Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 59


__ADS_3

Soraya memilih untuk pulang lebih awal. Seperti yang dikatakan oleh Rudi kemarin, sore ini mereka akan menghadiri sebuah acara.


Alasan Soraya memilih pulang lebih awal adalah untuk memulai persiapan semaksimal mungkin. Ia tak ingin Rudi kecewa jika melihatnya berpenampilan asal sebab diburu oleh waktu.


Saat hendak keluar dari lobby kantor langkahnya terhenti dikarenakan berpapasan dengan Kevin. Kevin pun mulai mendekat dan memperhatikan Soraya.


"Mau kemana?" tanya Kevin sebab Soraya tengah membawa tas kerjanya padahal ini masih jam kerja.


"Pulang, aku ada janji sore ini jadi ijin pulang lebih awal."


"Kamu bawa mobil?"


"Tadi pagi aku diantar, aku pulang naik taksi dan baru saja aku selesai memesannya."


"Aku antar kamu pulang, tunggu disini sebentar," kata Kevin kemudian mendial nomor seseorang dan mengabarkan bahwa ia keluar kantor sebentar. Setelah itu mereka keluar dari gedung kantor menemui supir taksi untuk membatalkan pesanannya seraya memberi biaya ganti rugi.


Selama didalam mobil perjalanan dari kantor menuju apartemen mereka saling berbincang.


"Gimana pekerjaan kamu, apa menyenangkannya?"


"Kantor atau artis?" sahut Soraya menanyakan kejelasan atas pertanyaan yang Kevin ajukan.


"Keduanya," sahut Kevin masih fokus menatap arah jalanan.


"Aku menikmatinya, meski sulit," cicit Soraya diakhir kalimat.


Sebelah alis Kevin terangkat naik, ia sejenak menoleh menatap ke arah Soraya.


Soraya pun mulai menjelaskan ucapannya. "Belajar hal yang baru, yang menurutku asing untuk dimengerti. Tapi aku jadi sedikit banyak mengetahui tentang dunia kantor dan bertemu dengan banyak karyawan disana. Tentunya menjadikanku paham, mereka bekerja untuk mengabdikan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menjalankan roda perusahaan. Rasanya aku jadi ingin memberi apresiasi pada mereka sebagai wujud dari rasa terimakasihku atas dedikasi mereka yang telah berkontribusi memajukan perusahaan," ucap Soraya diiringi senyum mengembang.

__ADS_1


Kevin lantas mengacak puncak kepala Soraya dengan tangan sebelah. "Ternyata kamu makin dewasa," kata Kevin setelahnya.


"Kamu kira?" ucap Soraya yang tak mau diremehkan.


"Aku mengira kamu masih seperti yang dulu manja, suka merengek dan yang jelas paling suka merusuhiku," kata Kevin seraya membelokkan stir mobilnya ke arah kiri. "Dan aku rindu akan hal itu," sambungnya.


Soraya menoleh memandangi wajah Kevin. 'Apa kamu tahu bahwa aku adalah adik kandungmu, meski kita terlahir dari rahim yang berbeda,' batin Soraya bersuara.


"Kenapa dari tadi ngelihatin, terpesona akan ketampananku," kata Kevin membuyarkan lamunan Soraya.


Soraya tidak membalas ucapan Kevin namun justru ia tersenyum atas penuturan saudaranya itu. "Untuk didunia hiburan sejauh ini masih ada job pemotretan," ucap Soraya melanjutkan pembahasan pekerjaan.


"Lalu hubungan dengan suamimu?" tanya Kevin melirik kearah Soraya.


Kedua sudut bibir Soraya tertarik ke atas, "Baik, dan aku sengaja pulang lebih awal karena ada janji dengannya," ucapnya memandang ke arah Kevin.


"Benarkah?"


Melihat keantusiasan serta mimik wajah Soraya yang menampilkan kebahagiaan membuat Kevin sedikit merasa lega, namun masih ada sedikit rasa tak rela sebab ia tidak bisa lagi menjaga Soraya dekat seperti dulu.


"Kabari aku bila terjadi apa-apa, jangan sungkan untuk mengadu padaku bila suamimu berbuat yang macam-macam," kata Kevin usai mematikan mesin mobilnya, sebab saat ini mobil telah sampai di pelataran apartemen.


Dengan senyum simpul Soraya mengangguk, "Kevin," panggil Soraya membuat orang yang dipanggil menatap kearahnya. Sorayapun bergerak maju usai Kevin menatap ke arahnya. Ia pun mengarahkan tubuhnya untuk memeluk Kevin dan berbisik, "Terimakasih—" dilanjut dengan ucapan dalam hati, 'Kakak.'


Kevin terkekeh membalas pelukan Soraya.


**


Soraya masuk ke apartemen kemudian yang dituju adalah kamar mandi, tapi sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan kepada Rudi bahwa ia telah sampai di apartemen.

__ADS_1


Usai mandi ia mulai bersiap dengan gaun yang telah Jenny beli untuknya tadi siang. Wajahnya sudah ia poles dengan make-up menyesuaikan acara, ditambah dengan pilihan aksesoris yang ia kenakan. Dan saatnya berganti pakaian.


Terdengar suara dari arah luar, Soraya meyakini pasti itu adalah Rudi yang baru tiba dirumah. Saat handle pintu terbuka Soraya memutar tubuhnya menatap arah pintu, dan saat yang bersamaan Rudi muncul dari balik pintu. Ia seperti terperangah akan sosok yang tengah dilihatnya. Namun tak lama setelah itu Rudi seakan bisa menguasai situasi, iapun berkata, "Aku juga akan bersiap." Dan berlanjut masuk ke kamar mandi.


Begitu tiba ditempat acara mereka berdua masih tetap berjalan beriringan, Soraya masih tetap setia menggandeng lengan milik Rudi. Dan saat bertemu dengan beberapa rekan sesama profesi, Rudi baru berpamitan untuk pergi sejenak menemui teman-teman yang lain.


Soraya kini lebih memilih duduk di meja yang tersedia untuk tamu undangan sambil menikmati hidangan. Sesekali matanya melirik ke arah Rudi, terlihat Rudi sangat berwibawa akan penampilan juga bahasa tubuhnya. Ia juga dikelilingi oleh orang-orang hebat.


Kali ini batin Soraya sedikit tersentil, apa pantas ia bersanding dengan lelaki hebat seperti Rudi. Yang punya profesi bagus, berprestasi juga lebih dari kriteria lelaki yang di idam-idamkan oleh para wanita. Sebab dari sejak datang ketempat ini, ia beberapa kali menangkap sorot para wanita yang lekat memandangi Rudi. Dan hal itu tentu saja mengusik ketenangannya, apalagi wanita-wanita itu tak kalah cantik dengannya.


"Kamu sudah kenyang?" ucapan Rudi mengalihkan pikirannya.


Soraya mengangguk menanggapi ucapan Rudi.


"Kalau begitu kita pulang sekarang," kata Rudi membuat Soraya terkejut sebab Rudi belum makan hidangan apapun.


"Tapi kamu belum makan?" tanya Soraya yang berdiri mendekat kearah Rudi.


Rudi tersenyum tipis lalu menjawab, "Aku tadi sudah makan."


"Kapan?" Karena tak kunjung dijawab kini Soraya mengajukan pertanyaan lain, sebab ia merasa ada beberapa wanita di sekelilingnya tengah curi pandang menatap Rudi. "Tunggu, sebelum kita pulang aku ingin bertanya kepadamu. Apa yang sekarang kamu lihat dari penampilanku?"


Dalam hati Soraya sudah bersiap bahwa Rudi akan mengatakan satu kata yakni Cantik. Sebab ia menangkap mimik wajah Rudi yang tengah menatapnya disertai senyum yang tercetak jelas diwajahnya.


Mulut Rudi mulai terbuka, membuat Soraya tak sabar akan kata yang diucapkan oleh lelaki dihadapannya dengan hati yang penuh harap ia mulai mendengar dengan seksama.


"Aku perhatikan wajah kamu terlihat sudah mengantuk, jadi akan lebih baik kita pulang tak perlu menunggu acara usai," ucap Rudi seketika membuat senyum yang tadinya tercetak kini luntur seketika.


Beda halnya dengan Rudi yang tengah menahan senyumnya mati-matian sebab gemas melihat wajah Soraya yang tengah cemberut akan apa yang baru saja ia ucapkan. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam tak menampik bahwa wanitanya kini terlihat sangat cantik luar biasa.

__ADS_1



To be Continue


__ADS_2