![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Zeni selamat dari penculikan yang dilakukan Suku Dark Elves. Entah keberuntungan atau kesialan bagi Zeni, Elf dari Desa Sylfhim, yang mana adalah musuh bagi Suku Dark Elves. Saat para penculik itu mengetahui Zeni bukan termasuk 3 pendatang misterius Pulau Sylfy, mereka memisahkannya dengan Ellena dan Andesz lalu membuangnya.
Berita baiknya, para Elf suku Dark Elves tidak membunuh Zeni. Berita buruknya, para Elf licik itu tidak membuang Zeni sembarang tempat. Mereka membuang Zeni yang babak belur dan semi sadar ke wilayah teritori Monster Tinggi (monster tingkat 1-3, paling rendah) Beruang Putih. Beruang itu rata-rata hanya hewan buas atau Monster tingkat 1 dan 2 dengan bos mereka berada di puncak tingkat 3 dan sedikit lahi naik kelas Langka.
Dalam kondisi primanya Zeni bisa mengalahkan lima Beruang putih dengan busur nya , kemudian melarikan diri secepat mungkin seraya menjatuhkan 10 beruang dalam prosesnya dengan anak panahnya.
Tapi tanpa senjata, babak belur dan kesadarannya belum pulih benar. Bahkan Zeni bakal kesulitan menjatuhkan satu beruang sekalipun. Kekesalannya pada para Elf Suku Dark Elves semakin menjadi.
Zeni tidak pernah suka Suku Dark Elves. Semua penghuni Desa Sylfhim membenci orang orang dari suku rusak itu. Zeni jadi ingat kakaknya, Zeno---si pemimpin Elf Tingker Devisi Senjata, saat menceritakan tentang Suku Elf yang terletak diutara Pulau Sylfy.
Asal muasal Elf Suku Dark Elves sebenarnya adalah dari Desa Sylfhim. Dulu, sekitar lebih delapan ratus tahun yang lalu, Frega (pemimpin Suku Dark Elves sekarang) adalah Elf muda yang tampan dan berbakat. Di antara sesama Elf seusianya Frega adalah yang terkuat dan di ulung ulung sebagai Oberon (*yang memiliki arti 'Raja' dalam bahasa Jerman) masa depan. Frega bangga dengan semua prestasinya dan terus menebar pesona serta menarik perhatian warga desanya dengan bakatnya. Frega menuai ketenaran tak terkira pada masa itu dan sangat menanti nanti kapan dia akan menjadi Oberon Desa Sylfhim. Dia akan menjadi raja yang mencintai dan dicintai rakyatnya.
Tapi impian besar Frega hancur dalam sekejab saat pada malam pergantian pemimpin, dimana Reyna/Oberon sebelumnya memutuskan memberikan gelarnya atau keputusan semua Older yang satu suara, menunjuk Elf yang tepat untuk memimpin masa depan Desa Sylfhim. Frega yang kala itu berdiri paling depan, percaya diri akan terpilih dan dipanggil namanya untuk ke depan.
Namun tidak. Semua bayangan Frega tidak pernah terjadi. Saat Oberon sebelumnya menunjuk penerusnya, itu adalah nama yang sangat familiar bagi Frega.
Freya. Saudari kembarnya. Kakak perempuan yang memiliki wajah mirip dengannya. Seseorang yang dari perut ibu dan kecil selalu bersamanya.
Freya, sungguh, itu adalah Freya yang mendapatkan impian terbesar hidup Frega selama ini.
Pada malam pengankatan Freya sebagai Reyna (*sebutan ratu Elf), saat semua penghuni Desa Sylfhim bersorak gembira dan merayakan dengan jamuan bersama. Hanya Frega yang tidak bisa ikut jamuan tersebut dan pergi. Pergi ke tempat sepi dimana tidak akan ada orang yang melihat wajahnya yang sangat buruk.
Lalu keesokannya Frega yang tidak bisa tidur, akhirnya nekat mendatangi mantan Oberon untuk bertanya langsung. Apa alasan Freya yang terpilih menjadi pemimpin Desa Sylfhim. Dimana semua orang tahu dan setuju apabila Frega yang menjadi Oberon. Frega sangat siap menerima tanggung jawab tersebut.
"Wahai, Frega. Apa kau tahu inti penting dari menjadi seorang pemimpin?" tanya sang mantan raja Elf itu.
__ADS_1
Frega tanpa ragu menjawab, "Menjadi yang terkuat, yang bisa dan bisa melindungi Desa ini. Mengayomi dan bijaksana dalam menertipkan peraturan dalam Desa. Bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup semua Elf di pulau ini."
Mendengar jawaban Frega yang penuh percaya diri, sang mantan Oberon kemudiam tersenyum kecil, "Wahai, Frega. Menjadi kuat, melindungi, mengayomi dan bijaksana menertibkan peraturan memang poin penting menjadi seorang pemimpin. Semua ucapanmu benar."
Mendengar itu Frega hampir berkata lagi sebelum sang mantan Oberon menyelanya lebih cepat, "Tapi Frega, poin utama menjadi pemimpin bukan itu. Kau melewatkan satu hal yang sangat penting. "
Memandang wajah Frega muda yang belum. mengerti, sang mantan Oberon melanjutkan, "Wahai, hal penting menjadi pemimpin ialah kau haru tidak berharap menjadi pemimpin."
Wajah Frega langsung kaku, "Wahai, Seseorang yang bermimpi kelak menjadi pemimpin dan merencanakan semaunya, maka orang itu telah kehilangam kualifikasi nya sebagai pemimpin."
"....kenapa begitu?" kedua kepalan tangan Frega mengepal di samping pahanya.
"Wahai, karena itu akan membuat orang itu menjadi seorang tiran. Dia telah merencanakan semua yang akan dilakukannya. Mengubah peraturan yang kurang sesuai dengannya. Menganggap orang lain lebih rendah darinya. Menangani semuanya sendiri dan menganggap segala hal adalah miliknya seorang diri."
Nafas Frega memburu dengan wajah memerah saat mantan Oberon berbicara. Dia merasa tertampar dan tertusuk dadanya lantaran sang mantan Oberan menyindir Frega yang memang dari jauh jauh hari telah membuat daftar apa yang akan dia lakukan dan ubah saat menjadi Oberon Desa Sylfhim.
"Saya tidak akan seperti itu. Saya bersumpah." Gigi Frega saling bergemelatuk saat dia bersuara dengan suara rendah.
Sang mantan Oberon tersenyum jumawa, "Wahai, tentu saja kau tidak Frega. Kau adalah pemuda berbakat kami. Seluruh Desa Sylfhim bangga padamu." Sebelah tangan mantan Oberon menepuk pundak Frega pelan seakan memberi simpatinya, "Namun bahkan itu belum cukup Frega. Freya adalah Reyna sempurna untuk masa depan Desa Sylfhim. Dia akan memimpin desa kita dengan baik. Dan kau, kakaknya, harusnya tahu Freya memiliki bakat sihir yang luar biasa hebatnya denganmu, Frega."
Sama hebatnya dengan Frega. Atau bahkqn lebih hebat darinya.
Kakak perempuan Freya adalah tipe Elf yang suka hidup tenang dan mengikuti arus kehidupan membawanya. Berpikir sederhana namun tak pernah bodoh. Sangat berbeda dengan Frega yang hampir mengalahkan Freya dalam segala hal kecuali satu.
Kemampuan sihir supranatural Freya, sedikit, lebih baik darinya. Atau itu yang Frega pikir karena dia tidak menyadari kakak kembarnya punya kontrol sihir yang lebih bagus darinya.
__ADS_1
Meski begitu, apa masuk akal memilih Elf perempuan polos dan kurang pengalaman untuk memimpin Desa Sylfhim seperti Freya adalah keputusan yang tepat?
"Wahai, maka ajarilah saudarimu, Frega. Freya akan membutuhkan semua bantuan yang ada untuk memimpin desa kita." sahut sang mantan Oberon, masih dengan senyuman sembari menatap Frega dengan tatapan lembut.
'CRASS' 'DUG'
Mata mantan Oberon dalam sekejab melotot lebar pada Frega sebelum kepala itu jatuh dari bahunya. Debuman tubuh Elf yang sudah tua seiring darah yang muncrat kemana-mana.
Frega, dengan tangan kanan memegang pisaunya, menatap dingin pada seonggok mayat mantan Oberon yang dibunuhnya dengan sadis.
Frega mendekati kepala mantan Oberon yang menggelindung dua meter dari tubuhnya. Lalu dengan tak berperasaan Frega menginjak kepalan mantan Oberon yang matanya masih melotot, dengan kaki kananya.
"Seharusbya anda tidak perlu menjadi seperti ini," Sedikit demi sedikit Frega memberi tekanan pada kaki kanannya. "Anda yang harusnya melihatku dengan bangga dan suka cita saat aku menjadi Oberon.... sangat sedih melihat anda seperti ini." lalu dengan tekanan kuat Frega menghancurkan kepala mantan Oberon seperti buah semangka.
"Andai anda memilih saya, maka tidak akan seperti ini."
Tanpa peduli dengan darah ditubuhnya, Frega melangkah meninggalkan kediaman mantan Oberon dan secara lihai kabur menuju hutan.
Pada saat diketahui sang mantan Oberon mati dibunuh Frega, yang telah kabur ke hutan Sylfy, Freya memberi titah pertamanya bahwa saudaranya, Frega, akan dikenal sebagai Pengkhianat dan tidak akan pernah diizinkan kembali ke Desa Sylfhim. Jika ada yang melihatnya, bunuh segera.
Bertahun tahun hingga seratus tahun kemudian terdengar kabar keberadaan suku Elf baru di bagian utara Pulau Sylfy. Dan secara mengejutkan, Frega, telah menjadi pemimpin, seperti keinginannya, Suku Dark Elves. Sebuah suku yang dia bangun dengan Elf 'buangan' lainnya.
.
.
__ADS_1
.