Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 69 Permohonan Sedih


__ADS_3

Saat Naga Agung Druk kembali dengan raungan dan angin kencang dari kibasan sayapnya, Nora berlari menyusul kemana perginya sang naga. Tidak mengindahkan teriakan Nayla maupun Elf lain. Tubuh kecilnya berlari menyusuri tanah demi tanah seraya melihat sang naga. Saat melihat Naga Druk turun, Nora langsung tahu dimana dia mendarat.


Taman Eden.


Maka kesanalah Nora berlari. Kaki kecil Nora sempat tersandung akar pohon yang mencuat tapi bocah kecil itu cuma meringis sedikit lalu berlari lagi. Lebih kencang dari sebelumnya.


Di kepalanya hanya ada satu nama hingga rasa sakitpun bisa dia abaikan.


"ELLLL!!!"


Saat sampai di taman Eden dengan keadaan kotor, secara natural Nora langsung menuju pada Pohon Emas dimana Naga Druk dan sesosok pria tinggi berambut putih keperakan berjongkok tak jauh darinya.


Itu Andesz. Dia selamat.


"Tuan Andesz! Tuan Andesz!" Pemilik nama mengangkat kepalanya yang tertunduk. Mata birunya terlihat berkaca dengan wajah yang frustasi.


Kenapa...?


"Nora... "

__ADS_1


"El... "katanya pada sang pria yang lebih tua, "Dimana El? Saya khawatir---??!!"


Namun belum sempat Nora selesai, mata hijaunya menangkap orang yang dicarinya. Kakaknya yang berjanji pulang hari ini, tuannya yang berkata akan memberinya hadiah saat kembali, dan satu satunya keluarga Nora selain ayahnya... kini tampak pucat seolah tiada darah dalam tubuhnya.


"E-El...?" Kenapa bisa...


DEG


"Wahai! Nona El!"


Tak lama kemudian Freya, para Older dan penduduk Desa Sylfhim berdatangan. Taman Eden yang indah dipenuhi para Elf yang menangis dan bersedih saat melihat sesosok remaja perempuan manusia disana.


Seperti dia telah mati.


"Dia belum mati!!"


Semua orang menatap serentak pada satu satunya manusia disana. Andesz dengan wajah tirus dan kelam berdiri dengan tangan terkepal.


"Ellena belum mati. Naga Agung sedang menyembuhkannya." katanya dengan suara serak. Tidak berbohong bahwa diapun sama ketakutannya dengan yang lain. Mengkhawatirkan Ellena.

__ADS_1


Benar. Di depan mereka, sang naga agung sedang melakukan sesuatu pada Ellena. Naga Druk menjilati tubuh sang gadis yanh koyak dengan lidahnya. Membasahi seluruh tubuh Ellena yang tak sadarkan diri. Belum selesai, Naga Druk kemudian menunduk dan menyentuh kepala Ellena dengan sangat lembut. Mata semua yang melihat melebar sekaligus terkesiap saat melihat cahaya biru keluar dari tubuh Naga Druk.


"Apa yang...?"


Pertanyaan yang keluar dari mulut Medea, Elf perempuan pemimpin Elf Tingker Devisi Kerajinan Tangan, yang menatap pemandangan di depan matanya dengan takjub dan merinding.


"Wahai, itu adalah teknik penyaluran energi. Cara yang hanya mungkin dilakukan oleh Guardian dan Familiarnya. Saat ini Naga Agung sedang memberikan energi hidupnya kepada Nona El." Adalah Freya yang menjawab. Meski dia sendiripun belum pernah melihat secara langsung teknik pemberian energi jiwa ini, ada beberapa catatan kuno milik pendahulu Elf yang pernah Freya baca. Prosesnya persis seperti yang dilihatnya.


Naga Druk, monster yang berusia lebih dari 5000 tahun memiliki energi jiwa yang murni. Tingkat kekuatannya adalah yang paling tinggi jika mengecualikan kelima Familiar sejati atau Monster Mitos. Jadi bagi Naga Druk yang memberikan energinya untuk Ellena bukanlah masalah.


"Kumohon..." Nora menatap tubuh Ellena yang bersinar kebiruan dibawah kungkungan Naga Druk, "...El harus hidup...." air mata mengalir lagi dari pipi putihnya yang berlemak.


"Jangan tinggalkan aku, kakak."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2