Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 46 Teman Baru


__ADS_3

Andesz tahu bahwa Ellena bukan bocah biasa. Sejak pertama bertemu dia sudah tertarik dengan pegawai ramah di toko The M tiba-tiba kesal dia pandangi lama. Sikapnya yang benar-benar gampang curigaan dan bodo amatan pada orang asing namun peduli pada orang-orang terdekatnya. Ellena juga cerdas dan pemberani. Menjadi Ranking Pertama dan mencetak rekor baru dalam Ujian Tertulis kenaikan Rank itu hebat. Apalagi Ellena masih sangat muda, tiga belas tahun.


Setelah ikut terdampar bersama Ellena dan Nora tanpa ketiga rekan sekaligus bawahan terpercayanya, Andesz merasa dirinya sangat terekspos.


Nora pernah bilang , "Tuan Andesz, tanpa Tuan Kirein anda tidak keren lagi."


Tentu saja Andezs syok dengan ucapan Nora yang polos dan tidak terdengar sedang mengejeknya. Bocah berambut hijau itu benar-benar tulus mengatakan tanpa Kirein, Andesz kehilangan kewibawaan yang selalu dijaganya di luar istana.


Dipikir pikir memang benar. Sejak ikut terpisah dengan Kiriein, Max dan Luxia, Andesz harus melakukan semuanya sendiri dan menangani diri sendiri. Dalam proses itu Andesz tidak punya waktu dan lupa untuk menjaga wibawa serta perilaku bangsawan yang berhasil dipertahankannya di luar istana selama 3 tahun terakhir.


Penyebab perubahan itu jelas berhubungan erat dengan Guardian baru yang masih suka menyangkal itu.


Andesz sadar jelas akhir-akhir ini sering sekali mengumpat.


Dan Andesz melakukannya lagi sekarang. Penyebabnya pun masih sama.


"Sial, El! Itu...?!"


"...." Zeni bahkan tidak bisa berkata apa-apa dan melotot lebar.


"Oh hai kalian. Kenalkan teman baruku, Ganesh."


'Zrueeekkk'


Ellena, gadis remaja itu berkata santai seraya melambai ringan diatas kepala Gajah Ganesha. Monster kelas Legenda tingkat bawah (7)yang memiliki empat wajah dan kekuatan belalai yang bisa menghancurkan apapun


"Astaga El! Apa yang telah kau lakukan?!" pekik Andesz ngeri, terlambat merespon.


Diatas sana Ellena berkata, "Yang kulakukan hanyalah berteman dengan Ganesh."


"Berteman kau bilang?!"


"Ya."


"Kau bahkan menamainya. El!. Dia ini monster. Monster! "


Ganesh memekik keras pada Andezs dan menatap pria berambut putih itu sengit, "Ganesh monster baik. Benar kan, Ganesh?" merespon ucapan Ellena, satu belalai Ganesh mengelus lembut pipi sang gadis.


"Astaga El... "


"Apa sih? Druk juga monster, bahkan lebih kuat dan tua dari Ganesh." ujar Ellena tidak mengerti mengapa Andesz bersikap seolah dia telah berbuat nakal.


"Naga Hitam Agung jelas berbeda. Dia Familiar Guardian, bukan monster liar!" bantah Andesz.


"Ganesh sudah jadi milikku sama seperti Druk sekarang."


"Astaga... "


Andesz lelah. Dia ingin kembali ke Desa Sylfhim daripada pusing melihat tingkah Ellena yang semakin tidak bisa pikir akalnya.

__ADS_1


Menjadikan Gajah Ganesha, Monster kelas Legenda yang selalu liar sebagai teman? Hal gila semacam itu bisa terjadi jika seseorang memelihara monster sejak bayi dan merawatnya hingga mengenalinya sebagai Tuan. Tidak ada sejarah manusia bisa menjadikan Monster liar dewasa jinak kecuali membunuhnya.


"Sudahlah, bagus Ganesh mau jadi temanku. Dia akan membantuku mulai sekarang." kata Ellena.


"Membantu?" suara Andesz mengambang.


"Aku akan menjadi raja hutan ini, kau ingat? Tapi alih alih membantai mereka bukankah bagus aku menjinakkan mereka dan menuruti perintahku?" Ellena menyeringai kecil di akhir kalimatnya.


Baik Andesz dan Zeni semakin dibuat jantuangan, "Kau bisa melakukan itu, El?"


"Nona El, Anda... apa mungkin?"


Ellena mengibaskan rambut panjangnya dengan gaya sombong, "Aku punya caraku."


"Bagaimana kau melakukannya, El?"


Astaga, Andesz tidak mau percaya. Tapi melihat Ellena yang serius dibalik wajah santainya, sepertinya Ellena benar-benar memiliki cara untuk menaklukkan Monster liar dewasa tanpa membunuhnya. Hal ini bisa membuat semua orang di dunia menggila.


Dan bila Andesz bisa mengetahui caranya, maka keluarga Kekaisaran pun akan sangat diuntungkan, terlebih baginya.


Sayangnya Ellena memang bukan bocah baik hati dan sangat pelit, "Kau tanya saja pada Ganesh."


'Zrueeeeeeekk'


Benar-benar pelit.


...


Efek buah Apel Emas sangat luar biasa.


Ganeah yang sebelumnya terlihat lemah tak berdaya dengan luka sana-sini dan juga kepalanya, setelah memakan Apel Emas Ganesha beregenasi dan pulih sangat cepat.


Seolah monster yang tergeletak payah tadi bukan dirinya, Gajah Ganesha memekik keatas seolah memberitahu seluruh hutan bahwa dia telah bangkit dari kematian. Pun kemampuan sang monster meningkat drastis berkat memakan Apel Emas dan hampir mencapai batas maksimum dan siap melompat ke tingkat selanjutnya.


"Yeay...kau sudah sembuh." Ellena bertepuk tangan cukup kencang seolah mengingatkan sang monster untuk menyadari keberadaanya.


Gajah Ganesha bisa dibilang monster yang tahu balas budi. Dan berkat efek 'Penakluk' Apel Emas dan digunakan oleh Ellena (menjadi satu Guardian meski dia masih menyangkal) , Ganesha tidak memandang Ellena dengan permusuhan namun hormat.


Mata emerald Ellena melihat bagaimana Gajah Ganesha merendahkan tubuhnya di depannya. Keempat belalai Ganesha menyetuh wajah Ellena hingga membuat gadis remaja itu kegelian.


"Ah! Geli." ujarnya sambil menahan tawa. Saat semua belalai tidak lagi menggelitikinya, Ellena mendongak untuk menatap Gajah Ganesha yang tetap lebih tinggi darinya meski telah duduk.


"Mau jadi temanku?" tanya Ellena tiba-tiba.


Ellena bukan tipe basa-basi. Setelah melihat Gajah Ganesha, Monster kelas Legenda tingkat menengah yang memandangnya ramah alih-alih mencoba membunuhnya, Ellena jadi tidak ragu mengatakan keinginannya.


Teman. Memang ada istilah 'Familiar' tapi bagi Ellena yang belum menerima dirinya sebagai Guardian merasa kata 'Familiar' terlalu kaku. Dan 'Teman' adalah kata terbaik yang menggambarkan hubungannya dengan para monster yang bersedia dia taklukkan. Bahkan Druk adalah teman baginya.


'Zruuuekkkk'

__ADS_1


Gajah Ganesha mendengking seolah bersorak lalu tiba tiba mengangkat tubuh Ellena dengan belalainya lalu menempatkan remaja itu diatas punggungnya.


"Huaa... apa ini berarti kau mau jadi temanku?"


'Zruueekkkk' dengking sang monster.


"Kalau begitu... mau ku beri nama tidak?"


Gajah Ganesha menjawab dengan dengkingan setuju. Ellena lalu tenggelam dalam pikiran nama apa yang harus dia pilih untuk teman barunya ini.


"Nama yang bagus... Joly?"


Ganesha memekik lagi namun kali ini dengan suara tidak senang.


"Oh tidak ya. Kalau begitu... Biya?"


Ganesha kembali memekik tidak suka. Ellena kembali memutar otak. Satu-satunya kelemahan Ellena mungkin dari betapa buruknya selera Ellena dalam menamai sesuatu. Kucing yang dulu ingin dipeliharanya dulu saja dia beri nama Babi.


"Belly."


"Nakai"


"Mery"


"Aspodel"


"Anggrek"


"Dadu"


"Serbet"


"Anjing"


Terus menerus nama yang diajukan Ellena terus tertolak. Gadis itu hampir menjitak kepala sang gajah kalau tidak ingat tangannya yang akan sakit karena kerasnya kulit teman barunya itu.


"Oh ayolah! Kita tidak punya waktu seharian untuk ini."


Benar. Maka Ellena terus menyebutkan nama demi nama yang dia pikir cocok untuk teman barunya.


Apa nama 'kecoak' terdengar bagus untuk menamai teman barumu? Tentu tidak tapi sekali lagi Ellena payah menamai sesuatu.


"Baik, aku menyerah. Aku akan panggilmu 'Ganesh'! Suka tidak suka aku akan memanggilmu begitu!"


Untungnya Gajah Ganesha yang telah takluk tidak keberatan dengan nama tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2