![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Sayangnya meski Ellena ingin sejauh mungkin dari rombongan pria bernama Andesz, dia tidak bisa meninggalkan gedung Guild begitu saja. Ellena tidak mau terlewat pengumuman peserta Ujian tertulis nya.
Pada akhirnya Ellena memilih area sisi lain rombongan Andesz berada. Area itu sangat ramai dan dipenuhi orang-orang secara berkelompok, mungkin mereka berparty. Ellena menempatkan Nora di sisinya sepanjang waktu, dia sama sekali tidak membiarkan sehelai rambut Nora terlihat. Dia dengan sengaja mengeluarkan aura Pejuang miliknya bebas hingga pria-pria tengil yang ingin mengganggu keduanya tidak jadi mendekat.
“El, aku ingin tahu…apa sebaiknya aku mendaftar sebagai Petualang agar aku bisa leluasa menemanimu?” pertanyaan itu tiba-tiba datang dari Nora yang menggenggam erat pakaian tuannya.
Ellena menunduk untuk melihat mata hijau Nora yang agak bergetar—mungkin masih takut dikelilingi banyak pria berwajah sangar. Sebagai jawaban atas pertanyaan Nora, Ellena bertanya balik, “Apa kau ingin menjadi Petualang agar bisa menemaniku?” Nora mengangguk sebagai balasan.
Jujur Ellena tersentuh.
“Maka lakukan itu saat kau sudah lebih kuat. Kalau kau mendaftar sekarang kau akan terjebak di Rank E dalam waktu lama dan tidak bisa ikut denganku kalau aku sudah ber-Rank B.” Nora membelalak panik mendengar itu.
Tidak bisa pergi dengan Ellena maka dia harus bersama Emily. Meski wanita itu sudah agak ramah tapi Nora tidak tahan terus berdekatan dengan Emily karena instingnya menolak dekat-dekat wanita itu. Nora selalu merinding jika berdekatan atau tak sengaja bersentuhan dengan Emily.
Melihat Nora yang hampir menangis Ellena menyentil dahinya, “Aku akan cari cara membuatmu kuat, setidaknya kau tidak perlu berlama-lama di Rank E dan D. Sekarang aku akan mengatakan kau pelayanku jika situasi mengharuskan. Apa kau bisa mengerti?” Nora kembali mengangguk.
Dia memang pelayan tapi Ellena terlihat tidak suka menganggap demikian. Tapi memang Nora memang lebih suka diakui sebagai adik. Itu membuat dadanya hangat.
“PENGUMUMAN UJIAN TERTULIS TELAH KELUAR!”
Ellena dan Nora segera berderap mendekat pada papan mengumuman. Di sana telah berkerumun banyak orang yang tidak berkepentingan tapi ingin tahu saja. Ellena berdecak sebal karena orang-orang itu dia tidak bisa mendekat. Tapi untunglah pada saat seperti ini kemampuan matanya sangat berguna. Ellena mengambil satu kursi dan memanjat naik untuk mendapat pemandangan lebih tinggi. Mata emerald miliknya berfokus pada kertas besar yang tertempel pada papan dan membacanya hati-hati.
Tak lama senyum tersungging di bibirnya. Cukup dengan urusannya, Ellena berlompat turun.
“Bagaimana El? Apa kau lulus?” tanya Nora.
Ellena tidak langsung menjawab tapi justru menepuk kepala Nora sembari tersenyum lebar dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
Nora yang paham dengan maksud tuannya ikut bahagia, “Wah selamat El. Kau lolos di peringkat satu.” Serunya senang. Beberapa orang sedikit memperhatikan mereka karena seruan Nora dan berbisik tentangnya. Tapi Ellena tidak peduli pada mereka sekarang. Dia senang usaha belajar kilatnya tidak sia-sia.
Ingatkan Ellena untuk memberi hadiah kecil untuk Isaac kapan-kapan.
__ADS_1
“Kita akan melapor ke Admin.”
Saat kembali ke meja Admin Amel, Ellena di sambut dengan senyum ramah.
“Ah, Petualang El. Selamat telah lolos Ujian Tertulis dan selamat juga karena anda memecahkan rekor nilai tertinggi Ujian Rank B.” Ucap Admin Amel seraya bertepuk tangan, ikut senang untuk Ellena, “Untuk Ujian Praktik ingin anda laksanakan kapan? Anda bisa menyiapkan keperluan seperti bekal maksimal hingga lusa. Jika sampai lusa anda tidak kembali, otomatis anda akan di diskualifikasi.” Jelasnya.
Ellena tidak berpikir dua kali saat menjawab, “Aku ingin sekarang.”
Admin Amel mengangguk mengerti lalu mengambil gulungan yang diikat dengan pita merah, “Deskripsi Misi anda sudah tertulis disana. Silahkan baca baik-baik dan di pahami. Jika ada yang tidak mengerti, jangan sungkan bertanya.”
Ellena membuka gulungan misinya. Saat dia membaca isinya, sedikit banyak nafasnya tercekat namun dia berusaha untuk tetap terlihat tenang.
Mission for Up to B-Rank
Nama Peserta : El
Gender : - (tidak diisi)
Batas Waktu : Tidak ada. (*PS *Lebih cepat lebih baik serta bonus mendapat keuntungan*)
Rincian :
Selamat kepada Petualang El yang telah berhasil lolos dalam Ujian Tertulis.
Selanjutnya, untuk Ujian Praktik menuju Rank B, silahkan kerjakan misi dibawah:
- Mengumpulkan tumbuhan berharga (minimal tingkat 5) sebanyak paling sedikit 5 jenis. *Tumbuhan beracun diperbolehkan dengan syarat yang sama.
-Memburu hewan buas minimal 50 puluh ekor atau 1 ekor monster tingkat (minimal) 7. *Cukup kumpulkan sepasang telinga hewan buas sebagai bukti. *Bawa jasad monster yang ditaklukan sebagai bukti (tidak harus utuh)
Bila Petualang bisa membawa lebih dari jumlah yang ditargetkan, hasil buruan bisa di tukarkan dengan harga special untuk peserta Ujian Kenaikan Rank.
__ADS_1
-Tidak boleh ada kecurangan. Peserta harus membawa minimal tiga Petualang diatas Ranknya sebagai anggota Party untuk bukti keterangan serta mengurangi resiko kematian peserta bila terjadi situasi berbahaya.
-Misi ini bisa diselesaikan di seluruh Guild Petualang Kekaisaran Shinetheria.
-Semoga berhasil, Petualang!
Ellena menghela nafas panjang setelah membaca gulungan misinya.
Dia sudah mengetahui bahwa Ujian Praktik akan melibatkan sebuah Party untuk melatih kerja sama. Tapi Ellena menyangka bahwa pihak Guild akan menyiapkan Party tertentu lalu dia cuma harus pintar bekerja sama dengan baik. Tapi mencari Party sendiri? Tamatlah sudah.
Ellena cukup mengenal beberapa petualang di desa Lily tapi itu karena Guild disana terbilang kecil dan orang-orang disana cukup ramah dan tidak terganggu dengan sifat Ellena sebagai bocah sarkas yang kadang menyebalkan dan menyenangkan. Beberapa juga mendekatinya karena bibi Em yang cantik nan seksi.
Ellena bisa saja berperan sebagai bocah laki-laki ceria, ramah dan energik, tapi sebenarnya Ellena enggan melakukannya kali ini. Selama ini dia tidak akan berbicara pada orang yang pertama kali bertemu dengannya dengan sengaja—kecuali saat bekerja sebagai pegawai toko The M.
Sebut Ellena arogan tapi memang begitu adanya.
Disaat tiada orang yang dikenalnya Ellena akan membuat dinding untuk membuat dunia nya sendiri, menunggu orang lain cukup berani untuk mengetuk dan mengajaknya bicara. Jika instingnya baik, Ellena biasa menjadikan orang itu sebagai kenalan.
Di Delos Ellena tidak mengenal satupun petualang disini. Ellena jarang mengambil misi disini dan sudah tiga tahun tidak aktif sebagai petualang hingga tertahan lama di Rank C.
Kebanyakan Petualang hidup nomaden, berpindah satu tempat ke tempat lainnya. Atau kalau mereka menetap itu pun pasti hidupnya dihabiskan di hutan untuk berburu atau bepergian beberapa malam.
Tiada kesempatan bagi Ellen untuk membina hubungan teman dengan petualang lain. Jika sekarang pun dia mencoba, Ellena tidak yakin mereka bisa dipercaya. Tidak sedikit kasus perampokan bahkan pembunuhan dalam suatu party.
“El…apa misimu sulit?” tanya Nora setelah beberapa menit Ellena tidak mengatakan apapun. Dia merasa ada yang tidak benar hingga tuannya cemas meski berusaha tidak dinampakan pada wajahnya.
.
.
.
__ADS_1