
Terdengar berisik dari arah luar kamar. Soraya menggeliat dengan mata menyipit ia melirik jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Ia sengaja kembali tidur seusai Rudi berpamitan pergi ke bandara.
Ia beranjak bangkit dari kasurnya, merapikan rambut dan pakaiannya kemudian membuka pintu kamar.
"Maaf Non, Bibik baru datang, dan sarapannya sudah Bibik siapkan," ucap wanita yang usianya sekitar tigapuluh lima tahunan. Soraya paham, wanita itu adalah orang yang Rudi bicarakan semalam.
"Iya terimakasih Bik, Soraya mau mandi terlebih dahulu," kata Soraya kemudian berbalik dan sebelum sampai di depan pintu kamarnya ia kembali berujar, "Nama Bibik siapa?"
"Kalau nama lengkap saya Maryati. Tapi Non Soraya bisa panggil saya Bik Mar, biar lebih mudah," jawab Bik Mar dengan senyum kaku.
Soraya mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Dua puluh menit kemudian ia keluar kamar dengan keadaan yang lebih fress, meski ia tak bermake-up dan hanya mengenakan pakaian santai.
Ia menuju ke arah meja makan, disana sudah tersedia sarapan. "Tuan kemarin yang berpesan kepada saya agar membuatkan menu itu untuk sarapan Non Soraya," ucap Bik Mar begitu Soraya mendudukan diri di meja makan.
"Terimakasih Bik," ucap Soraya mulai menyuap makanannya. Namun rasa-rasanya ada yang aneh kali ini, ia merasa sedang diperhatikan. Sambil terus menyuap makanan Soraya melirik dan kedapatan Bik Mar sedang memandanginya. "Apa ada yang aneh dengan Soraya, Bik?" ucap Soraya to the point dan membuat Bik Mar sedikit gelagapan.
"Atau Bibik belum sarapan, sini gabung saja dengan Soraya," tawar Soraya seraya menarik kursi disampingnya.
Bik Mar menggeleng merasa tidak enak. "Bibik udah kenyang Non. Dan Bibik gak bermaksud apa-apa, hanya Bibik penasaran. Apa Non Soraya ini yang sering muncul di Tv?"
Soraya terkekeh, "Jadi Bibik dari tadi curi-curi pandang karena itu?"
"Iya Non, habis wajah Non mirip banget. Tapi aslinya malah lebih keliatan cantik dari yang di Tv," ucap Bik Mar terdengar memuji.
"Bibik muji pasti ada maunya?" ucap Soraya seolah menebak.
Bik Mar justru meringis seolah tahu apa tujuannya, "Minta poto bareng Non, biar nanti Bibik upload di beranda facebook. Biar temen-temen Bibik pada lihat, kan ketemu artis."
Soraya mencebik, "Tuh kan bener ada maunya. Siniin ponselnya kita foto bareng."
Bi Mar dengan langkah cepat dan senyum riang mengambil ponselnya dari balik jaket yang ia taruh di dekat dapur.
"Kenapa ditaruh disitu barang-barang Bibik kan kotor, taruh saja di ruang tamu," kata Soraya yang dari tadi memperhatikan Bik Mar.
"Gak papa Non biasanya Bibik taruh barang yang Bibik bawa disini ," kata Bik Mar menimpali.
__ADS_1
"Besok lagi jangan ditaruh disitu, Soraya gak ijinin," ucap Soraya kemudian mengambil ponsel Bik Mar, dan mereka berdua mulai berpose mengambil beberapa gambar.
"Yah, Soraya kan belum make-up, hasilnya jadi jelek begini." Ucap Soraya yang terdengar menggerutu. "Hapus aja ya Bik, ntar kalau Soraya pas sudah make-up kita foto ulang lagi," sambung Soraya namun mendapatkan penolakan dari Bik Mar.
"Ini asli dan alami Non, justru makin terlihat cantik," ucap Bik Mar sambil menunjuk hasil foto jepretan.
Soraya memanyunkan bibirnya, namun tangannya tetap mengulur menyerahkan ponsel pada pemiliknya. "Ya udah gak jadi dihapus, tapi Bibik boleh simpan dan jangan di upload!" kata Soraya seakan memberi peringatan.
"Ok deh Non, tapi kapan-kapan beneran ya kita poto bareng lagi." Kata Bik Mar sambil menerima ponsel dari tangan Soraya.
"Iya Bik, kalau Soraya lupa diingatkan ya," ucap Soraya kemudian kembali duduk menikmati kembali sarapannya.
"Bibik mau kemana?" tanya Soraya saat Bik Mar hendak pergi meninggalkannya.
"Mau kembali kerja Non, beres-beres."
"Bosnya gak ada dirumah gak usah dibereskan, Bibik temani aja Soraya sarapan disini."
"Lah jangan Non, Bibik gak enak. Kan namanya makan gaji buta," kata Bik Mar berusaha menolak.
"Kan Rudi sendiri yang bilang kalau Bibik kesini buat temenin Soraya, kenapa Bibik gak ikutin apa yang Soraya ucapkan. Soraya inikan istrinya Rudi." Menyebutkan kata istri saja lidah Soraya rasanya seperti terpelintir.
"Yaelah Bik. Bibik kira kita lagi syuting reality show apa?" ucap Soraya gemas.
Bik Mar terkikik, "Aslinya Non Soraya ini orangnya asyik ya, gak kayak pas di Tv. Orangnya baik, ramah udah gitu โ"
"Tuh kan?. Muji-muji lagi pasti ada maunya?" tuding Soraya dengan alis berkerut.
"Gak Non, kali ini Bibik jujur dari hati yang terdalam. Bibik gak modus. Sumpah deh!"
Soraya mencebik sambil menggeleng kepala, "Gak percaya!"
Bik Mar tampak kebingungan sebab Soraya kali ini terlihat kesal, padahal sebenarnya tidak.
"Bibik juga heran kenapa Non diberitakan buruk di Tv, padahal kan aslinya tidak kan Non?" kata Bik Mar mencoba memancing Soraya agar mau berbicara lagi.
__ADS_1
"Bibik percaya dengan berita-berita itu?" kata Soraya menyelidik.
"Ya gak lah Non," bantahnya cepat-cepat. "Kalau Non beneran begitu, gak mungkin Tuan Rudi mau menikahi Non Soraya."
Berbicara soal Rudi ia jadi ingat dengan ucapan Rudi semalam. "Bik, Soraya mau tanya?" tanya Soraya agak ragu.
"Tanya apa Non. Kalau bisa Bibik bakal jawab kalau gak bisa kita tanyakan pada Mbah G**gle saja," kata Bik Mar terdengar mantap.
Soraya mencebik, "Pasti Bibik bisa jawab kuh!" namun ucapan Soraya mendapat respon kernyitan dari Bik Mar.
"Gini Bik, Rudi kemarin sebelum pergi berpesan agar Soraya bersiap sampai ia kembali kerumah. Dan yang jadi pertanyaan persiapan apa yang dimaksud, Soraya masih gak paham."
"Kenapa kemarin gak tanya langsung saja Non?"
"Orangnya keburu tidur Bik, jadi gak sempat. Jadi apa kira-kira. Kan Bibik pasti sudah menikah, pasti Bibik tahu donk apa yang dimaksud. Dan lagi Soraya belum begitu kenalโmaaf maksud Soraya belum begitu hafal dengan kebiasaan-kebiasaan Rudi," ucap Soraya meralat kata-katanya agar tak terdengar janggal, menikah tapi tak kenal pasangannya, kan aneh. Tapi memang benar adanya sih, batin Soraya.
"Anak Bibik udah tiga Non he he he," ucap Bik Mar sambil terkekeh, ia kemudian berfikir sejenak. "Mungkin persiapan untuk memberi kebutuhan pada suami Non, contohnya kayak ngurus makan dan pakaian. Kalau selama ini Tuan biasa melakukannya sendiri, tapi kan sekarang sudah ada istri. Jadi dia pingin ada yang ngurusi," jelas Bik Mar.
Soraya manggut-manggut, "gitu ya Bik? Tapi Soraya gak bisa masak."
"Tenang Non, Tuan orangnya gak pemilih. Yang Bibik lihat beliau orangnya gampang. Makanan apa aja mau yang penting sehat dan bergizi," ucap Bik Mar menimpali. "Biasanya juga Tuan yang masak sendiri," sambungnya lagi.
"Bibik gak pernah masakin makanan buat Rudi?" tanya Soraya.
"Jarang sih Non, kalau pas Tuan sedang repot Bibik yang bantuin. Wong cuma sayur dikasih bumbu bawang geprek kemudian ditumis. Kadang cuma ikan goreng sama telur rebus pendampingnya."
"Gitu doang?" tanya Soraya terheran. Pantas saja kemarin yang dia makan adalah tumisan sayur dati brokoli dicampur bawang.
Bik Mar mengangguk. "Tapi Bibik mau kan ajari Soraya. Walaupun katanya cara masaknya mudah tapi Soraya belum pernah," kata Soraya mencoba meminta bantuan, tak ada salahnya ia belajar untuk memulai persiapan.
"Ya tentu Bibik mau, dengan senang hati," kata Bik Mar bangga.
Saat Soraya membuka mulutnya hendak bersuara, terhenti akibat terlihat ponselnya yang tengah menyala. Ketika meraih dan membacanya ia justru mengernyit sebab di layar ponselnya tertera tulisan.
'Jemput aku di bandara'
__ADS_1
To be Continue
Jangan lupa like , Jempol, Vote juga tanda cintanya, agar tak ketinggalan update-an terbarunya ๐๐๐