![Rise Of Legend [ LIGHTNING]](https://asset.asean.biz.id/rise-of-legend---lightning-.webp)
Tebakan Freya sangat benar.
Meski matahari mulai meninggalkan peraduannya, dengan mata istimewanya Ellena dapat melihat jelas pemandangan diatas langit gelap itu.
Awalnya Ellena sangat terpukau dengan pengalaman terbang pertamanya. Merasakan hembusan angin dan mengudara seakan hendak menyentuh langit. Baru kali ini Ellena merasa sangat dekat dengan langit. Menyenangkan.
Tapi itu tidak bertahan lama.
"Sial!" Yap, pada akhirnya Ellena mengumpat lagi. Gadis ini sama sekali tidak sadar bahwa ada anak kecil yang masih polos yang bisa mencontoh kelakuan buruknya.
Druk sang naga hitam mendengkur seolah bertanya apa masalah tuannya.
Ellena menggeleng dengan kepala mendadak pusing, "Wuhaaaaaa... El kita terbaaaaang."
Nora layaknya anak kecil pada umumnya, sangat menikmati pengalaman terbang pertamanya. Tangannya terentang ke atas meraih-raih awan yang terlihat seperti kabut dingin dari dekat. Pun dia menikmati angin yang menyapu seluruh tubuhnya. Nora juga tidak sungkan berteriak kegirangan.
Bertolak belakang dengan Nora yang masih bersenang-senang, Ellena menatap hutan dan pegunungan demi pegunungan yang gelap. Kemudian dia menatap jauh cakrawala dimana laut membentang luas dan terlihat tak ada ujungnya. Lalu saat Ellena memperhatikan kebawah, mata emeraldnya mendapati beberapa bergerakan hewan-hewan besar yang memiliki kemampuan tinggi.
"Sebenarnya dimana ini?" guman Ellena dengan perasaan masam.
.
.
.
"Ini adalah Pulau Sylfy. Pulau terpencil yang berada di timur laut Kekaisaran Shintheria. Kau El! "Andesz membentangkan sebuah peta besar dimeja besar dihadapan Ellena. Jari panjang pria tampan itu menunjuk gunung kecil di selatan, "Memindahkan kita bertiga dari sini..." lalu Andesz menarik jarinya menjauhi selatan dan bergerak menyilang peta dan berhenti pada pulau kecil yang terpisah dengan gambar pulau besar yang merupakan Shinetheria, "...ke sini! Lebih jelasnya, kau memindahkan kita benar-benar jauh bahkan hingga menyebrang jauh ke sisi lain Kekaisaran."
"Sudah kubilang bukan aku." Protes Ellena.
Setelah satu jam mengudara bersama Druk, Ellena meminta untuk kembali ke Desa Sylfhim. Sempat terjadi kehebohan saat Druk mendarat karena naga besar itu memilih parkir tepat di tengah Desa dimana seluruh Elf histeris melihat naga yang selama 100 tahun terakhir tidur di Taman Eden tiba-tiba mengunjungi desa mereka dengan dua tamu muda di punggung sang naga.
Ellena lantas mencari Andesz yang ternyata sedang bercengkrama ria menikmati teh dan camilan dengan beberapa Elf wanita yang cantik. Tanpa basa basi Ellena meraih kerah yang lebih tua dan menariknya tanpa mempedulikan rengekan para Elf wanita serta Andesz yang meronta menyedihkan.
Entahlah, semakin hari karakter Ellena seperinya makin kurang ajar (Pawangnya jauh sih). Terlebih respectnya pada Andesz yang dari dulu tipis kian memudar saja.
Di ruangan Ellena sebelumnya, tiga orang pendatang berkumpul membahas masalah serius.
__ADS_1
Ellena hampir gila saat menyadari dia berada di ujung dunia lain dari tempatnya berasal. Mansion Del Selto berada di hutan Outer yang berada di bagian selatan Shinetheria. Sedangkan Pulau Sylfy, sebutan pulau ini dari para penduduk, berada di Timur Laut Shinetheria. Bahkan Pulau Sylfym bukan termasuk wilayah Kekaisaran Shinetheria. Tempat ini adalah pulau terpencil tanpa nama di peta dunia.
"Bukan hanya itu, karena kondisi alamnya yang alami dan tidak tercemar, banyak Hewan Buas yang hampir berevolusi hingga Monster kelas Legenda tingkat 7."
Di kepala Ellena dan Nora seketika terbayang ular naga VRITRA yang juga merupakan Monster kelas Legenda.
Seolah tahu apa yang dipikirkan keduanya, Andesz menambah dengan menghela nafas, "Pulau Sylfy memang dipenuhi oleh mereka dan Desa Sylfhim sengaja di tengah untuk menjadikan mereka pertahanan alami desa ini. Tentu saja tujuan utama pelindung sihir untuk menghalang monster untuk masuk ke desa juga."
"Tuan Andesz, dibanding Druk siapa yang lebih kuat?" tanya Nora.
Andesz mendengus, "Druk, Naga Petir Agung, bisa disebut Raja para Monster. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dipulau ini. Itu juga salah satu faktor para monster tidak mendekati kawasan Desa Sylfhim. "
"Sehebat itu?"
"Ya sehebat itu." aku Andesz.
"Untuk kembali Kekaisaran, pertama kita perlu mencapai tepi pulau ini. Disana kita akan membuat kapal."
Ellena mengerjab cepat, "Membuat? Kau tahu caranya?"
Ellena hampir tergoda untuk menendang Andesz jika pria itu tidak buru-buru menambahkan, "Tapi aku sudah berdiskusi dengan Reyna Freya kalau kita bisa meminjam bantuan para Elf Tinker."
Elf Tinker adalah para Elf yang berspesialis dalam menangani segala macam menciptakan benda sihir atau kreasi untuk Desa Sylfhim. Kasarnya mereka tukang disini. Ada tukang reparasi. Tukang jahit. Tukang penempa, dan tukang-tukang lainnya. Kalau membuat alat sihir yang dapat melindungi seluruh Desa Sylfhim saja bisa, apalagi cuma membuat kapal untuk manusia.
Dahi Ellena masih berkerut. Bagus para Elf Tinker mau membantu mereka, tapi masih ada masalah kecil.
"Jadi kita pergi ke tepi Pulau dengan rombongan?"
Sempat terpikir oleh Ellena bahwa dia bisa menumpang Druk untuk terbang menuju tepi Pulau. Toh ancaman diudara jauh lebih sedikit daripada berjalan di darat. Pun Druk adalah predator puncak pulau ini, semakin amanlah Ellena. Tapi Andesz tidak setuju.
"Druk sang naga bukan Monster yang bisa ditunggangi siapa saja. Kau adalah satu-satunya orang yang menungganginya sejak Guardian Lightning terakhir." ungkap Andesz.
Ellena kemudian menunjuk Nora dengan dagunya, "Nora kemarin menaiki Druk dan baik-baik saja."
"Nora beda kasus. Dia kemungkinan sedikit banyak memiliki aromamu dan kau pun membawa naik Nora, jadi Naga Petir Agung mengizinkannya. Tapi aku tidak akan bisa naik."
"Memang siapa yang mengajakmu naik Druk?"
__ADS_1
Wah jahatnya. Andesz mendesis kesal seraya mata birunya menatap sengit remaja di depannya.
"Selain itu Elf lain juga tidak bisa dan enggan menumpang Druk. Jadi satu-satunya pilihan adalah berjalan hingga tepi pulau." melupakan ejekan Ellena, Andesz dengan sepihak memutuskan.
Ellena yang bersedakap dada dan mengangguk pasrah. Kasihan juga Andesz kalau ditinggal. Dan lebih baik bersama orang dewasa dalam perjalanan jauh nya ini untuk pulang. Dia dan Nora akan banyak merepotkan Andesz jadi Ellena akan sedikit mengkasihaninya sekarang
"Jadi El akan membawa Druk?" tanya Nora.
Maksud Nora ialah karena Druk adalah rajanya para monster di Pulau Sylfy, jadi semisal mereka membawa Druk maka kekhawatiran akan di hadang hewan buas atau monster menjadi nol persen. Tapi tiba-tiba Ellena memikirkan sebuah ide gila.
"Itu ide bagus---"
"Tidak."
Dua laki-laki berbeda generasi itu menatap Ellena kompak. Mereka berdua tetiba merasakan firasat buruk saat satu-satunya gadis diruangan itu tersenyum lebar dengan mata emeraldnya yang berkelap-kelip menyilaukan.
Apa koin emas yang mereka lihat di kedua mata Ellena? Mereka berdua pasti salah lihat.
"Aku tidak akan membawa Druk." kata Ellena memandang sisa anggota partynya.
"Saat kembali ke Kekaisaran aku harus cepat-cept meningkatkan Rank ku atau Bibi Em akan mendampratku selama seminggu dan mengejek ku seumur hidupku. Untuk itu aku harus menyelesaikan misi Ujian Praktikku dan mengumpulkan semua syarat." Nora menelan ludah saat melihat seringai diwajah kakak angkatnya.
"Berhubung semua barangku hilang dan didepan mataku ada begitu banyak pengganti, aku akan membawa pulang mereka."
Ellena tertawa girang dan bersorak, "Aku akan memburu semua monster dan hewan buas dipulau ini dan menjual mereka semua. Astaga, aku akan kaya. Ha Ha Ha!"
Andesz biasanya suka dengan semangat anak muda, tapi melihat Ellena yang tertawa sendiri dan menari-nari seperti membayangkan dirinya di bawah guyuran koin emas, dia meringis.
Nora tidak jauh beda. Dia senang Ellena bersemangat lagi tapi keputusan kakaknya ini sepertinya agak mustahil dan tidak terbahangkan olehnya.
Ellena berencana menjadi Raja Hutan Sylfy.
.
.
.
__ADS_1