![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Naga Orochi jelas tidak senang. Monster itu mungkin tidak tahu arti acungan jari tengah yang dilayangkan Wukong. Tapi apapun itu, semuanya yang dilakukan para penyusup di depannya, semuanya membuatnta murka.
Dia adalah Monster Naga. Dia yang terkuat kedua setelah Naga Hitam Druk. Musuh bebuyutannya. Dia sudah lama ingin menantang Druk demi posisi puncak rantai makanan. Menjadi raja setelah mengalahkan raja. Begitulah cara para Monster terkuat menentukan kedudukan tertinggi.
Tapi Naga Druk tidak pernah meninggalkan sarangnya (Taman Eden, Desa Sylfhin) selama 1500 tahun kehidupannya di Pulau Sylfy. Naga Orochi juga tidak bisa menerobos Sihir Pelindung Desa Sylfhim. Sebenarnya bisa tapi membutuhkan setengah dari kekuatannya untuk membuat Sihir Pelindung itu hancur sepenuhnya, terlebih sihir itu memiliki efek dobel bila yang menyerang adalah monster liar macam Naga Orochi. Naga berkepala delapan itu tidak bisa hanya memiliki setengah kekuatan saja bila ingin menantang Naga Druk.
Lalu suatu hari dia melihatnya.
Naga Orochi melihat Naga Druk yang terbang dilangit langit di kala senja datang. Untuk pertama kalinya naga berkelapa delapan itu melihat makhluk paling kuat di Pulau itu dan mungkin salah satu yang terus dijenisnya.
Baik dari segi kekuatan, kemampuan dan tingkatan, Naga Druk lebih baik dari Naga Orochi. Dan itu membuat naga yang lebih muda tidak senang. Terlebih fakta bahwa Naga Druk menjaga Pohon Emas. Secara naluriah Naga Orochi tahu bahwa pohon itu bisa meningkatkan kekuatannya.
Tapi Naga Orochi juga melihat yang lain.
Seorang makhluk kecil. Lebih pendek dari para Elf yang selalu dilihatnya. Tidak ada yang salah dengan makhluk dari bangsa manusia itu kecuali dari fakta dia menunggangi Naga Druk.
Sang Naga Hitam Agung Druk, yang selalu jadi momok baginya yang ingin menjadi penguasa Pulau Sylfy. Mengizinkan seorang manusia kecil berada di punggungnya dan terbang menikmati senja.
Naga Orochi yang serakah langsung menginginkan makhluk itu. Dia ingin memiliki sosok itu, mengambilnya dari Naga Druk yang pasti marah. Naga Orochi senang dengan pikiran bisa membuat naga yang lebih tua murka.
Maka Naga Orochi memerintahkan Suku Dark Elves, suku Elf yang dengan seenaknya mengaku sebagai pelayan meski sang naga tidak pernah menyetujui apapun. Pemimpin mereka, Frega, yang seenaknya datang dan berteriak akan memujanya. Awalnya Naga Orochi akan menghancurkan Frega, tapi baga itu memutuskan untuk mentoleransi Frega dan pengikutnya yang menyembahnya dan menganggungkanya lebih daripada Naga Druk.
Naga Orochi memerintahkan mereka untuk membawa sang manusia kecil ke hadapannya. Dan seolah mendapat tangkapan besar, Naga Orochi mendapati manusia itu memiliki harum memabukkan dan lezat. Ada banyak kekuatan yang bersembunyi dalam tubuh kecil itu. Meski sekali lihat, hanya mata emerald itu yang memancarkan energi yang membuatnya lapar.
Dengan memakan manusia kecil, Naga Orochi yakin akan bertambah kuat dan lebih dekat lagi bisa mengalahkan Naga Druk.
Andai saja dua monster di depannya tidak seenaknya mengganggu makanannya.
Bertambah menyebalkan lagi keduanya bisa memojokkannya dan menbuatnya murka.
__ADS_1
*HUUHUUAAK*
Wukong kembali merengsek maju. Raja para Kera Kong itu melompat dengan lompatan tinggi dengan mencengkram batu besar di belakang kepalanya.
Empat kepala Orochi menyadari itu dan bersamaan menyemburkan api kearah Wuking. Sang raja kera yang tahu serangan api datang, menggunakan batu besar sebagai perisainya.
*HUUHUU*
Api dari Monster kelas Legenda, terlebih naga, sangat panas hingga batu besar itu segera melapuk bagai arang. Wukong melempar dirinya mundur sebelum terpanggang. Namun Naga Orochi tidak membiarkan Wukong lolos tanpa sovenir. Kepala lain Monster itu menembakkan bola api dengan kecepatan tinggi tepat mengarah pada Wukong yang baru mendarat. Berkat insting dan reflek luar biasa si raja Kong bisa menghindar namun sebelah leher kirinya dan wajah kirinya tersambar api. Wukong mengaum dan dengan memukul mukul api guna memadamkannya.
Namun saat berhasil padam, api itu telah membakar bulu hitam dan lapisan kulit atas Wukong hingga leher kiri serta sisi wajah dan sekitar mata Wukong terlihat kulitnya dan merah.
Wukong menatap marah Naga Orochi, *GRUOKKKK GRUOOKKK*
*GROOAKHH* Naga Orochi balas mengaum, menantang balik.
Disisi Ganesh, gajah itu sedikit kualahan. Tidak seperti Wukong yang lincah dengan dua kakinya dan dua tangan untuk melompat kesana kemari. Ganesh mengandalkan keempat belalalainya serta gadingnya untuk menampar dan memukul Orochi. Dibanding Wukong yang mengandalkan tindu dan bebatuan sekitar, gading Ganesh menjadi senjata epik yang dapat menembus pertahanan sisik naga. Tiga kepala Orochi yang melawannya memiliki banyak luka dan tusukan. Jika Naga Orochi menyemburkan api, dengan dampak minimum berkat kulit kerasnya, Ganesh balas menendang Orochi dengan dua kaki belakangnya. Namun Ganesh juga menderita luka akibat gigitan demi gigitan naga Orochi. Sebelah telinga Ganesh telah robek dan sebelah lagi habis terbakar.
Pertarungan para Monster Kelas Legenda terus berlanjut.
"Pemimpin, apa kita benar-benar tidak akan membantu Naga Agung Orochi?" salah satu anak buah Frega bertanya dengan seruan.
Pertarungan antar monster yang mereka lihat sangat menakutkan sekalitus menpesona. Kapan lagi mereka bisa melihat para monster terkuat bertarung? Di pulau kecil ini, Monster kelas Legenda tidak lebih dari sepuluh dan masing masing dari mereka memiliki teritorinya sendiri. Seringnya para monster ini menolak sengaja bertandang ke wilayah musuh kecuali tidak sengaja berpapasan.
Sekarang Monster King Kong dan Gajah Ganesha berani datang ke wilayah Naga Orochi dan dengan cerdik memojokkan sang naga bersama. Dari mana datangnya konsep kerja sama mereka?
Frega menatap lama pertarungan buas di depannya. Semakin dia melihat semakin dalam kerutan pada dahi Frega, "Ck...sialan! Jangan bilang monster itu akan kalah hanya melawan monyet dan gajah bodoh."
Para anak buah Frega mendengar gumanan pemimpin mereka dengan dekikan ngeri. Bukan sekali dua kali mereka mendengar Frega menghina naga yang suku mereka puja.
__ADS_1
"Naga itu tidak boleh kalah... kalau tidak semuanya akan sia-sia... " Frega menggigit bawah bibirnya geram.
Adalah kebohongan besar bila Frega tulus melayani Naga Orochi. Tidak. Mana mungkin Frega mau melakukan hal tiada guna seperti menyembah naga liar itu.
Tidak, Frega hanya membutuhkan sosok Naga Orochi sebagai simbol dan demi menggapai cita citanya.
Apa cita cita Frega? Masih sama. Bahkan setelah ratusan tahun Frega masih mendambakan posisi sebagai Oberon Desa Sylfhim, raja desa kelahirannya. Namun dia butuh rencana besar dan matang agar dia bisa menjadi Oberon meski nyatanya mustahil saat Frega telah dinyatakan sebagai 'Pengkhianat dan Pendosa'.
Lalu tercetus ide, Frega harus membawa sesuatu bersamanya. Semacam peliharaan yang besar yang mampu memecahkan sihir pelindung, mengalahkan Naga Druk dan menjadi momok ketakutan bagi seluruh warga desa. Lalu sebagai orang yang mengendalikan momok tersebut, maka secara otomatis, mau tidak mau, Frega akan menjadi Oberon mereka.
Maka Frega memilih satu satunya naga selain Naga Druk di pulau ini. Naga Orochi adalah yang terkuat kedua pada rantai makanan para monster. Dia yang satu satunya memiliki kesempatan bisa mengalahkan Naga Druk yang telah hidup 5000 tahun lebih.
Bila Frega bisa membuat Orochi kuat hingga mengalahkan Naga Druk, maka dengan begitu dia bisa menguasai Desa Sylfhim dengan Naga Orochi sebagai Naga Agung mereka.
Rencana ini sudah dia siapkan 800 tahun lebih, dan Frega benar-benar tidak akan terima bila semuanya gagal.
Tidak! Tidak boleh!
Lalu Frega mengingat kembali seonnggok tubuh manusia yang masih berusaha hidup.
Si gadis manusia, El, bila diingat lagi bukankah Elf sebelumnya mati (Zeni) datang dengan King Kong dan Ganesha untuk menyelamatkan gadis ini.
Gadis ini Guardian masa depan. Jadi apakah...?
Frega menyeringai gila.
.
.
__ADS_1
.