![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
"Wahai, Nona kecil El. Kamu akhirnya bangun dari tidur nyenyakmu."
Setelah makan, mandi dan memakai pakaian yang pantas, Ellena yang tengah diperiksa oleh Nayla (diomeli juga) kedatangan tamu. Cukup banyak seperti semua ketua devisi Elf, para Older dan tentu saja Reyna Freya juga datang.
"Wahai, bagaimana perasaanmu El?"
"Lebih baik. Terima kasih pada kalian semua perutku tidak bolong lagi dan kakiku masih utuh." setelah banyak minum madu dan potion, suara Ellena akhirnya kembali lagi.
Perkataan tadi bukan sarkasan, Ellena murni berterima kasih sebisanya tapi beberapa orang tidak bisa mengerti. Contoh Nora dan Andesz.
Brak! "El! Jangan bicara begitu!" seru Nora tidak peduli dilihat para sesepuh Desa. Mata hijau bocah itu berair dengan wajah memerah kesal seolah siap menangis.
"El lebih baik kau tutup mulutmu." Andesz berkata dingin dengan tangan terlipat di depan dada. Pria satu itu jadi agak menakutkan.
"Aduh! Nayla, apa-apaan?! ." Oh satu lagi orang tak senang, Nayla. Elf cantik itu dengan sengaja mencubit pinggang Ellena Hingg terasa pedih. Nayla tidak membalas apapun kecuali mendengus.
Daripada itu, Reyna Freya justru terlihat memaklumi kelakuan ketiga orang tersebut, "Wahai, El sudah membuat banyak orang khawatir. Selain menunggumu bangun, banyak dari kami yang ingin memukulmu." ujar Freya dengan senyuman cantik.
__ADS_1
Eh? Apa tadi? " Itu candaan kan?"
Andesz yang menyahut kali ini, "Menurutmu? Kau kira ada yang akan waras saat melihatmu waktu itu? Kami sangat khawatir hingga tidak tahan ingin memukulmu juga!"
Loh memang siapa yang ingin sekarat? Andai bukan karena tidak bisa bergerak akibat efek samping doping dari Pohon Emas, Ellena juga pasti tidak akan parah parah amat. Terluka iya tapi Ellena yakin tidak akan separah itu juga.
"Tapi kan... " Ada banyak bantahan yang ingin Ellena berikan. Tapi saat dia melihat dengan jelas semua orang di ruangan ini memiliki wajah khawatir dan cemas. Ellena yang tengil pun tidak sampai hati memuntahkan alasan.
Orang orang baik ini... benar-benar...
Lalu Ellena menundukkan kepalanya dan berkata pelan, "Maafkan aku."
Ellena ingin membalas sarkas tapi berhasil di tahan dengan baik, "Karena membuat kalian khawatir. Maaf telah keras kepala ke hutan tapi itu juga untuk latihanku dan mengumpulkan uang. Maaf juga tidak memberitahu soal doping kekuatan itu tapi itu juga karena Pohon Emas bilang tidak boleh ember. Aku jelas tidak tahu ada efek samping seperti itu." kata Ellena panjang lebar.
"Wahai, selagi meminta maaf kau juga membenarkan segala tindakanmu. Kau benar benar tidak mau disalahkan, ya El?" Freya menggelengkan kepalanya seolah paham beginilah Ellena.
Nora yang berada di samping Ellena memeluk lengan sang kakak sembari berkata, "Sangat El sekali, hehe."
__ADS_1
Andesz menghela nafas pasrah. Pria itu seperti kelelahan menghadapai gadis berambut ungu itu.
"Reyna Freya... " Nayla mengintrupsi, "Saya ingin memberitahukan kondisi El sudah sembuh sepenuhnya. Semua tulang yang patah telah tersambung dan baik luka dalam maupun luar El sudah sembuh sepenuhnya. Dan jika benar, kondisi El bahkan lebih sehat dan kuat dari sebelumnya." ujar Nayla membeberkan kondisi Ellena yang sedari tadi dia periksa dengan teliti seraya mendengarkan percakapan dalam ruangan.
"Wahai, 'apapun yang tidak bisa membunuh Guardian maka itu akan membuat Guardian menjadi lebih kuat lagi'. Pepatah itu bukan cuman bualan balaka, iya El?" Freya menatap lembut Ellena yang mengangkat bahu. Gadis itu nampak acuh tapi Freya yakin Ellena perlahan tapi pasti menerima dirinya sebagai Guardian.
Itu bagus karena mau tidak mau Ellena akan dibutuhkan. Untuk masa depan Divernia.
"Ngomobg-ngomong... " Ellena menjeda ucapanya seraya mata emerald nya bergulir menatap satu persatu para pengunjung ruangannya.
"Dimana Zeni? Aku belum melihatnya sejak tadi."
DEG
Seketika itu ruangan dari batang pohon itu langsung senyap dan mendingin.
.
__ADS_1
.