Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 50 King Kong 2


__ADS_3

Sejauh ini, dalam perburuannya, King Kong adalah Monster terpintar yang dihadapi Ellena.


Selain bentuknya yang mendekati ciri manusia, King Kong memiliki tubuh yang lebih besar, tangan yang panjang dan kaki yang kokoh. Selain itu kelincahannya hampir membuat Ellena frustasi.


Teman barunya, Ganesh menerjang King Kong dan menyeruduknya. Kekuatan Ganesh meningkat luar biasa dari sebelumnya berkat Buah Apel Emas yang diberikan Ellena. King Kong terdorong mundur dengan keras dan mengaum marah. Menunjukkan taringnya yang tajam pada Ellena dan Ganesh. Lalu dengan tidak tahu dirinya, King Kong memerintahkan para Kera Kong untuk mengeronyok keduanya.


"Main curang!" Tentu pekikan Ellena tidak digubris King Kong yang menderu sombong seraya memukul mukul dadanya.


Ganesh melibas semua Kera Kong yang datang dengan keempat belelainya. Tiupan angin kencang muncul Ganesh mengibaskan belalainya dan menerbangka para kera. Ellena tidak menganggur. Menggunakan tombaknya Ellena menjatuhkan para kera yang datang berlompatan di atasnya. Dia mengayunkan tombaknya secepat petir dan menyingkirkan para monyet sebelum mencapainya.


Tapi belum habis serangan dari para kera, King Kong menambah serangan.


"AWAS!" teriak Ellena.


Sebuah pohon melayang terbang ke arah mereka dengan hempasan kuat. Ganesh tidak menghindar dan menghentikan pohon besar itu dengan gadingnya. Ellena memejamkan matanya menghindar angin debu bertebaran.


Ganesh melempar balik pohon di gadingnya dengan belalainya kepasa King Kong yang dihindari dengan mudah. Kera besar itu berkoar sombong seolah mengejek Ellena dan Ganesh itu payah.


"Wah, bukan manusia saja tapi yang mirip manusia pun menyebalkan, ya. " Memang sialan. Ellena merasa sebal sekarang.


"Ganesh, kita pojokkan Kera bangsat itu." Ganesh meraung setuju.


Genesh kembali berlari menyerbu King Kong. Bentrokan antar kekuatan sesama Monster kelas Legenda tingkat 7 terjadi. Dengan kepala kerasnya Ganesh menghantam King Kong. Tapi si raja Kera Kong menahan gading Ganesh dengan kedua tangannya. Kedua monster saling berusaha mendorong yang lain namun keduanya sama-sama kuatnya.


King Kong bisa menyeimbangi kekuatan Ganesh yang telah makan Apel Emas. Monster ini lebih kuat dari dugaan.


Tapi dalam pertarungan itu King Kong pasti melupakan sosok Ellena yang nampak kerdir dibanding keduanya yang nangkring diatas kepala Ganesh. Dan meskipun gadis itu kecil, tapi tidak ada yang bilang bahwa gadis bermata emerald itu tidak berbahaya.


'ZZZTTT' BLARRR


'RAARRGGHH'


King Kong mengaum kesakitan saat Ellena melancarkan tusukan tombaknya yang dialiri listrik bertegangan tinggi pada dada raja para Kong. Monster berlengan besar itu terhempas jauh oleh Ganesh setelah kehilangan fokus akibat serangan tak terduga Ellena.

__ADS_1


"YEAH! SIAPA YANG TADI SOMBONG HAH?!" koar Ellena kesenangan. Para Kong yang lain membeku setelah mendengar raungan King Kong tadi.


Namun raja para Kong belum kalah. Para Kong berseru berisik melihat King Kong bangkit lagi setelah mencabut tombak Ellena dari dadanya dengan raungan sakit. Tombak Ellena kecil dan tipis sehingga seharusnya tidak mungkin bisa menembus dada King Kong yang tebal. Tapi kandungan listrik dalam serangan Ellena lah yang mengganggu konsentrasi King Kong dan melemahkan kekuatannya pada Ganesh.


Ellena benci musuh yang cerdas. Sebelumnya King Kong selalu memandang Ganesh sebagai musuh utama yang harus dia tumbangkan. Namun kini Monster berlengan besar dan berbulu hitam ini memandang Ellena dengan marah dan waspada. King Kong kini mengenali lawannya yang sesungguhnya harus dia kalahkan.


"Sakit?!" tanya gadis itu.


Dan King Kong membalas dengan seruan marah.


"Galak." kata Ellena singkat sembari mengeluarkan dua belati hitamnya. Senjata Surga yang terbuat dari sisik Druk. Belati sedang itu sangat tajam dan bisa memotong apapun, termasuk tubuh Monster yang berada dibawah tingkatnya.


Artinya, belati itu mampu merobek tubuh tebal King Kong.


Seolah juga menyadari bahwa senjata baru ditangan makhluk kecil itu berbahaya, King Kong dibuat semakin waspada.


Ellena menatap sekitar.Ellena selalu waspada dengan sekitar, tidak mau kecolangan dan diserang dari belakang oleh Kera lainya. Tapi tanpa disadarinya, sekitar pertarungan Ellena, Genesh melawan King Kong kosong. Tidak ada Kong hidup dalam jam dua ratus meter. Yang ada hanya mayat. Banyak Kera Kong yang bergelimpangan mati.Tanah berubah merah oleh darah Kong. Ellena hampir mual mencium bau darah tapi gadis itu tidak punya waktu untuk muntah.


Ellena mendesis tak senang, "Bebedah pintar." King Kong balas menggeram padanya.


"Genesh!"


Ellena dan Genesh kembali berbentrokan dengan King Kong.


...


Kera Kong yang hanya Monster Kelas Langka yang paling banter memilili tingkat kelima. Dengan level kemampuan Andesz, cukup mudah membunuh Kong. Satu-satunya yang merepotkan dari Monster ini ialah hidupnya yang berkoloni dan jumlah mereka yang banyak.


Tak terhitung berapa Kong yang sudah Andesz tebas dengan pedangnya. Pria itu terus bergerak dan mengayunkan pedangnya seefektif mungkin dalam membantai para Kong.


Berbeda dengan Ellena yang selalu menyerang dengan bar bar dan cenderung melelahkan, Andesz menebas musuhnya seperti sedang menari. Ayunan pedangnya dan cara tubuhnya bergerak terlihat ringan seperti aliran airsungai yang mengalir atau angin yang bertiup damai.


Elegan namum mematikan.

__ADS_1


Itu adalah hasil latihan Andesz yang telah berlatih pedang sejak dia bisa mengingat. Pedang adanya bagian darinya. Pedang adalah tubunya. Pedang adalah kehormatannya sebagai pria.


Tak heran kenapa Andesz disebut sebagai jenius pedang sejak kecil. Kemahirannya dalam ilmu berpedang telah diakui semua orang dalam istana Kekaisaran.


Namun disini adalah alam liar. Tidak ada yang peduli Andesz jenius pedang atau apapun. Yang penting adalah tetap bertahan hidup di hutan penuh monster dan tidak boleh kalah atau menyerah. Karena kalah atau menyerah berarti mati.


Dan Andesz tidak sudi mati disini.


CRASS


"Dasar bocah monster." guman Andesz terengah. Keringat menetes dari dahinya.


"Tuan Andesz?!" seru Zeni di tengah pertarungan dengan Kera Kong.


"Aku tidak apa!" balas Andesz seraya menebas Kong yang datang padanya.


Iris birunya menatap agak jauh dimana Ellena diatas Genesh tengah melawan King Kong.


"Monster... " gumannya menggeleng kepala tidak berdaya.


Tidak. Andezs bukan berbicara pada kedua Mosnter kelas Legenda yang saling hantam. Lebih tepatnya pada gadis berambut ungu yang menyerang King Kong dengan belatinya atau tinju petir setiap ada celah.


Andesz heran. Bagaimana Ellena tidak menunjukkan kelelahan saat bertarung seperti itu?!


Andesz malu mengatakannya tapi Ellena membuat takut dengan perkembangan kekuatannya yang sepertinya selalu meningkat setiap harinya. Kemampuan Ellena berkembang terasa mengerikan bagi Andesz yang disebut Jenius sejak kecil. Hek! Bahkan apabila Andesz bisa dikatakan lebih banyak membunuh musuhnya dengan pedang dan tekniknya yang efisien, Ellena dengan teknik kasar dan serampangan itu bisa menyeimbangi Andesz dengan stamina tiada habis itu.


"Monster... " seandainya Ellena tahu ini, Andesz akan mendapat pukulan di wajah tampannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2