Risalah Hati

Risalah Hati
Episode 76


__ADS_3

Rudi tak sedang bermimpi, dipelukannya kini ada Soraya yang masih terlelap. Pergulatan siang tadi membuat mereka sama-sama saling menguras tenaga. Memang hal yang mereka lakukan bukan yang pertama melainkan yang kedua, tapi kali ini mereka memulainya dengan cinta.


Hari sudah gelap, dan entah ini sudah pukul berapa. Satu tangan Rudi kini mengulur ke atas meraih tombol saklar yang berada pada sandaran tempat tidur untuk menghidupkan lampu.


Usai lampu menyala, kini ia sedikit menggeser tubuhnya mundur dengan satu sikunya menumpu kepala. Dengan cahaya terang ia lekat memandangi wajah damai istrinya yang sudah sepenuhnya menjadi bagian dari hidupnya.



Ingatannya melayang.


Kesakitan atas apa yang dialami ibunya bertahun-tahun, menyisakan satu keraguan pada dirinya. Ia sangsi tak bisa membahagiakan seseorang, apalagi Soraya.


Pertemuan yang tak terduga juga ikatan pernikahan yang didasari akan kebutuhan dengan catatan tanpa cinta. Namun seiringnya waktu Rudi mulai merasakan kenyamanan, kehadiran Soraya yang semula dianggapnya mengganggu malah menjadi sebuah rasa keterbiasaan. Bahkan sehari tak ada wanita itu disampingnya ia merasakan ada sesuatu yang kurang.


Batinnya mengakui, bukan hanya Soraya yang butuh, tapi diri Rudi yang lebih butuh. Sejak kehadiran Soraya, hidupnya menjadi lebih bermakna dan lagi hatinya mulai menghangat.

__ADS_1


Bila ditanya bagaimana perasaannya dengan Amaira, sejujurnya ia sudah merelakannya.


Sejujurnya tak pernah dia ingin Soraya terlihat lebih, yang ia inginkan adalah diri Soraya yang apa adanya. Sebab Rudi menginginkan pendamping hidup untuk melengkapinya, bukan bersaing dengannya. Yang mau menemaninya juga berjuang bersama dalam membangun keluarga impiannya yang belum pernah ia rasakan dari ke dua orangtuanya.


Hingga kejadian tak mengenakkan yang terjadi beberapa bulan lalu, Rudi selalu menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa menjaga Soraya dengan baik. Pernah dulu ia mencari tahu tentang kegiatan Soraya dari orang kepercayaannya, mengetahui fakta memang Soraya tak punya bakat dan prestasi dalam bidang yang digeluti, ia berdiam diri mencoba untuk memberi kesempatan. Dan tak di duga, justru diluaran sana banyak orang yang mengincar diri Soraya.


Kepergian ibunya kali ini memang menyisakan luka, dan Tuhan yang maha baik telah mengantarkan seseorang untuk melengkapi hidupnya.


Tangan Rudi bergerak membenahi selimut Soraya yang sedikit melorot, tapi justru kini Soraya menggerakkan tubuhnya, menggeliat mungkin merasa terganggu.


Di balik punggungnya Rudi justru mengulum senyum atas tindakan yang dilakukan istrinya, tak mau membuang kesempatan, ia kini bergerak merapat ke tubuh Soraya, memeluknya dari arah belakang.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Soraya gugup namun ia beranikan diri menoleh ke arah belakang.


Sementara Rudi mengangkat kepalanya, tak mau melewatkan menatap wajah istrinya yang kini bersemu merah. "Sudah malam, kamu tidak lapar?" ucap Rudi dengan suara rendah.

__ADS_1


Soraya menggeleng sambil menampilkan senyumnya. Rasa tak percaya kini menyeruak dalam dirinya, bisa bersama dengan orang yang dicintainya sedekat ini. Kini ia juga tengah menikmati wajah tampan suaminya, dan membuat detak jantungnya kian berdegup kencang.


Rudi mulai memposisikan diri menarik tubuh Soraya mendekat kearahnya, kemudian meraih tangan Soraya untuk dikecup.


"Terimakasih, telah hadir menemaniku," ucapnya dan beralih mengecup kening Soraya.


Bisa Soraya rasakan ucapan Rudi tulus, perasaannya juga kian membuncah. "Harusnya ada lagi yang kamu ucapkan," gumam Soraya menutup mata sambil menikmati kecupan dalam dikeningnya.


Rudipun menarik wajahnya, menatap manik mata Soraya yang kini telah terbuka. Ia mengangguk dan berucap, "Aku mencintaimu."


TAMAT yaaaa


Jangan lupa kasih kritik dan juga saran


jempol komentar juga VOTE nya

__ADS_1


__ADS_2