Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 30


__ADS_3

Mata Soraya bergerak gelisah, saat terdengar bunyi tanda lift terbuka buru-buru ia mendorong tubuh Rudi lalu langsung nyelonong keluar tak peduli dengan pengguna lift lain yang sedang mengantri keluar, bahkan kopernya saja ia lupa.


Rudi menggeleng dan menyungingkan sudut bibirnya menyaksikan tingkah Soraya, kemudian berdehem untuk menormalkan kembali kedaan.


Sambil berjalan Soraya berusaha menenangkan degup jantungnya, tangannya tak henti mengibas-ngibas pada wajah yang terasa kian memanas. Berjalan semakin menjauh ia baru tersadar, hendak kemana langkahnya akan menuju.


Kesal, ia menghentikan langkahnya. Menghentakkan kaki, merutuki ulahnya. Mau tak mau ia harus kembali pada Rudi. Saat berbalik ia melihat Rudi berada di meja Resepsionis, sudah dipastikan ia sedang menyelesaikan prosedur check out, pikir Soraya. Saat selesai Soraya lebih memilih berjalan dibelakang Rudi yang ternyata membawa juga koper miliknya.


Di dalam mobil Soraya berulang kali menghembuskan nafas tak kentara, pandangannya mengarah ke luar jendela. Jalanan masih lenggang tak macet seperti biasa.


"Jangan banyak bicara ketika Kakek nanti menanyaimu," kata Rudi membuka suara.


Soraya menaikkan alisnya, kemudian menoleh dan menegakkan posisi duduknya. "Memang kenapa?. Apa Kakek orang yang galak?" tanya Soraya penasaran.


Rudi melirik sejenak, "Aku tak mau kamu salah bicara dan menimbulkan kecurigaan."

__ADS_1


Soraya mencebik, "Tenang, aku bisa diandalkan." Ia berfikir sejenak kemudian berkata, "Kalau Kakek tanya lagi hubungan kita bagaimana?. Umm — maksud aku awal pertemuan kita. Gak mungkin kan kalau aku bilang, kita bertemu saat aku jadi pasienmu karena keracunan?" Soraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rudi kembali melirik. "Ya walau itu adalah sebenarnya. Tapi itu benar-benar memalukan," sambung Soraya.


"Kita harus menyamakan cerita, pertemuan itu memang benar adanya. Satu kebohongan yang dibuat tak akan cukup untuk menutupi kebohongan lainnya" sahut Rudi kembali fokus pada jalanan.


Soraya menoleh tak suka, "Lalu alasan kita menikah apa?, karena kasihan melihatku berada dalam pembaringan."


"Bukankah kamu bilang, kamu seorang artis. Harusnya kamu bisa memerankan tokoh yang kamu buat sendiri. Buat cerita yang saling menguntungkan, jangan sampai ada dari salah satu pihak dirugikan," Jelas Rudi tanpa menoleh ke arah Soraya.


"Ok, pertemuan pertama kita adalah dirumah sakit, aku berperan sebagai pasien yang kamu tangani. Dan kita jatuh cinta pada pandangan pertama," ucapnya sambil menjentikan jari.


"Kenapa, apa ada yang salah?. Aku cantik itu bisa jadi alasan kamu kagum padaku, lalu tertarik dan ingin mengenalku lebih jauh," kata Soraya penuh percaya diri.


"Tak ada orang saling mencintai dalam waktu singkat."

__ADS_1


Soraya mendegus, "Setiap orang punya penilaian terhadap orang yang baru dikenalnya. Seperti waktu pertama kali aku melihatmu, aku cukup terkesan dan kagum padamu. Walau kenyataannya kamu adalah orang yang paling menyebalkan yang pernah aku temui," sindir Soraya.


"Atas dasar apa, kamu bilang aku orang yang menyebalkan?"


"Buktinya sekarang. Aku ngasih solusi kamu malah semakin berbelit. Tapi tunggu, kamu beneran tidak kagum akan kecantikanku," tanya Soraya penasaran. Ia mulai mengamati Rudi dengan lekat juga mendekatkan wajahnya.


"Apa yang kamu lakukan!" bentak Rudi. Fokus menyetirnya hampir buyar akibat ulah Soraya.


Soraya berdecak kesal, ia memutar wajahnya disertai mendegus keras. "Aku gak ada solusi kamu cari sendiri!" ucap Soraya sinis.


"Seringnya kita bertemu pada akhirnya menimbulkan kecocokan,"


"Alasan yang masuk akal," sahut Soraya disertai anggukan.


To Be Continue

__ADS_1


Next part AFTER MARRIAGE


gimana? apa ucapan Rudi akan jadi kenyataan?. ikuti terus kisah mereka yaaaaa


__ADS_2