![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Hari itu hari yang cukup cerah di Pulau Sylfy. Matahari diatas kepala bersinar terik dengan langit biru berhiaskan awan putih.
Dibawah pohon rindang, Andesz menikmati istiharat siangnya yang cukup damai. Dengan Zeni, si Elf itu memililih duduk diatas pohon seraya mengamati sekitar jaga-jaga ada hewan buas atau monter mendekat daripada bergabung dengan Andesz.
Pria berambut putih itu hampir saja memejamkan matanya saking mendukungnya semesta untuk tidur jika bukan karen suara debuman kencang diikuti dengan getaran tanah yang cukup kuat.
"Tuan Andesz, disana!" Zeni berseru diatas pohon menunjuk arah Ellena pergi sebelumnya. Adik dari Zeno itu langsung melompat turun dengan dan berlari ke asal suara.
"Arg! Sial! Aku tahu akan begini. " Andesz mengutuk kesal dan mengacak rambutnya lalu bergegas menyusul Zeni.
Kedua pria beda ras itu seketika tahu bunyi debuman dan getaran barusan ada hubungannya dengan gadis remaja yang berjanji hanya mengintai sarang mosnter saja.
Sementara di tempat lain Ellena melihat hasil pekerjaannya dengan puas diatas puncak bebatuan paling tinggi.
"Coba bibi Em lihat ini... "
Sebelumnya, tepat sebelum Gajah Ganesha keluar dari gua sarangnya untuk membasahi tubuhnya alias mandi, Ellena telah terlebih dahulu menyumbat aliran sungai agar tertahan di area gua lalu menuangkan satu karung sedang bubuk gatal yang dia minta dari Nayla ke dalam sungai yang telah dia sumbat. Setelahnya dia bergegas mencari bebatuan besar. Ellena membutuhkan banyak batu besar ukuran 6-7 meter guna mengurung Ganesha.
Untungnya Pulau Sylfy memiliki banyak pengunungan batu sehingga tak sulit mengumpulkannya. Membawanya pun mudah karena Ellena menyimpan batu-batu besar itu ke dalam Galaxy Ring dan Ellena cukup mengibaskan tangannya saja, masalah selesai. Ellena bekerja cepat menempatkan batu-batu besar berjejer mengelilingi gua Ganesha yang berjarak 500 meter dari sarang gajah tersebut.
Puas dengan itu, terakhir Ellena mengeluarkan lagi karung bubuk gatal dari Galaxy Ring. Memeriksa arah angin, Ellena kemudian menebarkan bubuk tersebut ke udara yang langsung terbawa angin menuju arah Gajah Ganesha yang telah keluar dari guanya.
Awalnya Gajah Ganesha baik baik saja. Monster itu menikmati mandi siang nya seperti biasa. Hingga tak lama monster dengan 4 wajah itu mulai bersin-bersin dan bergerak rusuh di dalam air. Keemapat belalai menggosok-gosok tubuh seolah sedang menggaruknya. Namun sepertinya rasa gatal tidak bisa hilang dan membuat monster itu memekik frustasi.
'KZRUKKKKK'
Tidak ada didunia ini makhluk yang tahan gatal, apalagi yang tak tertahankan. Demikian, wajar saja Gajah Ganesha mengamuk lantaran gatal di sekujur tubuh yang tidak bisa hilang. Layaknya Monster yang kehilangan akalnya gajah itu berlari sembarang dengan langkah cepat nan berat yang membuat tanah bergetar disetiap hentakan larinya. Gajah itu mungkin bermaksud berlari jauh demi menghilangkan rasa gatal tapi bebatuan besar menghalangi larinya. Gajah Ganesha bisa saja menghancurkan batu besar itu, secara kemampuan monster kelas legenda tidak bisa kalah hanya oleh batu. Tapi monster itu sedang tidak bisa berpikir jernih. Saat menabrak batu besar, dia berbalik arah dan berlari lagi demi menabrak batu lainnya.
Berlari lagi. Menabrak lagi. Berlari lagi. Menabrak lagi.
Ellena melihat monster malang itu dari atas. Mata emeraldnya yang istimewa mengamati bagaimana Gajah Ganesha mendengking dan memekik dengan suara keras seraya terus berlari hingga menabrak batuan besar yang telah mengurung tempat tinggalnya.
__ADS_1
1jam
5jam
9jam
Kerusuhan yang dibuat Gajah Ganesha berlangsung hingga 12 jam lamanya. Hutan yang menjadi area sarang Ganesha terlihat hampir rata dengan tanah karena terus dilalu lalang monster itu dengan rusuh. Pun pepohonan banyak yang tumbang lantaran di tubruk bar-bar oleh sang monster.
Meski debuman kaki dan pekikan Ganesha sudah tidak terdengar, Ellena tidak bergerak dari tempatnya.
Tepat saat matahari terbit, barulah Ellena mendekati Gajah Ganesha yang terjatuh miring dengan lemas. Monster setinggi 3 meter itu nampak tak berdaya dengan sekujur tubuh terluka dan kepala depan yang hampir hancur lantaran terus menghantam bebatuan terlalu lama.
"Aduh kasihan sekali... " kata Ellena seraya melihat kondisi sang monster dari dekat.
Gajah Ganesha yang tidak memiliki tenaga dan sangat menderita mendeking lemah kepada Ellena.
Tidak seperti Monster kelas Legenda tingkat bawah lainnya, Gajah Ganesha dikenal cukup cerdas dibanding monster dengan kelas yang sama atau diatasnya. Tentu saat kondisi primanya Gajah Ganesha sama ganasnya seperti Mosnter lain, tapi di saat terlemahnya?
"Monster yang malang." Kata Ellena lagi bersikap kesihan pada Gajah Ganesha yang mendengking lemah mencari belas kasihnya.
Saat terlemahnya, Gajah Ganesha cenderung jinak dan mudah didekati. Pun demi bertahan hidup Gajah Ganesha tak akan sungkan meminta belas kasihan makhluk lain bahkan manusia sekalipun.
"Ya ampun, siapa yang tega berbuat ini?! Sungguh kejam." seolah bukan perbuatannya, Ellena dengan ahli membuat wajah sedih dibuat-buat lalu meraba lembut kepala Ganesha yang retak dan berdarah.
"Sakit sekali?" seolah mengerti ucapan Ellena, Gajah itu mendeking lemah lagi.
"Aku bisa menolongmu. Tunggu sebentar." dengan akting sempurna, Ellena yang sengaja menenteng tas, bertingkah seolah sedang mencari sesuatu lalu mengeluarkannya dengan dramatis, "Ah ini dia!" pekiknya mendrama.
Gajah Ganesha yang tadinya lemas langsung bergerak-gerak semangat saat melihat benda di tangan Ellena.
Sebutir Apel Emas.
__ADS_1
"Kau bisa sembuh dengan ini." kata Ellena dengan senyuman tulus namun penuh makna.
Apel Emas, buah dari Pohon Apel Emas yang selalu dijaga Druk Sang Naga Hitam Agung adalah pohon keramat Pulau Sylfy yang masih memiliki sedikit koneksi dengan Pohon Kehidupan lantaran asal-usulnya yang merupakan bagian pohon itu sendiri. Pohon ini yang menjadi alasan Ellena menjadi lebih kuat dan jernih pikirannya. Meski menyangkal bukan Guardian, Ellena menerima bimbingan Pohon Apel Emas untuk tidak membantai semua monster Pulau Sylfy namun menaklukkannya. Pun pohon ini juga yang membuat Ellena memiliki tenaga ekstra besar tanpa lelah selama perburuan ini, meski hanya sementara waktu saja.
Bukan hanya pohonnya saja, buahnya ternyata juga luar biasa. Apel Emas memiliki khasiat energi murni yang sangat baik untuk para monster. Dimana satu Apel Emas bisa menambah kekuatan Monster dan membuatnya cepat naik tingkat berikutnya. Selain itu buah itu juga sangat efektif menyembuhkan penyakit dan memperbaiki yang luka.
Ini semua adalah alasan kenapa ada saja monster yang berusaha menembus Desa Sylfhim. Karena Apel Emas sangat berharga manfaatnya. Meski tentu saja tidak ada yang berhasil selama Druk yang menjaga pohon itu.
Kenapa Ellena tidak memakainya? Sebenarnya bisa saja, karena sebagai---uhukGaurdianuhuk---dapat menyerap energi murni Apel Emas. Tapi karena buah itu sejatinya untuk para monster jadinya buah itu lebih disesuaikan untuk mereka.
Dan lagi, seperti namanya Apel Emas terbuat dari emas SUNGGUHAN!!! Ellena suka emas untuk dijual bukan dimakan. Baginya untuk bisa menyerap energi murni Apel Emas, Ellena harus meningkatkan kemampuannya lebih tinggi lagi.
Keempat belalai Gajah Ganesha mengelus-elus kaki Ellena seolah kucing yang sedang meminta makanan. Monster yang tengah terkapar itu mendengking rendah meminta Ellena memberikan Apel Emas itu padanya.
"Tenang, aku memang akan memberikannya padamu kok."
Ellena memberikan apel ditangannya dan Ganesha langsung mengambilnya dengan belalai lalu melahapnya. Bunyi nyaring gigi yang sedang mengunyah emas cukup membuat ngilu tapi Ellena berhasil mempertahankan senyuman penuh artinya.
Dan senyumannya bertambah lebar saat perlahan tubuh Ganesha sembuh seperti sedia kala.
"Kena kau." batin Ellena menyeringai gembira.
Yang tidak diketahui oleh siapapun bahkan sejarah sekalipun ialah Apel Emas membuat monster yang memakannya patuh dan terikat menjadi Familiar (bukan sejati) orang memberinya Apel Emas. Dan hanya 5 orang didunia ini yang bisa menggunakan fungsi tersebut.
Para Guardian Divernia.
.
.
.
__ADS_1