
Soraya berada tepat didepan sosok lelaki yang ia cari, sedang lelaki didepannya yang tak lain adalah Rudi menatap bingung pada Soraya. Sebab wanita dihadapnya saat ini menarik lengannya, seraya berucap lirih, namun masih bisa ia dengar, "Terimakasih karena masih disini."
Keluarga dari Soraya mulai menuruni panggung menghampirinya. Soraya berbalik menatap mereka, namun tangannya tak lepas mencengkeram kuat lengan Rudi. Seolah ia menyalurkan rasa ketakutannya disana. Ini adalah satu-satunya cara terlepas dari rencana keluarganya, pikirnya.
Rudi yang merasakan lengannya dicengkeram kuat hanya diam tak memprotes perilaku Soraya. Ia hanya sedang memahami situasi apa yang tengah terjadi.
"Siapa dia Soraya?" tanya Om Bramantyo padanya.
"Dia pasangan Soraya, dia orang yang baru saja Soraya ceritakan."
Soraya sudah tak bisa menilai ekspresi orang-orang disekitarnya. Bibir tipisnya terkatup rapat, Soraya memberanikan diri untuk mendongak menatap Rudi yang ternyata tengah menatap dirinya.
Rudi bisa menangkap ada ketakutan dan tatapan permohonan dari sorot mata Soraya. Ia sudah banyak bertemu dengan orang, memahami ekspresi bahkan air muka yang nampak dari pasiennya. Dan lagi ia tak asing dengan tindakan Soraya yang dilakukan padanya.
"Apa benar yang dikatakan oleh keponakan saya?" tanya Om Bramantyo kepada Rudi.
Belum Rudi menjawab, Soraya makin mencengkeram kuat lengannya. Bahunya terlihat menegang seakan mencegah Rudi mengeluarkan kata-kata. Rudi yang paham akan situasi, mencoba menenangkan orang disampingnya dengan mengangguki pertanyaan tersebut.
__ADS_1
Dan terbukti Soraya bisa lebih tenang. Justru kini Om Bramantyo tengah mengulurkan tangannya dan disambut oleh Rudi, selanjutnya mereka saling memperkenalkan diri.
"Maafkan Om yang tidak membicarakan masalah tadi terlebih dahulu, dan untuk nak Rudi kita perlu banyak waktu untuk mengobrol lebih lanjut dilain hari. Sekarang, mari kita nikmati dulu pesta malam hari ini," ucap Om Bramantyo menepuk pundak Rudi. Lalu ia berganti menyapa tamu-tamu lain.
Tinggallah Rudi dan Soraya dalam kebisuan, ditengah kebisingan para tamu undangan. Fokus tamu undangan pun sudah teralihkan dengan kemeriahan pesta yang tengah berlangsung. Kini Soraya mulai membuka suara namun masih tetap dengan pandangan yang menunduk, "Kita perlu bicara."
"Iya," ucap Rudi singkat, ia kemudian bergerak melangkah keluar dari kerumunan dan refleks diikuti oleh Soraya. Bahkan tanpa sadari tangan Soraya masih bergelanyut pada lengan milik Rudi.
Kini mereka berdua berada di area luar gedung hotel, tepatnya di dekat swimming poll hotel Wijaya.
"Nikahi aku," ujar Soraya pelan, menatap dalam orang di depannya.
Pandangan mata Rudi berubah serius, bila didefinisikan penampilan fisiknya tergolong sempurna. Tinggi, bahunya bidang tegap, garis wajah tampan dan sorot mata tajam. Soraya dengan kepercayaan dirinya tanpa berfikir dua kali berani meminta lelaki itu untuk menikahinya.
Keseriusannya tak bertahan lama. Buktinya kini Rudi terlihat santai menanggapi ucapan Soraya. Dia hanya menganggap ucapan Soraya tadi angin lalu.
__ADS_1
"Suasana disini dingin, lebih baik kita kembali ke dalam," ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Soraya sontak menggeleng, "aku gak mau balik kesana."
"Kalau begitu, aku pergi dulu," kata Rudi kemudian berbalik meninggalkan Soraya.
Soraya yang menyadari Rudi semakin menjauh, dengan tergesa ia melangkah menghalangi jalan Rudi. "Menikahlah denganku," ucapnya lagi.
Rudi tergelak, tanpa suara. ia mengernyit, Lelucon apalagi ini, pikirnya. "Sudah malam, sebaiknya kamu kembali beristirahat."
"Aku gak bercanda, yang aku ucapkan serius." Soraya mendongak memberanikan diri menatap Rudi. Rudi pun tak menemukan candaan disana, tatapan wanita dihadapannya terlihat putus asa. Tak mau berpikiran lebih, Rudi menampik hal itu dengan berujar, "Aku hanya akan menikah dengan orang yang aku cintai."
Ucapan Rudi mampu membuat Soraya tersentak, nafasnya tercekat. Cinta?. Ia mematung, hal yang sama sekali tidak ia pikirkan tapi jauh dari dalam lubuk hatinya ia meyakini ada kepercayaan pada orang di hadapannya.
Cukup lama mereka diam. Tubuh Rudi hendak berbalik, namun Soraya dengan sigap menangkap lengan Rudi, tak memperolehnya pergi.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Rudi pada akhirnya.
__ADS_1
To be Continue