![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Guardian of Divernia/Guardian Divernia.
Gelar ini disematkan kepada lima manusia yang merupakan utusan dewa ke tanah Divernian.
Dahulu sebelum manusia, para Monster dan binatang buas yang menguasai daratan Divernia. Manusia pada kala itu harus berjuang keras bertahan hidup dalam persembunyian dan alam liar yang bagai neraka.
Pada saat itu, Dewa akhirnya merasa kasihan kepada manusia dan memberikan berkat. Pohon Kehidupan, pohon agung yang menjadi sumber energi tak terbatas dunia, adalah medium antara Dewa dan dunia. Dari Pohon Kehidupan lahir lima manusia setengah dewa yang memiliki kekuatan yang dapat menaklukan semesta. Lima orang tersebut kemudian mengalahkan para monster paling mematikan dan berbahaya lalu menyisakan sebagiannya.
Di bawah perlindungan Guardian dan bimbingan Pohon Kehidupan, manusia akhirnya dapat hidup dan berkembangbiak dengan baik. Tentu saja ancaman para monster tidak berakhir, namun manusia diajari dan dibekali ilmu untuk melawan dan bertahan hidup. Sedang Guardian terus memukul mundur monster dan seluruh entinitas yang mengancam eksistensi umat manusia.
Mereka berlima sangat berjasa dalam sejarah umat manusia Divernia.
Namun mereka tidak selamanya mendampingi manusia. Suatu ketika Pohon Kehidupan yang berdiri kokoh dan titik peradaban manusia, menghilang. Diikuti dengan kelima Guardian yang juga tidak dapat ditemukan dimana pun.
Selanjutnya, dalam sejarah umat manusia, tercatat tiga kali kemunculan Guardian Divernia. Dan setiap waktunya adalah pada saat Para Monster berbahaya bangkit atau saat bencana mengerikan yang hampir memusnahkan manusia.
5000 tahun sejak Guardian Divernia terakhir muncul, kini ada beberapa pihak yang mengetahui bahwa Guardian Divernia telah terlahir lagi di waktu ini.
"Dan kalian mau bilang aku salah satu nya?"
Kecuali Nora dan Druk, semua orang yang duduk menganggukkan kepalanya.
"Kelahiran Guardian adalah fenomena paling penting bagi Divernia. Entah apa yang terjadi dimasa depan namun yang pasti ada sesuatu yang mengancam keberadaan manusia hingga Pohon Kehidupan memutuskan menurunkan para Guardian." ucap salah satu Older Elf.
"Maaf menyela, tapi Guardian ini pelindung umat manusia kan? Apa urusannya dengan para Elf hingga kalian peduli?"
"Tanpa kekuatan yang dapat mengendalikan semesta, Divernia akan kembali ke zaman para monster menjajah. Meski para Guardian adalah manusia, namun dasar mereka melindungi Divernia. Yang berarti bangsa lain seperti Elf, Dwarf, Beastman, Fairy, mermaid dan bangsa lain termasuk dalam perlindungan Guardian. Tentu dengan catatan tidak ada ancaman bangsa tersebut kepada manusia." jelas Older lainnya.
Ellena terlihat merenung. Tapi penjelasan tentang Guardian ini belum berakhir.
__ADS_1
"Memang tidak diketahui kapan Guardian lahir, namun mereka memiliki ciri-ciri yang menunjukan jati diri mereka. Yang paling jelas adalah tanda. Sebuah Tato." atas perkataan Andesz Ellena langsung teringat dengan tato lingkaran bergambar pohon yang tiba-tiba muncul di lengan atasnya.
Reyna Freya yang melihat Ellena yang memegang lengan kanannya dengan mata melamun.
"Wahai, bila nona kecil mengizinkan, bolehkah kami melihat tanda tersebut?"
Suara sang reyna sangat merdu dan memikat hingga semua orang melihat Ellena dengan tatapan bahwa dia harus menuruti permintaan ratu elf tersebut. Ellena tidak ambil pusing menyingkap lengan baju nya dan memperlihatkan kulit bersih nan kurus yang terukir sebuah tato lingkaran dengan gambar pohon di dalamnya seukuran 5centi.
"Wahai, Tato Pohon Kehidupan. Ini memang benar tanda milik Guardian of Divernia." ujar Freya sembari tak henti menatap tato di lengan Ellena dengan mata terpukau.
"Reyna, tato itu belum sempurna." celetuk salah satu Older.
Mendengar nya Freya mengangguk, "Wahai, benar. Tandanya belum sempurna tapi El masih sangat muda jadi tidak perlu terburu-buru."
Ellena jadi teringat kalimat misteri tentang koneksi lemah yang disebut Freya karena dia masih muda. "Anda juga mengatakan nya tadi... karena aku muda dan sebagainya."
Reyna Freya menatap Ellena dengan senyuman cantik, "Wahai, akhirnya nona kecil bertanya padaku. Jangan sungkan padaku dan panggil aku Freya."
Dengan wajah sedikit menunduk, suara Ellena mencicit kecil, "Baik... Freya."
Lagi lagi Freya tertawa kecil. Menurutnya pemandangan El, si bocah istimewa yang sayangnya kurang akhlak, merona malu adalah menggemaskan.
"Wahai, nona kecil El, tanda yang sempurna Guardian adalah saat tato Pohon Kehidupan dipeluk oleh sepasang sayap dilenganmu. Guardian adalah pelindung Divernia, tapi pada siapa Guardian bersandar? Yaitu Pohon Kehidupan sebagai poros dan inti mereka, sedang sepasang sayap itu adalah tanda Familiar Sejati."
Baik Ellena dan Nora, tidak bisa tidak berpikir bahwa cerita ini sangat panjang dan luas. Tidak ada habis-habisnya. 2 jam mereka duduk.
"Familiar Sejati ini merujuk pada lima hewan atau monster yang menjadi rekan sehidup semati dengan kelima Guardian. Pohon kehidupan memberkati kelimanya kekuatan yang bisa mendampingi Guardian. Sering kali Familiar Sejati bertindak sebagai pelindung Guardian."
Andesz menyela masuk, "Lima Familiar ini sama dengan lima monster Kelas Mitos menurut peringkat sistem Guild Petualang."
__ADS_1
"Hah! Manusia seenaknya memberi peringkat pada monster dan hewan buas." cemooh seorang Older Elf yang memiliki rasa tenggang rasa pada ras lain paling sedikit dibanding yang lain.
Untungnya tidak ada yang mengambil hati perkataan Elf tersebut. Bahkan jika yang mendengar adalah satu manusia tulen (Andesz) , manusia yang masih dipertanyaan asal-usulnya (Ellena) dan setengah manusia (Nora).
Entah sejak kapan posisi mereka berubah. Ellena, Nora dan Druk duduk sejajar dan bersila layaknya murid manis sedang di depannya dua mahaguru dan para asistennya memberi mata kuliah pada ketiga murid aneh mereka.
Nora, layaknya murid yang baik dan tidak mencontoh kakaknya, mengangkat tangan, "Ya Nora?" Andesz mempersilahkan.
"Kenapa tato El cuma ada pohonnya saja? Lalu tanda Guardian lainnya apa? Kira-kira El memiliki kekuatan apa? Kok bisa kalian tahu sebanyak itu? Naga Hitam ini siapa? Apa apel emas itu boleh dimakan? Aku lapar... "
Siapa yang tidak lapar setelah bertanya sebanyak itu satu waktu sekaligus? Bahkan dua orang yang ditanyai pun mendadak lapar dan ingin memakan Nora hidup-hidup. Sedang Ellena? Gadis itu justru merasa terbantu. Syukurlah dia tidak perlu repot-repot membuang nafas nya. Tentu saja itu cuma di dalam hati saja.
Reyna Freya tersenyum kikuk, "Wahai, Nora kecil sangat bersemangat." tangan sang reyna bergerak mengiris udara lalu tiba-tiba muncul sebuah lubang magis. Dari sana Freya memasukkan tangannya lalu mengeluarkan 2 buah merah mirip strawberry dengan ukuran hampir kepala Nora.
"Wahai, makan ini sebagai pengganjal perut." Freya memberikan dua buah tersebut kepada kedua orang yang paling muda.
Nora menunduk kepalanya dalam dengan senyuman, "Terima kasih, Reyna. Ini pertama kalinya saya makan buah sebesar ini!"
Ellena setuju, baru kali ini dia melihat strawberry sebesar itu, "Terima kasih...Freya." ada sedikit rona merah lagi di pipi Ellena yang belum biasa memanggil akrab pihak lain tanpa ejekan atau sindiran. Cuma Emily yang selama ini Ellena panggil dengan tulus.
"Wahai, makan lah yang lahap selagi aku menjawab banyak pertanyaan Nora kecil."
Kedua kakak beradik memasang telinga sebaik mungkin selagi mulut mereka tidak berhenti menggiling daging buah strawberry yang manis dan segar. Ellena bahkan membagi jatahnya sedikit kepada Druk si naga hitam untuk dijilat-jilat saja.
"Wahai, kenapa tato El hanya sebagian alih-alih sempurna? Itu karena El belum menemukan Familiarnya dan Schafer nya." (Schafer\=senjata)
Mendengar kata baru lagi, baik Ellena maupun Nora terus menguyah seraya memperhatikan sang reyna yang pasti akan memberi penjelasan panjang.
.
__ADS_1
.
.