![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Berkat Apel Emas, Ellena berhasil menjadikan King Kong sebagai 'teman' barunya.
Saat King Kong resmi menjadi teman Ellena yang menuruti segala perintahnya, maka secara otomatis gadis berambut ungu itu juga memiliki komanda pada para Kera Kong yang lain. Baik Andesz maupun Zeni hampir mengeluarkan bola mata mereka saat melihat bagaimana perilaku King Kong pada Ellena.
"Huuhuu huu aaa."
Raja para kera itu bertingkah layaknya anak manja yang haus perhatian sang 'teman' baru yang baru saja menyelamatkannya dengan Buah Apel Emas. Teman yang sama yang membuat King Kong babak belur dan membunuh banyak pengikutnya. Sepertinya King Kong tidak keberatan.
"Ya ya, senang menjadi temanmu. Duh---apaan sih?!"
Ellena hampir memekik saat King Kong yang hiperaktif tiba-tiba menyambar tubuhnya dengan kedua tangan lalu melempar-lempar Ellena ke udara.
"Heeiiiiiiii... Kuakk... Turuunnnkan aku." Tapi si kera besar malah tambah menjadi. King Kong tertawa terbahak dengan caranya melihat Ellena menjerit.
Ellena tidak pernah jadi mainan dan tak sudi jadi mainan siapapun. Terlebih mainan kera besar kurang ajar ini, "Kau! Turunkan aku atau pergi sana!" Ellena berseru seraya memukul tangan King Kong hingga percikan listrik keluar.
"HUUHUU HAA. " King Kong melepas Ellena tanpa peringatan saat tangannya tersetrum. Tubuh Ellena yang terjun bebas ditangkap oleh Ganesh yang senantiasa melihat.
Kepala Ellena pusing. Dilempar-lempar sangat tidak enak. Terlebih dijatuhkan tanpa peringatan. Duh! Kurang ajar sekali 'teman' barunya ini.
Tanpa bisa dicegah mata emerald Ellena memincing memandang King Kong yang mendadak tertunduk, seolah sadar dia telah membuat marah tuan nya.
"Duduk!"
Ada suara 'bum' kecil saat King Kong mendudukkan bokongnya dengan hentakan pada tanah. Sedang Ellena berdiri dengan bersilang dada seraya mendongak pada King Kong, karena meski Monster itu duduk pun dia masih lebih dari sang gadis yang baru tiga belas tahun.
"Dengar, kau sekarang teman ku, ya?" Mulai Ellena pada sang raja kera Kong, "Maka mulai sekarang kau harus berkelakuan baik. Lihat Ganesh, aku suka sekali padanya karena dia sangat manis, tahu?! "kata Ellena seraya menunjukkan kesukaannya pada Ganesh terang-terangan.
Seolah mengerti ucapannya (atau memang benar mengerti) King Kong lalu mengeluarkan suara 'HuuHuu Haa' yang kedengaran sepeti nada protes.
Dan seolah tahu maksud King Kong, Ellena balas berkata, "Jelas aku suka Ganesh. Dia keren kok."
Kali ini King Kong membalas dengan memukul mukul dadanya dengan kedua tangan berkali-kali dan mengeluarkan suara seperti sedang memprotes lagi. Meski kedengarann masih 'HuuHuuHaa'.
"Yah aku mana tahu kau kuat. Kau kalah tadi. Yang berarti kau payah." tanpa tendeng aling Ellena blak blakkan menghina teman besarnya.
Andesz dan Zeni yang selalu menjadi pemeran sampingan lagi-lagi cuma bisa diam-diam khawatir Ellena akan tidak sengaja membuat marah King Kong yang telah bugar.
Tapi reaksi King Kong ternyata lebih tenang, eh, atau lebih berisik ya? Lihat saja sekarang! King Kong saat ini sedang ber'HuuHuuHaa' sembari memukul dada, tanah dan udara.
Seandainya King Kong manusia, itu adalah perilaku yang biasa dilakukan orang tidak waras alias gila. Oh jangan jangan King Kong gila?
Tapi sepertinya aman karena Ellena kembali bersuara, "Mungkin. Tapi aku tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri."
__ADS_1
Dalam hati Andesz berharap Ellena tidak akan melakukan hal gila lagi. Setidaknya untuk beberapa jam lagi atau tubuhnya akan benar-benar remuk.
Tak lama sebuah seringai muncul pada sudut bibie Ellena, "Kau tahu? Mungkin jika kau bisa membawa Monster lain yang sekuat atau sedikit lebih kuat darimu, aku akan mengakui mu sebagai teman ku, bagaimana?"
Dasar Licik! Padahal biar bagaimanapun King Kong pasti menjadi 'teman' Ellena. Kenapa otak gadis ini berputar cepat sekali bila urusan mengambil keuntungan lebih dari orang (monster) lain.
Malang bagi raja kera, monster itu dengan mudah jatuh dalam perangkap. Atau malah King Kong ini yang sukarela masuk, mengikuti Ellena.
Masih dengan seringainya Ellena berkata, "Anak pintar. Aku jadi sedikit menyukaimu sekarang." dengan lihai gadis itu memuji sang kera yang ber'huuhuuhaa' puas. Senang dipuji.
Ellena sudah melambaikan tangannya, mengucapkan semoga berhasil pada King Kong bersama kawanan yang tersisa yang hendak berburu Monster Kelas Legenda untuk Ellena, saat gadis itu baru menyadari King Kong berhenti dan mendekati Ellena dengan gestur aneh.
"Apa?" satu alis Ellena terangkat.
King Kong ber-celoteh lagi seraya jari besarnya menunjuk nunjuk Ellena-King Kong lalu Ellena-Ganesh. Butuh beberapa saat bagi Ellena untuk tahu maksudnya.
"Kau mau kuberi nama?" King Kong mengangguk cepat.
Saat memeliha hewan, pemberian nama semacam tali pengikat yang menghubungka pemilil dan peliharaannya. Proses penamaan ini amat penting bagi kelangsungan hubungan keduanya.
Dalam kasus 'Familiar' mungkin juga begitu. Tapi sayangnya, bagi Ellena hal ini kurang penting dan tidan darurat jadi dengan asal berkata "Kupanggil 'Bulu Besar' saja ya? Terdengar bagus juga."
Dua penonton tanpa bayaran, Andesz dan Zeni, hampir terjatuh mendengarnya.
"Ya ya ya, tidak usah jelek begitu. " Ellena memutar otaknya cepat lalu menderet nama yang sekiranya cocok untuk King King.
Mengingat selera Ellena yang rendah, tentu hasilnya sesuai dugaan.
"Hitam."
"Kera besar!"
"Pedel"
"Lele"
Sampai sini Andesz menatap ngeri Ellena. Apa gadis itu serius?
Ellena berhenti menyebut nama-nama saat melihay King Kong semakin cemberut, "Apa? Kalau tidak suka yaa sudah." King Kong bergerak lagi, panik Ellena tidak jadi memberinya nama.
"Yaa tadi tidak mau!" sembur Ellena kini sebal.
Ada apa dengan nama-nama tadi? Kenapa situasi ini terjadi lagi? Ganesh kira-kira juga sama seperti King Kong, sangat pemilih. Dasar Monster manja.
__ADS_1
"Gaga"
"Raga"
"Bihuni"
"Makarel"
Terus begitu. Semua nama yang 'tidak banget' terus membuat daftar panjang.
Kali ini Ellena menghembuskan nafas sebal, "...Jaly."
King Kong masih menggeleng tidak setuju dengan nama itu. Ellena hampir meledak jika bukan karena suara pria berambut putih keperakan yang akhirnya angkat bicara.
"Bagaimana dengan nama 'Wukong'?" celetuk Andesz memberi saran nama setelah mengerti selera penamaan Ellena yang payah. Ternyata gadis itu punya kelemahan juga. Bukan kelemahan yang menyebabkan kerugian saat bertarung memang, tapi tetap saja lucu. Andesz seperti melihat lagi Ellena yang galak-galak gemas seperti awal bertemu lalu.
Emerald Ellena menatap Andesz, "Wukong?"
Andesz mengangguk, "Referensi nama pemeran utama dongeng dari Nang-Long bagian WoodEmpire, tentang kera sakti."
Ellena tidak tahu ada cerita seperti itu. Yah jangan salahkan Ellena juga karena sejak bisa membaca buku pengetahuan, gadis itu jadi malas membaca dongeng apalagi dari negara lain.
Gadis berambut ungu itu kembali pada King Kong, " 'Wukong' kau suka itu?"
Kali ini King Kong mengangguk-angguk semangat. Kera besar itu senang akhirnya ada nama yang disukainya.
"Baik, Wukong," Ellena tersenyum agak kecut karena bukan nama darinya yang dipilih tapi terserah saja supaya kera besar itu cepat pergi, "Aku menunggu buruanmu disini ya. Hati-hati dijalan." Dengan mendayu Ellena melepas kepergian King Kong dan para Kong yang lain dengan senyuman.
Saat rombongan Kong tidak terlihat lagi, Ellena berbalik. Melihat Zeni yang mulai membuat sarapan serta Andesz yang masih berdiri menatap Ellena.
"Apa?" tanya Andesz saat mendapati Ellena menatapnya juga.
Sang gadis mengangkat bahu kecil, "Terima kasih."
Tahu bahwa ini tentang nama 'Wukong' tadi, Andesz mengangguk.
"Ya sama-sama. "
.
.
.
__ADS_1