Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 58


__ADS_3

Kini rona di pipi Soraya mulai bersemu, meski sedikit samar karena tertutup sapuan blush on.


Karena Soraya tak kunjung bergerak Rudipun memutar tubuh Soraya menghadap ke pintu beserta membukakan pintu untuknya.


"Besok kosongkan jadwalmu, jangan lupa bersiap dan sore aku jemput," kata Rudi dan di angguki oleh Soraya dengan gerakan kaku.


Rudi menghela nafas, menyadari Soraya yang bersikap linglung karena perbuatannya. Ia pun berujar, "Tunggu disini sebentar."


Usai berucap ia masuk kedalam ruangan untuk mengambil kunci mobil. Setelahnya ia menutup pintu dan keluar dari apartementnya sambil menggandeng lengan Soraya. Niatnya adalah mengantar Soraya ke tempat kerja.


"Kamu gak kerja pagi ini?" tanya Soraya usai masuk dan mendudukkan diri di jok mobil.


"Siang," sahut Rudi tanpa menoleh dan mulai menstater mobilnya. Perlahan mobil berjalan mulai membelah jalanan ibukota.


"Nanti pulang biar Jenny yang mengantarku," kata Soraya saat Rudi menurunkan koper miliknya.


"Baiklah," ucap Rudi menanggapi. "Kamu ingatkan pesanku?" sambungnya bertanya.


Soraya tampak berfikir, "Pesan?" gumamnya.


Namun Rudi terlihat memutar bola matanya. "Aku tak akan mengulang ucapanku," katanya datar.

__ADS_1


"Pesan yang semalam kamu bilang jangan menporsir waktu itu?" ucap Soraya ragu.


Rudi menipiskan bibirnya. "Hanya kali ini aku mengulang kalimatku, dan dengarkan baik-baik," ucap Rudi dengan tatapan dalam. "Besok sore kosongkan jadwalmu, bersiaplah aku yang akan menjemputmu," katanya dengan penekanan agar lebih jelas.


"Memang mau kemana?" cicit Soraya tak kalah menatap lekat mata Rudi.


"Mendampingiku di acara resepsi salah satu rekan," kata Rudi seraya mengusap rambut Soraya.


Soraya mengangguk disertai senyum merekah. "Aku bersedia."


"Sekarang sudah sampai, dan selamat bekerja," kata Rudi sambil memutar arah pandangnya melihat gedung kantor.


Di kantor Soraya hanya setengah hari, setelah pagi tadi meminta ijin langsung pada Omnya dan berpamitan juga pada rekannya yakni Rizal, siangnya ia dijemput oleh Jenny dan langsung menuju lokasi pemotretan.


Lokasi pemotretan kali ini terletak di out door, berada di sebuah lapangan olahraga, tennis dan juga futsal. Dikarenakan produk yang akan di iklankan adalah berupa atribut olahraga.


Pemotretan kali ini lumayan sulit, sebab di jam segini termasuk waktu yang buruk jika hanya mengandalkan available light dari cahaya matahari saja. Apalagi lokasi dikelilingi dengan pepohonan yang membuatnya teduh, sehingga area yang teduh dibawah bayangan dan lagi cahaya bisa bocor diakibatkan sinar matahari masuk melalui sela-sela dedaunan dan itu berakibat mengganggu. Bila tetap dipaksakan hasil visual cahaya yang diperoleh menjadi tidak rata.


Para Kru pun berupaya melakukan tugasnya semaksimal mungkin, menggunakan artificial light dan kali ini memakai lighting strobist dengan teknik cross light, yakni dengan dua flash dan disertai pemilihan posisi yang tepat.


Alhasil pemotretan memakan waktu yang melebihi target. Soraya sudah begitu was-was sebab takut ia tidak bisa ikut serta dalam kontes pemilihan model video klip.

__ADS_1


Begitu pemotretan usai, Soraya dan Jenny segera mendatangi tempat audisi. Dan sesuai prediksi acara sudah ditutup sebab sesi pendaftaran usai. Dan menurut informasi di dalam masih ada beberapa yang melakukan interview.


Apa boleh buat, karena sudah tak ada kesempatan dengan berat hati Soraya melangkah keluar dengan wajah yang terlihat lesu. Namun baru mendapat beberapa langkah ia dan Jenny menghentikan langkah sebab ada seseorang yang tengah memanggil mereka.


"Tunggu," ucap seorang lelaki sambil berjalan mendekat ke arah Soraya. "Perkenalkan nama Saya Tio asisten dari produser. Tadi saya melihat Anda ingin mendaftar tapi terlambat. Saya mengenal Anda, Anda Soraya kan?"


Soraya menanggapinya dengan anggukan.


"Begini, bila Anda tertarik dengan project kami saat ini saya sarankan untuk langsung menghubungi pihak kami secara personal saja. Saya yakin produser kami akan mempertimbangkan Anda sebab Anda punya pengalaman bila dibandingkan dengan kontestan didalam ruangan sana. Dan ini kartu nama dari pihak perwakilan kami. Anda bisa menghubunginya bila tertarik bekerja sama dengan kami," jelas Tio seraya mengulurkan kartu nama pada Soraya.


Terlihat wajah ragu Soraya juga Jenny, tapi berfikir bahwa area ini masih berada dilingkungan kontes, Soraya pun melilih untuk menerima kartu nama itu. Setelahnya Tio berpamitan untuk pergi.


"Rasanya aku ragu," celetuk Jenny saraya mengambil kartu nama ditangan Soraya lalu membacanya.


"Lebih baik simpan dulu kartu itu, kita pikirkan nanti. Dan sekarang pulang," kata Soraya kemudian berjalan mendahului Jenny.


To be Continue


Bisa tebak apa yang akan terjadi, komen dibawah ini!


Dan Author juga mau ingetin, jangan lupa kalau suka ceritanya di VOTE 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2