Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 55 Monster Legenda kelas Menengah. Naga Rank Menengah.


__ADS_3

Dark Elves....?


Diantara sorak huru hara para Elf saat pemimpin mereka memperkenalkan diri sebagai Dark Elves , Ellena tidak bisa membawa dirinya untuk terkesan atau pun terkejut.


Ini adalah situasi dimana Ellena harusnya ketakutan karena tertangkap makhluk jahat kan?


"Kenapa diam?"


Ellena tidak yakin pertanyaan itu untuknya. Tapi saat dia melihat Andesz babak belur dengan keadaan terikat dan mulut tertutup kain. Hm? Bukannya Andesz berteriak tadi?


Dan dimana Zeni?


"Rambut ungu, aku bicara padamu."


Rambut ungu. Itu jelas merujuk pada Ellena. Aku? Inginnya Ellena bilang begitu, tapi entah bagaimana dia merasa tubuhnya tidak memiliki energi apapun hingga bersuara saja tidak mampu.


Dan saat Ellena melihat ke langit, matahari telah turun. Ellena pingsan selama lebih dari 12 jam dan hari ke 14, hari terakhir Ellena memiliki stamina tak terbatas hampir habis. Pantas saja Ellena merasa sangat lemah karena efek paska doping kekuatan mulai terasa pada tubuh Ellena yang harus menanggung beban lelah 14 hari sebelumnya. Ellena sudah merasakan hal ini sejak kemarin dan karena itu berpikir dia harus segera kembali ke Desa Sylfhim.


Tapi rencana itu berantakan karena sekarang dia telah diculik oleh suku Elf lain yang tidak Ellena keberadaannya di Pulau Sylfy. Kenapa Freya tidak bilang apa-apa soal ini?


"Tidak mau bicara?"


Bukan begitu! Ellena mau bicara. Tapi susah.


Pemimpin Dark Elf kemudian bangkit dari singgasananya. Mengambil langkah berat menuruni anak tangga dan berjalan mendekati Ellena yang terikat pada tiang.


Untungnya, meski tubuhnya terasa lemas, mata Ellena masih bisa melihat dengan jelas. Semakin dekat pemimpin Dark Elf mendekat, semakin jelas pula penglihatan Ellena terhadap sosoknya.


'Eh? Dia...'


Ellena tidak menyangka akan datang hari dimana dia akan melihat wajah Freya dalam bentuk yang lebih tegas, tinggi dan sangar. Kecuali warna kulit yang lebih gelap serta tubuh kekar, Elf ini MIRIP SEKALI FREYA.

__ADS_1


Tepat berdiri di hadapan Ellena, pemimpin Dark Elf itu memandang Ellena dalam jarak yang saaangat dekat hingga hidung mereka. bersentuha. Andai Ellena bisa bergerak, refleknya pasti bergerak mendorong muka cantik garang di depannya ini.


Ellena pasrah diteliti sebegitu cermat oleh Elf asing di depannya. Entah apa yang dilihat orang ini tapi semoga dia tidak sedang mencari jerawat atau menghitung pori nesar wajah nya.


Eh? Ellena kan tidak pernah punya jerawat dan porinya selalu kecil. Dia cantik sejak kecil tanpa perawatan (Tidak, Ellena tidak bangga karena itu membuat bibi Em sering mengejeknya laku keras di pasar budak).


"Aku adalah pemimpin suku ini, Frega. Apa kau, gadis manusia, akan memberitahu bagaimana apa aku memanggilmu?" mulut Ellena bergetar. Berusaha untuk bersuara tapi tidak berhasil. Ini bukan karena Ellena ingin menjawab pertanyaan Elf di depannya tapi 'tidak bisa bicara' membuat Ellena tidak nyaman.


"Tidak mau menjawab?" Bukan begitu, Ellena tidak berbicara saat ini, orang tua! Lagi pula bukannya tadi mereka dengar bagaimana Andesz memanggilnya.


"Ah ya, bocah manusia disana memanggilmu 'El'." nah itu tahu.


"El...kau bocah yang menarik, bukan?"


Tentu saja. Mana ada manusia lain di luar sana yang memiliki rambut berwarna Ungu seperti Ellena? Warna mahkota kepalanya ini sering dijadikan lelucon buah naga oleh bibi nya tahu?!


"Kabar yang terdengar bahwa ada tiga pendatang ke Pulau Sylfy dengan cara tak biasa. Datang dengan pilar cahaya yang turun dari langit beserta bunyi ledakan petir. Sekitar satu bulan yang lalu." Frega, Elf seram itu berkata sembari menjauhkan wajahnya dan memandang anggota sukunya, "Kami suku Dark Elf, sebagai Pelayan Naga Orochi yang suci, mencari tahu penyebab fenomena tersebut. Karena karena suatu alasan Naga Orochi yang Agung... terbangun dan menginginkanya."


Naga Orochi? Monster kelas Legenda tingkat Menengah dan Rank menengah dalam kelas naga? Yang punya delapan kepala dan delapan kaki?! Makhluk itu ada disini?!


"Yeahhhhhh"


"Naga kami."


"Oh Orochi yang Agung."


"Naga kami yang terhebat!"


Sorak ramai langsung bergema memecah malam. Semua anggota suku Dark Elves bersorak kepada Naga mereka.


Wajah Frega, wajah yang mirip Freya, menerbitkan sebuah seringai di wajah dingin sebelumnya hingga membuat Ellena terserang merinding. Seringai kejam itu benar-benar merusak ingatan Ellena tentang Freya yang cantik dan welas asih.

__ADS_1


"Sebulan kami menyelidiki, dan informasi akurat mengenai 3 pendatang baru diketahui 3 minggu kemudian. Satu menusia laki-laki, satu remaja manusia perempuan dan satu bocah setengah manusia dan Elf." Baru saja Ellena lega Frega menjauh dari wajahnya, gadis itu dibuat melotoy lagi saat pemimpin suku itu mendekat lagi. Kali ini dia menjambak rambut panjang Ellena yang kehilangan ikatannya dan mencium surainya seperti maniak.


Kekehan gila kemudkan terdengar, "Kekeke, atau aku akan meralat dengan satu manusia setengah dewa? Benar, Nona Guardian?"


DEG


Sial! Firasat Ellena beruk. Frega yang tertawa seperti orang sakit jiwa membuat instingnya menyala. Reaksi ini sama seperti saat Andesz mengetahui nama aslinya dulu. Meski semua penduduk Desa Sylfhim tahu, yang mana mungkin itu yang membuat berita itu mudah bocor, tapi Ellena merasa dia dalam bahaya karena identitas tak diinginkan nya itu.


Emosi Ellena sudah pasti tergambar jelaa di mata Ellena, satu-satunya anggota tubuh yang dapat bergerak bebas, hingga Frega kembali tertawa seperti maniak.


"Kekekeke, kau harus lihat ekspresi mu anak kecil. Apa ini pertama kalinya kau diculik? Di introgasi? Ini akan mengajarmu untuk tidak membiarkan orang yang menculikmu tahu kau terpengaruh pada penculikmu." Apa ini? Kenapa tiba-tiba ada kuliah singkat disini? Terlebih dari orang yang menculiknya? Ya dewa, situasi macam apa ini!!


Melepas rambut Ellena, Frega tersenyum lebar saja kali ini, tapi itu tetap memberi kesan jahat pada wajah cantik tersebut, "Tapi sayang sekali...tidak ada lain kali."


"BAWA DIA KE ALTAR PERSEMBAHAN!"


Persembahan?!!!


Sejurus kemudian Ellena merasa dunia terbalik dan langit malam berada di depannya. Tiang kayu yang mengikat Ellena rupanya di angkat dan dipanggul oleh para anak buah Frega menuju yang disebut Altar Persembahan. Ellena tidak tahu altas itu, tapi kata 'Persembahan' jelas merujuk pada Ellena yang bakal jadi tumbal.


Pada krisis terburuk, Ellena selalu bisa memaksa mendapat energi entah darimana dari dalam tubuhnya. Seperti ada bendungan yang memblokir kekuatan itu mencapi Ellena dan sengaja hanya memberi disaat darurat saja.


Situasi ini darurat bukan? Tentu saja begitu, karena setelah tiangnya ditegakkan dan Ellena tidak melihat langit lagi. Gadis itu menyadari bahwa para Elf suku Dark Elves telah mundur sejauh seratus meter dari tempat dia diikat.


Dan berkat mata istimewanya, Ellena bisa melihat jelas sosok besar hitam dan 8 pasang mata merah yang menyala menatapnya.


"Grrhmm... "


Geraman yang terdengar lapar itu jelas bukan kabar bagus untuk Ellena.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2