![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Noah melakukan pekerjaannya semaksimal mungkin.
10 hari Ellena, Andesz dan Zeni keluar desa untuk berburu (atau lebih tepatnya memenuhi keinginan mustahil Ellena). Sementara ketiga orang itu menjelajah hutan Sylfy, Nora di Desa Sylfhim cukup sibuk.
Selama Ellena pergi, Nora diberikan tugas oleh kakak angkatnya itu. Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan sihir alamnya. Ellena memberinya 1 buku setebal 8 senti tentang tanaman obat. Buku itu harus dia hafal secepat mungkim beserta gambarnya. Butuh Seminggu bagi Nora untuk menghafal setiap kata dan gambar di buku itu tanpa kesalahan.
"El, darimana dapat buku ini?" tanya Nora suatu hari sebelum keberangkatan sang kakak berburu.
"Aku memintanya dari Freya. Buku itu catatan berisi semua jenis tumbuhan obat yang ditemukan dan dikumpulkan bangsa Elf selama ribuan tahun. Itu jilid satunya, kapan-kapan aku akan minta jilid berikutnya untuk kau hafal."
Tujuan Ellena memberikan buku ini sangat jelas. Karena Nora yang hanya bisa menumbuhkan tanaman yang dia tahu saja, maka Ellena mencoba apakah dengan Nora tahu bentuk dan diskripsi dari buku saja cukup membuat Nora dapat menggunakan sihirnya.
Dan ternyata berhasil!
Nora ditemani Pyne, Older Desa Sylfhim bersorak saat Nora berhasil menumbuhkan tanaman dari buku. Hasilnya tidak sebanyak yang biasa Nora hasilkan tapi ini benar-benar perkembangan yang luar biasa. Dan Nora menemukan bahwa bila pemahamannya tentang suatu tamaman meningkat dan akurat, maka tanaman yang ditumbuhkan dengan sihirnya juga semakin baik dan berkhasiat tinggi. Maka dari itu selain membaca Nora juga sering mampir dan bertanya banyak hal dengan Nayla dan timnya.
"Nora dekat sekali dengan Nona El, ya." celetuk salah satu Elf perempuan teman Nayla. Saat ini Nora sedang bersama Nayla untuk menyerahkan Bunga Bintang Biu dan Merah guna membuat pesanan Ellena.
Ellena meminta dibuatkan potion Bunga Bintang semua jenis 10.000 botol. Jumlah itu cukup bagi penduduk Desa Sylfhim untuk. seratus tahun lebih. Belum lagi Ellena juga meminta dibuatkan potion dari tumbuhan lainnya, tentu dengan jumlah yang sama-sama fantastis. Untuk bahannya tentu dari Nora. Ellena berpesan bahwa bila metodenya berhasil maka Nora harus menyediakan semua tanaman obat yang diperlukan.
Untung saja Ellena menjanjikan akan membawa oleh-oleh untuk semua Elf yang membantunya sepulang dari berburunya.
Nora menjawabnya tanpa berpaling dari tungku obat yang tengah diaduknya, "Tentu saja. El adalah kakakku." katanya dengan ceria.
"Hmmm... beruntung sekali Nora punya saurdara yang merupakan Guardian. Aduh Nona El sangat keren, kan?"
"Ya kau benar, ingat saat petir menyambar tiba-tiba waktu itu? Itu menakutkan tapi saat dipikir-pikir Nona El hebat sekali bisa mendatangkan petir dalam sekejab!"
__ADS_1
"Benar. Apalagi saat Nona El datang dengan Naga Agung. Aaaaa! Bukankah Nona terlihat sangat keren waktu itu?!"
"Padahal dia perempuam tapi aku berdebar bila memikirkan Nona El."
"Benar! Nona El sangat keren."
Pujian demi pujian terlontar dari para Elf rekan Nayla. Nora tidak bisa menahan bangga dalam dirinya untuk tuan merangkap kakaknya itu.
Semua orang di Desa Sylfhim, semuanya mengidolakan Ellena. Sosoknya yang diketahui merupakan Guardian adalah alasan utamanya. Namun tidak menampik fakta bahwa Ellena sendiri memiliki aura yang bisa menarik ketertarikan orang lain. Apalagi dengan kombinasi wajah cantik yang dibingkai rambut ungu panjang dan mata emeraldnya. Bangsa Elves yang menyukai keindahan menjadi jatuh dua kali pada Ellena karena pesona gadis manusia itu.
Ellena itu cantik! Meski seringnya tidak terlihat karena tertutup sihir pengubah, Nora mengetahui jelas wujud asli kakaknya bisa mempesona siapa saja. Nora saja waktu pertama kali berdebar parah dan hampir mimisan melihat keindahan asli Ellena.
"Haaaa... El memang anak baik tapi terkadang aku ingin sekali menjitaknya jika bersikap menyebalkan. "
Tentu kecantikan itu akan sempurna jika didukung akhlak yang baik juga. Sayangnya Ellena tumbuh dengan mulut penuh sarkas dan pedas serta terlihat tidak takut apapun. Dia sering seenaknya pada orang lain dan tentu juga menyusahkan. Sudah banyak korbannya, bahkan bibi Em juga kena meski Ellena banyak segannya dengan sang bibi. Nora beda lagi, penderitaan para Elf yang disusahkan Ellena tidak bisa dibandingkan dengan kemalangan Nora yang merupakan pelayan merangkap adik gadis itu.
Tapi anehnya tidak ada yang merasa benci dengan Ellena meski gadis itu telah banyak merepotkan.
Nayla yang tengah menyortir potion ke dalam kotak melambaikan tangannya, "Jangan dipikirkan Nora. Aku mulai terbiasa dengan sikap El. Orang bilang anak banyak akal memang sedikit merepotkan." kata Nayla yang kemudian disambut tawa semua orang didalam dapur tempat para Elf penyembuh membuat potion.
"Ngomong-ngomong, Nora. Apa El pernah punya pasangan?" tanya salah satu Elf perempuam paling muda disana.
Nora berpikir sebentar. Memproses maksud kata sang Elf, "Pasangan itu sama dengan pacar?" tanya Nora balik dengan polos. Membuat beberapa Elf memekik gemas.
"Astaga lucunya. Iyaa Nora, Pacar itukan istilah yang dibuat manusia. Aku dengar manusia bisa berganti pasangan sesuka hati. Beda sekali dengan ras non-manusia yang kebanyakan hanya punya satu pasangan seumur hidup."
"Ah! Aku juga penasaran. Pasangan idaman Nona El itu seperti apa?"
__ADS_1
Nora terdiam lagi. Dia memikirkan kapan tepatnya Ellena menunjukkan tanda ketertarikan dengan lawan jenis. "Emh... kurasa El tidak menyukasi siapa pun kecuali Nyonya Em di dunia ini."
"Nyonya Em?"
"Beliau bibi El, orang yang membesarkan El." jawab Nora. Lalu melanjutkan, "El tidak pernah mengatakan menyukai laki-laki manapun." diakhir kalimatnya ada nada tidak suka. Bocah sepuluh tahun itu merasa masam saat memikirkan Ellena bersama dengan pria lain dalam artian istimewa.
Nayla yang peka tersenyum kecil, "Ahh... apa Nora kecil cemburu kakaknya kelak diambil orang lain?"
Nora berhenti mengaduk, "El... aku tidak mau El diambil." dengan wajah memerah Nora mengguman kecil.
"Astaga, Nora kecil sangat sayang pada Nona El." pekik Elf lainnya gemas.
Kali ini Nora diam saja. Tentu saja dia menyayangi Ellena. Sebelum diculik dari rumahnya sendiri, Nora adalah anak penyindiri karena Ayahnya yang melarang keluar rumah. Pun meski sang Ayah sayang padanya tidak memungkiri Nora sering kali kesepian lantaran sang Ayah yang sibuk berburu untuk dijual.
Lalu saat bertemu Ellena, Nora merasa sangat lengkap. Dia juga bingung bagaimana mengatakannya tapi agak aneh juga Nora bisa menganggap Ellena orang berharga padanya dalam waktu singkat. Apa ini karena Ellena adalah penyelamatnya? Bisa saja. Apapun itu Nora sangat bahagia memiliki Ellena sebagai tuannya dan kebahagiaan itu menjadi berkali kali lipat saat Ellena menjadikannya adik.
Dalam hal ini tentu saja pemikiran Ellena kelak akan diambil laki-laki lain mengganggunya. Dia tidak rela Ellena bersama pria lain disaat Nora merasa tidak bisa lagi hidup tanpa Ellena.
"Namun aku penasaran." Salah satu Elf berkata, "Apakah Guardian bisa memiliki pasangan?"
Eh?
"Dalam sejarah atau dongeng, sepertinya tidak ada kisah yang menceritakan asmara para Guardian. Mereka selalu berlima."
DEG
.
__ADS_1
.
.