![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Kurang lebih 380 tahun Noze menjadi Elf Tinker. Lebih tepatnya pada Devisi Senjata.
Pekerjaan yang membosankan kalau orang lain bertanya. Kenapa? Karena dari semua Devisi para Tinker (tukang), Devisi Senjata adalah yang paling sedikit pekerjaan alias banyak menganggurnya.
Pekerjaan utama mereka jelas adalah membuat senjata. Dari pedang, tombok, busur dan lain-lain. Tapi di Desa Sylfhim yang aman sentosa, permintaan senjata hanya datang pada para Elf penjaga atau beberapa Elf dewasa untuk berburu. Cuma itu-itu saja dan para Tinker Devisi Senjata telah memasok banyak senjata demi kebutuhan semacam itu. Selebihnya? Tidak ada.
Sejujurnya Zeno pernah berangan ingin membuat senjata maha dahsyat dan mencetak rekor baru dari generasi sebelumnya. Tapi setelah dipikir lagi bilamana Zeno ingin membuat senjata seperti itu mustahil. Selain membutuhkan material yang kuat dan istimewa, Zeno kurang senang senjata dahsyat buatannya (bisa saja menjadi pusaka) menjadi pajangan semata di ruang Pusaka Desa Sylfhim.
Tidak. Zeno merasa bakatnya sia-sia jika begitu akhirnya.
Namun sepertinya Zeno mendapat balasan. Dulu dia mengeluh bosan dalam hati atas hari-harinya yang begitu-begitu saja. Zeno tidak mengira akan datang badai dalam hidupnya hingga dia akan merindukan hari santainya sebagai Tinker.
Ini semua bermula pada lima hari yang lalu sat Reyna Freya, memanggilnya. Tidak sendirian Zeno juga melihat orang lain bersama ratunya. Seorang manusia berjenis perempuan yang baru-baru ini menggegerkan Desa Sylfhim yang selalu damai.
Kabar tentang munculnya Guardian Lightning sudah terdengar hingga ke telinga para Tinker yang bekerja di paling pinggir desa. Bahkan anak-anak pun tahu soal ini. Dan gadis berambut ungu dan bermata emerald ini cukup membuat kesan pada semua warga desa dengan datang tiba-tiba dengan Naga Petir Agung ke tengah desa tempo lalu. Entah tujuannya mau pamer atau apa, yang jelas Zeno tidak meragukannya serta merasa sedikit terintimidasi dengan status gadis itu.
"Wahai, El, ini adalah Zeno. Pemimpin Devisi Senjata milik kami digenerasi ini. Dia masih muda namun kemampuannya membuat senjata tidak akan mengecewakan."
Zeno akan terbang bila diizinkan. Mimpi apa dia Reyna Freya memujinya sedemikian rupa kepada gadis yang disebut Guardian Lightning.
"Hmm...hai?" sapa sang gadis berambut ungu melambai kikuk.
Zeno, sebagaimana seharusnya, berlutut dengan satu tangan diatas dada. "Saya merasa terhormat bisa bertemu dengan Nona Guardian. Mohon panggil saya Zeno."
Seperti penduduk yang lain, Zeno dapat merasakan aura milik gadis ini memang berbeda. Zeno memang tidak pernah bertemu manusia lain atau bahkan ras lain selain sukunya sendiri, tapi Zeno bisa merasakan kekuatan murni yang saaaaaangat tipis menguar pada tubuh gadis itu. Terlebih mata emeraldnya. Kedua mata cantik terasa sekali kekuatan sucinya.
"Baik, Zeno. Begini aku sedang berencana memburu beberapa hewan buas dan monster tapi semua senjata milikku hilang." El, begitu ratunya memanggil sang gadis, berkata, "Jadi atas saran Freya kau bisa membantuku mendapatkan beberapa senjata."
Zeno sudah memperkirakan hal tersebut sejak dia melihat sang Guardian muda disamping ratunya. Yang sedikit mengejutkannya adalah bagaimana santainya El memanggil Reyna Freya dengan nama. Pun ratunya nampak tidak masalah.
__ADS_1
Hubungan kedua orang ini cukup akrab hingga Zeno menjadi lebih tegang dan berhati-hati saat menghadapi El. Ada kemungkinan dia akan membuat marah ratunya jika Zeno mengecewakan El.
Duh! Berat!
Tapi Zeno dengan tenang menjawab, "Saya Pemimpin Devisi Senjata Desa Sylfhim, akan mengerahkan kemampuan terbaik saya untuk melayani nona Guardian."
"Itu bagus. Hehe, pertama-tama panggil aku El karena aku tidak suka dipanggil nona dan aku BUKAN Guardian."
Zeno yang tadinya menunduk langsung mendongak mendengar kata-kagta ini. "Apa?"
Secara tak terduga El berjongkok di depan Zeno yang berlutut kaku mendengar perkataannya barusan. Mungkin saja Elf pria satu ini tidak mendengarnya dengan baik, "Panggil aku El. Dan maaf ya, aku bukan Guardian yang sering disebut-sebut itu." katanya kali ini terdengar sedikit nada sebal.
Tidak! Zeno mendengar jelas ucapan El sebelumnya dan karena itu dia membeku. Perasaannya sedikit terguncang, apalagi saat matanya melihat ratunya yang juga menatapnya mengangguk pasrah seolah menyuruhnya menuruti perkataan gadis di depannya.
"Nah untuk awalan, aku menginginkan beberapa senjata, boleh?"
Setengah sadar Zeno membalas, "Berapa yang anda butuhkan?"
Zeno hampir memekik mendengar permintaan itu. Tentu dia memiliki semua yang disebutkan El, tapi senjata sebanyak itu cukup untuk mempersenjatai satu pasukan Elf Desa Sylfhim.
Buat apa gadis kurus yang bahkan belum lima belas tahun membutuhkan semua senjata tajam itu?! Oh ya di Guardian. Tapi tetap saja!
"Itu saja dulu. Selanjutnya aku menginginkan senjata yang sama setiap aku pergi, kau boleh menurunkan jumlahnya tapi aku ingin kualitas yang lebih baik. Tentunya para Tinker Devisi Senjata kebanggaan Desa Sylfhim tidak akan mengecewakanku dengan senjata murahan, kan?"
Apa? Apa ini? Kenapa mendadak Zeno memiliki keinginan untuk mencekik bocah yang tengah tersenyum polos ini?
"Untuk bahan, aku akan berusaha mencari monster terbaik untuk kau buat senjata khusus milikku. Tentu saja aku juga tetap mengambil pesanan sebelumnya."
Zeno menjadi gagu. Elf yang selama ini hidup tenang tidak bisa tidak terguncang oleh serangan fajar seperti ini, "K-Kapan an-anda butuh pesanan pertama?"
__ADS_1
"7 hari lagi. Dan aku akan mengambil lagi setiap berangkat berburu."
Ya dewa...bukankah ini pencurian? Lalu kenapa Reyna Freya nampak tenang-tenang saja?!!
"Apa terlalu lama dan sedikit? Aku bisa--"
Zeno cepat pulih dan buru-buru mengintrupsi El yang dikiranya hendak memotong tenggat waktu dan menambah jumlah pesanan, "500 pisau kecil, 300 belati sedang, 150 tombak, 100 pedang panjang dan sedang, serta tali dan kawat. Akan segera saya siapkan! Mohon datang 7 hari lagi ke bengkel saya."
"Hehe, tadinya aku berpikir untuk mengurangi jumlahnya tapi karena ternyata Devisi Senjata sangat cekatan dan hebat, aku lega dan tidak merasa sungkan lagi."
Tidak, jangan merasa lega. Bagaimana bisa manusia tidak memeiliki rasa malu dan sungkan seperti gadis muda di depannya?
"Aku akan banyak merepotkanmu, Zeno. Jadi mari menjadi teman baik setelah ini."
Itu adalah hari dimana semua ini bermula. Sejak lima hari yang lalu, Devisi Senjata menjadi yang paling sibuk diantara Devisi para Tinker lainnya. Suara-suara palu dan erangan lelah hampir membuat Elf lain iba.
Zeno, sebagai yang dipasrahi tugas menyediakan senjata untuk El menjalani tugasnya dengan penuh keringat.
"JANGAN BERHENTI MEMOLES PEDANG ITU! PESANAN ITU AKAN DIAMBIL BESOK!"
"BAIK! "
Sisi baiknya Devisi Senjata Elf Tinker menjadi. lebih hidup dan ramai. Meski tentu saja Zeno diam-diam meringis dan menangis bila ingat hari hari tenangnya dulu.
"Setan kecil. Dia pasti setan bukan Guardian yang suci."
Malang bagi Zeno, setan kecil yang dimaksud memiliki Reyna Freya sebagai pendukung yang terlalu kuat.
.
__ADS_1
.
.