![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Mungkin karena sudah lama Ellena tidak tidur dengan benar, pada malam itu Ellena merasa tidurnya sangat nyenyak hingga mendapat mimpi. Terakhir Ellena bermimpi sejak dia bangun pertama kali di Desa Sylfhim.
Dan Ellena belajar, bermimpi di dalam hutan liar yang penuh monster bukan pilihan yang bagus. Harusnya Ellena begadang sekalian dan tidur nyenyak di Desa Sylfhim daripada... bermimpi ini.
Kenapa ini Ellena tahu ini mimpi? Yah karena hanya dibunga tidurnya saja Ellena akan melihat Kota Delos, kota tempatnya berkunjung dengan Bibi nya, kacau balau dengan banyak kematian dimana-mana.
Bangunan kota hancur, jalanan retak, puing puing dimana-mana. Yang hampir membuat Ellena mual adalah pemandangan tubuh warga Delos yang bergelimpangan mati dijalanan atau tergencet bangunan jatuh.
Ellena tahu ini mimpi, tapi gadis itu tidak bisa menepis rasa ngeri, sedih dan takut pada pemandangan tersebut. Kota Delos yang dia tinggalkan bukan kota yang kacau tapi tanang dan sejahtera dengan warganya yang baik.
Tapi... mimpi ini mengerikan. Delos seperti habis diterjang angin topan atau bencana alam lain.
Tapi hei! Ini cuma mimpi.
Dimana pastilah alam bawah sadar Ellena yang membuatnya melihat lagi ular besar, BENAR BENAR BESAR, mengamuk ditengah kota Delos dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya.
'SRAAHTTT'
Monters besar itu mendesis kencang pada orang-orang dibawahnya. Melibas mereka, kelihatan seperti para petualang dari Guild, dengan ekor nya lalu melindas mereka dengan tubuh maha besarnya. Para petualangan berusaha bertahan mati-matian dan menyerang monster ular yang menghancurkan kota mereka. Meski pada akhirnya nyawa orang-orang ini dengan terbunuh.
Pemandangan ini menakutkan. Ellena merasa jantungnya berdebar cepat. Mungkin karena adrenalin. Terlebih pada beberapa titik Ellena merasa tercekat melihat tempat-tempat yang biasa dia kunjungi di Delos hancur. Dan entah bagaimana mimpi ini bisa begitu hebat menampilkan orang orang yang dikenal Ellena dalam keadaan tak bernyawa.
Di jalan mata emerald Ellena melihat wajah familiar Paman Tito tergeletak penuh darah dengan sebelah bahu kanan hingga separuh wajahnya hancur. Paman Hogi terpisah bagian pinggang ke bawah. Dan Paman Oka yang mati dengan tubuh rata bersama seorang gadis kecil, mungkin dalam kondisi berusaha melarikan diri. Tiga paman tua dari Guild petualang dari Desa Lily, mereka berisik dan pemabuk, tapi Ellena tidak membenci mereka. Ketiganya mungkin dipanggil ke Delos untuk membantu atau sedang sial berada di sana saat Kota di serang ular besar.
Lalu Ellena melihat wajah lain, seorang wanita paruh baya baik dan ceria yang selalu menamani Ellena memakan Ice Cream sekaligus pemilik kedai. Lize, wanita malang itu mati tertimpa tertimpa puing bangunan lain dan menyisakan separuh bagian atas tubuhnya. Ellena mulai merasa dadanya berdenyut.
"Yaa D-Dew-a... Li-lindungilah... tan-ah in-i... " dan didepan perpustakaan, tempat Ellena mendapat buku bahan ujiannya, Isaac si pria tua yang memberinya buku sebelumnya bersandar pada dinding jalan dalam keadaan sekarat. Tubunya utuh namun darah yang menggenang di sekitarnya menunjukkan seperapa banyak dia terluka parah.
"Gu..ar..dian...peny-el-amat..k-ami"
__ADS_1
DEG
Isaac mati dengan mati terbuka. Meninggalkan denyut nyeri pada Ellena yang mendengar ucapan terakhir Isaac yang menyedihkan. Ellena merasa sedih dan menyesal tidak bisa menolong pria malang iti, Lize dan semua orang.
Aneh, karena ini cuma mimpi. Ellena juga masih merasa dirinya bukan 'Guardian' yang dikata Freya adalah pelindung daratan Divernia. Tidak, bukan Ellena yang dipanggil Isaac disaat terakhir hidupnya. Itu orang lain.
Lantas mengapa Ellena merasa sangat bersalah?! Ini bukan tanggung jawabnya. Ini cuma mimpi.
Bunga tidur, mimpi buruk, sisa dari pengalaman hampir mati dulu saat diserang habis habisan oleh VRITRA.
Dan meski ular besar yang menghancurkan Delos bukan VRITRA, Ellena yakin ular itu pastilah Monster kelas Legenda kelas Atas. Ellena tidak pernah melihat jenis ular ini di semua buku yang dibacanya, tapi hanya melihat dari ukurannya yang lebih besar dari Druk, warna sisiknya yang hijau kehitaman, tanduk layaknya mahkota di kepalanya, dan keganasannya, makhluk itu jelas sangat kuat. Sekuat Druk jika tidak lebih kuat lagi.
Monster itu mengamuk. Menyerang apa saja. Menghabisi siapa saja. Dia mendesis kencang dan meraung ganas. Sangat berbahaya dan menakutkan.
Namun sekali lagi, Ellena merasa aneh. Ular itu memang terlihat ganas dan kejam, tapi bagi Ellena di setiap erangannya seperti raungan kesedihan yang teramat dalam. Seolah ular besar itu telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan mengamuk karena tidak bisa mengontrol emosinya.
Tapi Ellena tidak berpikir bahwa kehidupan sebelumnya, jika benar dia punya, memiliki pengalaman melihat Kota Delos hancur dan diam seperti orang bodoh.
Dan apa kehidupan masa lalunya punya koneksi tersendiri dengan ular? Yah memikirkan Ellena tanpa sadar mengeluarkan teknik teleport sebelumnya karena hampir mati di hajar VRITRA, Ular Naga tingkat atas namun di rank paling rendah diabtara para naga.
Lalu ini, meski cuma mimpi, Ellena tiba-tiba bisa berpikir bahwa Ular Besar yang menghancurkan Delos, meski cuma mimpi, mengamuk karena kehilangan miliknya yang berharga?
Apa setelah Druk dan Mosnter lain yang ditaklukkannya, Ellena jadi memiliki kemampuan menerjemahkan perasaan Monster? Hek! Ellena saja tak yakin darimana dia bisa berpikir demikian.
"El... !"
Huh? Apa itu suara Andesz? Sepertinya sudah waktunya bagi Ellena untuk bangun. Dia sudah cukup melihat mimpi ini. Lain kali dia tidak mau tidur lagi di hutan Sylfy, hutan ini membuatnya bermimpi gila.
"El...!"
__ADS_1
Seiring suara yang memanggilnya semakin jelas, Ellena merasa tubuhnya menajdi ringan dan perlahan pandangannya mengabur.
Sebelum mimpi itu usai, Ellena melihat ada bola api besar yang menghantam Ular besar itu hingga mampu membuat monster itu terdorong ke samping. Oh? Pahlawan akhirnya tiba.
Dan sebelum benar-benar menghilang, Ellena melihat bahwa bangunan Toko The M, toko bibinya, adalah satu-satunya yang masih berdiri diantara kekacauan tersebut.
"Hm... itu mengejutkan."
Setelah itu Ellena kembali lagi ke tanah hidup.
...
"EL! BANGUN!"
Mata emerald Ellena terbuka lebar dan gadis itu langsung bangun dari tidurnya saat insting alarm bahaya menyala gila-gilaan.
Benar saja, Ellena amat terkejut mendapati dirinya terikat pada sebuah tiang yang berdiri. Mata emerald memandang sekitar dengan cepat, melihat dia tidak lagi berada di camp sebelumnya tetapi berada di tengah kerumunan aneh. Memindai cepat, Ellena merasa bentuk orang-orang ini mirip dengan Elves di Desa Sylfhim namun dalam versi yang lebih gelap dan jahat.
Di atas panggung, dimana seorang pria Elf duduk dengan atribut paling mencolok, berseru dan menenangkan Elf lain yang terus berhuru hara.
"Putri Tidur kita akhirnya bangun." Sorak ramai menyambut kalimat pembuka pria itu. Sepertinya dia adalah pemimpinnya.
"Selamat datang dipesta Dark Elves, Nona Guardian."
.
.
.
__ADS_1