokkan handuk guna mengeringkan rambutnya pun seketika terhenti, lalu menoleh. Terlihat ia menaikkan alisnya.


"A—aku —i.." lidah Soraya tiba-tiba saja mendadak kelu.


Mata Rudi menyorotinya dalam, kemudian berkata, "Apa yang ingin kamu bicarakan?"


Soraya menarik napas dalam-dalam lalu berucap, "Apa yang kamu dengar tadi saat di hotel, aku bisa jelaskan!." Kata-kata Soraya penuh keyakinan.


"Nyatanya bukan hanya aku yang menginginkan status pernikahan ini," ucap Rudi mengeluarkan pernyataan.

__ADS_1


Soraya bingung atas ucapan Rudi, ia belum memberi penjelasan tapi ucapannya disanggah oleh pernyataan. Benar adanya mereka sama-sama punya kepentingan tersendiri dengan solusi yang sama. Setelah itu Soraya memilih menganggukan kepala menanggapinya, "tentu saja," imbuhnya.


"Seandainya pernikahan ini berhenti ditengah jalan, aku akan bersiap dengan segala konsekuensinya," kata Soraya saat Rudi mendekat kearah ranjang.


Rudi mematung menghentikan langkahnya, rahangnya terkatup rapat. Tak pernah terpikirkan, pernikahan yang belum genap sehari, wanita yang kini berstatus sebagai istrinya sudah mengatakan sebuah kata berhenti, yang artinya berpisah.


"Aku tak mengerti ada orang yang menganggap enteng arti pernikahan."


Soraya tercekat, ia tertohok atas kalimat yang Rudi ucapkan. "Ini baru pertama kali dalam hidupku, yaitu menikah. Dan aku sekarang dalam posisi terdesak hingga aku memberanikan diri meminta agar kamu mau menikah denganku. Dan untuk menghargai atas persetujuan kamu, aku akan berusaha untuk memberikan apa yang kamu mau, apapun itu. Termasuk jika nanti kamu ingin mengakhiri hubungan kita, tapi setidaknya tunggu sampai aku mendapatkan hak ku kembali."


Rudi serasa termakan oleh omongannya sendiri. Dia dulu mengatakan tak akan pernah menikah dengan wanita yang tidak dicintainya, tapi ia justru melanggar ucapannya. Menikah dengan orang asing justru mempertaruhkan hidupnya.


Ditatapnya Soraya tanpa ekspresi, "Jadi ini yang kamu inginkan dari awal?" tanyanya datar, ia merasa sudah dipermainkan.


Soraya mengangguk, "Aku akan berusaha memberimu yang terbaik sebagai hubungan timbal balik ini—"

__ADS_1


"Termasuk melayaniku diatas ranjang," kata Rudi memotong ucapan Soraya.


Soraya sontak menoleh ke arah Rudi, sebentar ia merendahkan pandangan menatap ranjang yang berhiaskan bunga diperuntukkan pasangan pengantin. Lalu pandangannya kembali mengarah pada Rudi yang berjalan pelan mendekat kearahnya.


Terkesiap, ia kemudian berdiri dari duduknya pada pinggiran ranjang. Wajahnya sudah mulai memanas, kala Rudi mulai memutari ranjang hingga kini sudah berdiri dihadapan Soraya.


Kedua tangan Rudi memegangi pundak Soraya, terasa kuat. Tubuh Soraya serasa sudah mulai bergetar, satu tangannya kini beralih mengelus pipi Soraya. Pandangan mata mereka bertemu. Soraya adalah wanita yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya, ini adalah kali pertama ia sedekat ini dengan lelaki. Meski kini status lelaki dihadapannya adalah suaminya ia masih belum berani melakukan hal itu. Sungguh Soraya kali ini sangat takut.


Soraya mengalihkan pandangannya dan dengan gugup ia berujar, "Untuk yang itu aku belum siap."


Mendengar penolakan itu, Rudi kontan melepaskan tautannya lalu beranjak pergi ke arah pintu. Sedang Soraya masih berdiri, hingga ditatapnya punggung Rudi yang menghilang di balik pintu hotel.


To be Continue.


Pendek-pendek yaaaa

__ADS_1


updatenya cuma 500an 😣😣😣


__ADS_2