Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 56 Naga Orochi


__ADS_3

Geraman monster yang terdengar lapar itu jelas bukan kabar baik untuk Ellena yang terikat di tiang dan tak bisa bergerak seincipun.


Dari kegelapan hutan langkah monster Orochi terdengar berat dan sedikit mengguncang tanah. Banyak geraman terdengar dari banyak mulut.


"HMMP--KALIAN GILA! LEPASKAN DIA, BAJINGAN!!"


Teriakan itu berasal dari Andesz yang entah caranya berhasil menurunkan kain yang melintang di mulutnya ke leher. Kepala Andesz langsung ditendang oleh salah satu anggota suka Dark Elves. Namun itu belum cukup untuk menghentikan Andesz memaki orang orang sakit ini.


"Kalian semua gila! Apa kalian tahu betapa pentingnya gadis itu?! DIA SEORANG GUARDIAN, KALIAN BAJINGAN!!" Andesz mendapat tendangan lain. Namun lebih keras dan menyakitkan dari sebelumnya.


"Manusia bodoh. Tentu saja aku tahu gadis itu Guardian." Frega, sang pemimpin Suku Dark Elves, berkata dengan mata penuh kekaguman pada sang Naga. "Aku tak pernah mencium energi alam yang begitu suci, terlebih dari matanya."


"Guardian? Benar, tidak ada satu makhluk di daratan ini yang tidak tahu mereka. Lima Guardian dalam legenda. Terdengar sangat hebat." ungkapan Frega terdengar hebat tidak berbanding lurus dengan seringai kejam di wajahnya, "Lalu kenapa?!" Frega tertawa.


"Kami Elf dari Suku Dark Elves , tidak peduli dengan legenda tua semacam itu lagi, tidak seperti orang sok suci Desa Sylfhim. Kami hanya melayani Pelindung kami, Naga Orochi yang Agung. Dan jika Naga kami menginginkan daging Guardian yang lezat maka itulah keinganannya akan terwujud."


"YEAHHHH! NAGA AGUNG KAMI!!"


Andesz mendesis dengan mata bengkak dan mulut berdarah, "Orang gila!!" umpatnya.


'GRRRRH''


Geraman demi geraman itu semakin dekat. Insting Ellena berbunyi gila gilaan dalam kepalanya dan memerintahkan untuk lari. Tapi rasa lemas dan tak bisa bergerak akibat efek doping kekuatan dari Pohon Emas yang habis. Ellena sudah diperingatkan untuk kembali ke Desa oleh Druk dan Pohon Emaa sebelum 14 hari berakhir.


BAM!


Hingga akhirnya tepat di depan Ellena, berdiri menjulang seekor Monster besar dengan sisik hitam keabuan dan memiliki delapan dengan masing masing gigi tajam yang menatap Ellena dengan air liur menetas.


Deg Deg Deg


"EL!!! BAJINGAN! JAUHKAN MONSTER ITU DARINYA. DEWA AKAN MURKA BILA KALIAN BERANI MENYAKITINYA!!" Andesz semakin kencang berteriak. Pria itu ngeri dengan pemandangan delapan kepala Orochi mengendus dan mengamati Ellena yang terikat tak bergerak pada tiang.


Andesz tahu ada yang salah dengan Ellena. Sejak gadis itu bangun tidak sedikitpun Andesz lihat Ellena bergerak ataupun bersuara. Kepalanya tertunduk lemah dan bahunya nampak lemas. Seolah Ellena yang tak pernah kelihatan lelah selama 2 minggu kebelakang tidak pernah ada. Hingga kemudian Andesz teringat ucapan Ellena sebelum dia terlelap.


'Besok tepat 14 hari. Energi tiada batas dari Pohon Emas hampir habis.'


Sial! Apa karena itu?! Apa ini efek doping? Kalau benar maka Ellena benar benar dalam bahaya. Andesz harus segera membawa pergi Ellena dari sini.

__ADS_1


Tapi bagaimana? Pedangnya di singkirkan. Dia terikat kuat dan kelaparan. Belum lagi siksaan yang dia dapat karena berusaha melawan sebelumnya.


Sial! Sial! Sial!


Deg Deg Deg


"Wahai! Naga Agung Orochi. Saya membawa orang yang anda minta. Terimalah persembahan kami, Suku Dark Elves, yang setia melayanimu."


Orang orang gila ini benar-benar akan menumbalkannya sebagai makanan naga.


Jantung Ellena bekerja gila. Nafasnya menjadi lebih cepat dan seluruh tubuh gadis itu merinding melihat delapan kepala melayang layang di atasnya. Jika saja Ellena bisa bergerak dia akan melempar pisau pisaunya pada semua mata Monster ini dan melarikan diri. Monster kelas Legenda bukan lawan yang bisa Ellena tangani sendiri tanpa persiapan matang atau bantuan seperti Ganesh atau Wukong.


"Mohon, nikmati persembahan kami." akhir kata Frega membungkuk anggun pada Naga Orochi dan mundur menjauh dari Altar. Memberi ruang lebih pada sang naga untuk menyantap makanannya.


Ellena menjerit dalam hati. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya, berharap bisa melepas tali yang terikat diatas kepalanya.


"Bergeraklah...kumohon...bergeraklah..."


[zzzzttzz]


Dalam usaha itu, Ellena merasa kekuatan familiar mengalir dari tubuhnya. Percikan listrik. Namun yang terjadi tidak seperi terakhir kali. Alih-alih bisa menggerakkan tubuhnya dengan memaksa tubuhnya bergerak, Ellena terguncang hebat dari dalam lantaran tersetrum listriknya sendiri.


Ellena berhenti memanggil kekuatan dari dalam tubuhnya lantaran kekuatan itu justru menyerang balik organ dalam nya dan menyakiti setiap otot serta tulangnya yang seperti di bakar dari dalam.


'Bibi... sakit sekali... ' Ellena yang putus asa memanggil bibi nya dalam kesakitan.


Naga Orochi mendesis senang lantaran mencium bau mangsanya yang putus asa. Seolah menertawakan Ellena yang tak berdaya dan akan berakhir sebagai makanannya.


Deg Deg Deg


"LEPASKAN DIA BAJINGAN! KALIAN AKAN MENYESALI INI!"


Ellena mendengar suara perkelahian di belakang sana. Mungkin Andesz memberontak mencoba menyelamatkannya. Tapi....


Apa Ellena akan selamat kali ini?! Berbeda dengan terakhir kali dI Talos, Ellena terlalu lemas hingga tidak bisa merasakan koneksi samar yang biasa dia rasakan dengan langit. Tidak ada energi untuk memanggil petir besar dan cukup kuat untuk melukai Naga Orochi.


'Bibi... Sakit sekali...' sekali lagi Ellena memanggil Emily dalam kesusahannya.

__ADS_1


"EL! BERTAHAN DISANA! AKU AKAN MENYELAMATKANMU!" Teriak Andesz memberontak hendak maju, berusaha mencapai Ellena.


"TAHAN DIA! Bunuh kalau dia mencoba mendekati Naga Agung." Frega memerintahkan anak buahnya membekuk Andesz yang semakin liar meronta. Andesz yang diseret menjauh berteriak lagi.


"EL!! LARI DARI SINI! GUNAKAN TELEPORT!!"


Lari...? Teleport...? Dia bahkan tidak bisa bergerak ataupun tenaga. Ellena merasa sangat sakit.


Hingga kemudian...


'*****GRA********AUMM***"


"TIDAK! ELLENA!!!"


Andesz menjerit kencang saat melihat tubuh Ellena digigit oleh salah satu kepala Naga Orochi. Dari mulut sang naga, darah Ellena langsung menetes deras. Mata biru Andesz menatap tidak percaya dan ngeri pemandangan itu. Naga itu benar-benar memakan Ellena. Dunia seakan runtuh dalam seketika. Andesz telah dibawa menjauh dalam syok yang seolah merasuk jiwanya.


Tapi kemudian.


Cahaya terang memancar dari tubuh Ellena yang masih berada di antara gigi sang monster. Yang terjadi selanjutnya, mengejutkan semua orang termasuk Naga Orochi sendiri.


Mangsa yang telan berdarah di mulut sang monster terlempar jauh lantaran hantaman kuat mendapat persis pada kepala sang naga.


"HRUOKKKK"


Itu adalah Wukong, yang datang dan memberi bogem pada Naga Orochi. Namun tak hanya itu.


'ZRUUEEK'.


Dengan raungan panjang Monster Gajah 4 wajah, Ganesh, menerjang dan menyeruduk Naga Orochi hingga jatuh lagi setelah sebelumnya terorong mundur bogen Wukong. Dann diatas kepalanya, seorang Elf pria dengan wajah babak belur berseru.


"NONA EL."


Itu Zeni yang sedari tadi tidak terlihat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2