Rise Of Legend [ LIGHTNING]

Rise Of Legend [ LIGHTNING]
Bab 78 Akan Kubalas Kau Freyaaa


__ADS_3

2 bulan berlalu sejak K terus mengambil kelas dari Elves di Desa Sylfhim. Menjadi muda membuat Ellena, yang dasarnya cepat belajar , mampu menguasai banyak skill, terutama dibidang kerajinan tangan.


Mungkin karena bibinya seorang pengrajin patung, Ellena jadi memiliki obsesi untuk bisa melakukan kerajinan tangan. Dan hasilnya, Ellena sangat baik saat dia bisa. Meski butuh perjuangan dari pengajar yang harus sabar dengan mulut Ellena yang tidak berhenti berceloteh atau sengaja berkicau untuk mengganggu, Ellena benar-benar telah lulus sebagai murid mereka dan itu membuat para Elf bangga serta lega.


Ibarat kata sekarang para Elf, yang sudah seperti orang tua El dan Nora, tidak khawatir pada kehidupan keduanya bila pergi ke Benua Besar.


Nora tentu juga memoles keahlian meracik obatnya demi semakin baik. Bocah setengah Elf itu sadar dengan keahlian satu ini dia bisa membantu Ellena lebih baik lagi selain membantu mengisi perut sang kakak. Dan tentu saja atas permintaan Ellena juga Nora mengumpulkan banyak resep dan bumbu makanan demi perbekalan mereka.


Disimpan dimana? Tentunya di Galaxy Ring. Pusaka berharga itu benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Ellena sebagai gudang.


Andesz sendiri masih sering melakukan latih tanding dengan para Elf Warrior, dan beberapa kali ikut perburuan.


Sejak dua bulan lalu, baik Ellena dan Andesz tidak lagi membahas tentang keberangkatan mereka ke Benua Besar*. Ellena yang keras kepala dan cuek, agak canggung bila menjadi pertama yang menyinggung jadi dia akhirnya diam saja. Sedang Andesz, yang lebih dewasa, berusaha memahami keinginan Ellena dan bersabar.


(*Sebelumnya disebut Benua Shinetheria)


Toh Ellena bukannya ingin menetap di pulau ini. Gadis Guardian itu sedang meningkatkan kekuatannya. Dan semakin kuat Ellena maka semakin baik pula masa depannya dan Divernia.


Begitu pikir Andezs


Ellena pikir dia sudah melihat semuanya di Desa Sylfhim.


Sejak Dark Elf dibekukan, tidak ada yang bisa menghentikan Ellena menjelajahi pulau Sylfy. Bersama Wu Kong dan Ganesh, Ellena mewujudkan keinginannya menjadi raja hutan.


Ellena telah menaklukkan semua binatang buas dan seluruh medan di Pulau Sylfy. Gadis itu setidaknya telah mengikat beberapa Monster Tinggi dan Langka yang hampir mencapai tingkat Legenda. Ellena sempat mengira pulau ini memiliki banyak monster Legenda tapi selain Wukong dan Ganesh, tidak ada yang lain. Naga Orochi sudah mati jadi tidak masuk hitungan, sedangkan Druk berada dilevel berbeda.


Sekarang Ellena bisa kemanapun, bahkan ke pantai sekalipun. Dia dan Andesz sudah beberapa kali ke sana untuk mengecek dan menemukan bahwa dibarat pulau terdapat dermaga kecil dari kayu yang sudah reot. Menurut Freya, dulu sekali pada era Guardian terakhir Pulau Sylfy cukup memiliki pengunjung dari Benua Besar.


Sejak saat itu, disela latih tandingnya dengan para Warrior Elf, Andesz memimpin pembuatan kapal yang akan digunakan mengantarnya, Ellena dan Nora ke Benua Besar. Kapalnya cukup besar agar kuat menghadapi laut ganas diluar sana. Selain itu ketiganya tidak bisa menjalankan kapal sendiri jadi butuh menganggut beberapa Elf lain juga, sebelum gunakan lagi para Elf kembali lagi ke Pulau Sylfy.

__ADS_1


Kembali lagi. Ellena pikir dia sudah melihat semuan yang ada dipulau Sylfy tapi Reyna Freya tidak membiarkan Ellena memiliki kebanggaannya terlalu lama.


"Freya, kau bilang ini apa?"


Wanita Elf paling cantik itu tersenyum sangat menawan. Dengan gerakan elok sang ratu Elves menyentuh Pohon Apel Emas. Ellena tidak lagi asing dengan pohon itu, pohon yang sama yang memberi energi booster yang mampu membuatnya sangat berenergi selama 7 hari penuh, juga pohon yang tidak memberitahu akibatnya dia akan lemas tak berdaya setelahnya.


Si pohon sial, batin Ellena.


Tapi hari ini ada yang berbeda dengan pohon keramat itu.


Batang pohon yang biasanya datar kini memiliki lubang besar tepat di akarnya. Mirip seperti sarang binatang pengerat tapi itu bukan.


Jika itu lubang hewan maka tidak mungkin mata Ellena tidak bisa melihat ke dalamnya. Tapi ini..


"Itu gelap! " seru Ellena kaget.


Reyna Freya terkekeh melihat reaksi Ellena. Menyenangkan bisa mengejutkan anak muda di depannya, karena biasanya Ellena yang membuatnya begitu.


Kepala Ellena mengangguk cepat.


Tidak aneh Ellena menganggap hal ini aneh juga unik. Sudah dikatakan, mata emerald Ellena selalu istimewa. Mata itu bisa melihat kejauhan bahkan saat gelap sekalipun. Tapi bahkan dalam jarak sedekat ini Ellena tidak bisa melihat ke dalam lubang itu.


"Wahai, sangat wajar bagi Guardian semuda El belum bisa merasakannya." Entah hanya bayangan Ellena saja atau Freya saat ini sedang menyombongkan diri? hanya karna sebuah lubang tikus?


"Wahai El. Kamu berkata ingin menjadi lebih kuat, bukan untukmu tapi demi orang yang berharga bagimu. Aku tidak tahu apa tekad itu cukup tapi aku merasa kamu pantas mencobanya."


Ellena sudah sering memikirkan kalau orang-orang tua yang dikenalnya selalu menyemburkan kata yang rumit dan misteri.


Tekad apa? Pantas apa? Apa hubungannya dengan keinginan menjadi kuatnya?

__ADS_1


Masih dengan senyum kecil, jahil mungkin, Reyna Freya mengulurkan tangannya seolah mempersilahkan Ellena.


"Wahai, masuklah."


"Masuk kemana?"


"Wahai, tentu ke dalam sana El."


"Kenapa aku harus?"


"Kenapa tidak?"


Benar, kenapa Ellena tidak bisa masuk ke dalam lubang misterius yang mirip lubang hewan pengerat? Seolah-olah semua orang pasti mau masuk kesana sejak pertama kali melihat. Dasar gila.


"Wahai. Kamu akan tahu bila kamu masuk El." kata Freya.


"Kenapa tidak beritahu aku sekarang? Sebelum menyuruhku masuk kesana? Mungkin saja aku akan memikirkannya."


Freya menggelengkan kepalanya pelan seraya terkekeh geli. Sang ratu Elves mendekati Ellena dan menyentuh bahunya lembut. "El, kulakukan semua untukmu. Ingat itu."


Alis Ellena sudah dari tadi terangkat ke langit, "Freya, sudahi omong ko-HUWAAAAAAA"


Tiba-tiba saja visi Ellena terbalik dan berlalu cepat. Tubuhnya tertarik kebawah oleh tekanan super kuat seolah menyedotnya.


Yang terakhir Ellena lihat adalah Freya yang melambaikan tangannya santai di pintu lubang tempatnya jatuh. Orang yang sama yang mendorongnya jatuh.


"FREYAAAA. AKAN KU BALAS KAUU AAAAAAAA"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2